Wow! Ada Oknum Pejabat Teras Parigi Moutong Diduga Terseret Dalam Pusaran Mafia Ekspor Durian

Ket Foto: Pj Bupati PArigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola (Kanan), Abdurin Aditya (tengah), Muhammad Yasir (kiri)
Ket Foto: Pj Bupati PArigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola (Kanan), Abdurin Aditya (tengah), Muhammad Yasir (kiri) Source: (Foto/Dok Pribadi)

Parigi moutong, gemasulawesi - Aroma busuk jatah preman dari harumnya buah durian, pada Ekspor perdana di Kecamatan Kasimbar awal bulan Januari 2024, diduga menyeret oknum pejabat teras di Kabupaten Parigi Moutong.

Sejumlah informasi yang dihimpun gemasulawesi.com, Abdurin Aditya disinyalir seorang broker ekspor buah durian yang berasal dari jakarta. 

Kelihaian Abdurin seakan-akan mampu menghipnotis sejumlah pejabat teras yang diketahui bisa mengatur kebijakan dalam daerah masuk dalam persengkongkolan atau pemufakatan jahat yang dipastikan sangat merugikan petani durian.

Langkah geng Abdurin tersebut disebut sejumlah merusak harga pasar petani durian saat panen raya tiba.

Parahnya, hasil penelusuran media ini, sejumlah rumah kemasan durian atau Packing House (PH) yang ada di Kabupaten Parigi Moutong ditenggarai dalam kendali Abdurin Aditya.

Baca Juga:
Dugaan Skandal Hubungan Terlarang Libatkan Oknum Kaban dengan Sekban Serta Kontraktor di Parigi Moutong Jadi Pergunjingan

Bahkan, rumah kemasan durian/PH milik Warga Negara Asing (WNA) asal China yang kini sudah menggurita di Parigi Moutong diduga memonopoli pembelian durian ternyata ada dalam jaringan geng Abdurin Aditya.

Berdasarkan data yang diterima gemasulawesi, salah seorang petani durian yang terlibat dalam ekspor tersebut menguraikan, bahwa harga durian saat ekspor perdana pada bulan Januari 2024, hanya dihargai senilai Rp27.000 - Rp29.000 perkilo.

Harga itu menurutnya masuk ke rumah kemasan/PH dahulu sebelum melakukan ekspor. Empat rumah kemasan/PH yang melakukan ekspor perdana durian dari Parigi Moutong yakni, PT Herofruit Sumber Sukses, PT Silvia Amerta Jaya, PT Amerta Nadi Agro Cemerlang, dan PT Ammar Durian Indonesia.

Lanjut sumber petani, harga Rp 27.000-29.000 merupakan harga yang tidak layak, sebab jika mengacu harga pasar pada umumnya perkilo utuh buah durian berkisar di Rp 40.000-45.000.

Sementara diketahui harga ekspor percoral durian isi 5 kilogram di bandrol dengan harga Rp 500.000.

Baca Juga:
Ahmad Ali Semakin Kuat di Sulawesi Tengah: Dukungan dari Kelas Bawah dan Swing Voter Naikkan Elektabilitas Hingga 57,23 Persen

Ditambahkannya, jika dihitung  secara angka, kerugian petani cukup banyak, sebab harga pasar durian pada umumnya Rp 40.000 perkilogram, namun durian kami saat ekspor di hargai Rp27.000 perkilogram. Seharusnya, saat ekspor durian petani nilai jualnya minimal harus naik dari harga umumnya, namun saat ekspor harganya jauh di bawah harga pasar.

"Kami petani durian seakan-akan dipaksa untuk ikut ekspor. Sebab, ekspor itu saat panen raya, kami seolah-olah dihantui, jika tidak dijual secepatnya durian akan busuk. Saat itu buah durian melimpah. Akan jual kemana jika durian lama tertahan tidak ada yang beli," ujar sumber.

Sehingga menurutnya, mau tidak mau akhirnya petani akan menjual ke PH yang terlibat ekspor tersebut.

lanjut dia, semua petani yang mengikuti program ekspor tersebut hampir dipastikan dalam kondisi merugi, mengingat biaya produksi tidak tertutupi dengan harga jual.

Baca Juga:
Ikrar Cabup Nizar Rahmatu, Tidak Ada Lagi Warga Parigi Moutong Meregang Nyawa Akibat Rumitnya Sistem Pelayanan Kesehatan

Harusnya dengan kondisi itu, pemerintah harus hadir memastikan harga durian benar-benar berpihak kepada petani, bukan berpihak pada pengusaha/Packing House durian.

"Kami hanya menginginkan keberpihakan pemerintah dalam soal harga, jangan kami petani yang punya durian, tapi kami yang seakan-akan 'dipaksa' untuk mau mengikuti harga beli pengusaha," imbuhnya.

Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola yang beberapa kali di konfirmasi gemasulawesi.com, berkaitan dengan hal tersebut, belum mendapatkan respon apapun. Padahal nomor telpone 0811450xxx diketahui milik Pj Bupati.

Kaban Bapenda Parigi Moutong, Mohammad Yasir yang juga dikonfirmasi media ini lewat nomor telpone pribadinya 082115423xxx belum memberikan keterangan apapun.

Baca Juga:
Digempur Isu Negatif dan Fitnah, Nizar Rahmatu Berterima Kasih Dikampanyekan Gratis Lawan Politik

Pj Bupati Richard Arnaldo Djanggola yang coba untuk di konfirmasi langsung di kantornya sedang tidak berada ditempat, coba dimintai waktunya untuk bertemu di Rujab melalui ajudannya juga belum mendapatkan respon karena alasan sedang beristirahat karena belum lama pulang dari kantor. 

Sementara Abdurin Aditya yang dikonfirmasi media ini, Rabu 13 November 2024 mengatakan, perihal bagi-bagi komisi atau keuntungan dari ekspor perdana, hal itu tidak terjadi sama sekali.

"Ini menyedihkan menurut saya jika ada muncul informasi seperti itu. Kami dari asosiasi sifatnya non profit dan membantu, sangat disayangkan jika ada statement seperti ini," ujar Apdurin lewat pesan Whatssapp.

Lanjut Abdurin, pada ekspor perdana bulan Januari 2024 lalu, untuk 2 kountainer ada 3 rumah kemasan durian/packing house yang terlibat, dan ada sebanyak 30 petani durian. Dengan buah durian sebanyak 75 ton.

Untuk harga buah durian utuh dari petani di hargai senilai Rp 28.000 - 32.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga durian saat ekspor menurutnya Rp 100.000 - 115.000 per kilogram.

Ditanyakan terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ekspor durian itu, biaya dari Badan Pemerintah yang muncul ,semua ada dibayarkan mulai dari logistik ,health certificate hingga karantina. (FARA ZAENONG)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Dua Pria Nekat Mencuri Kotak Amal Mushola di Pekalongan Pada Waktu Subuh, Sempat Matikan Lampu Sebelum Beraksi

Aksi pencurian kotak amal di salah satu mushola di Pekalongan Jateng terekam kamera CCTV, pelaku dua orang dan sempat matikan lampu mushola

Viral Mobil BMW Kabur Usai Serempet Motor di Duren Tiga Jaksel, Warganet Justru Salahkan Pemotor, Begini Kronologinya

Polemik terjadi antara pengemudi mobil BMW dan pengendara motor di Duren Tiga, Jakarta Selatan dikarenakan pengemudi BMW menyerempet pemotor

Viral Modus Penipuan Usir Setan di Jakut, Perempuan Lansia Jadi Korban Hingga Rugi Rp500 Juta, Begini Kronologinya

Seorang lansia perempuan menjadi korban penipuan dengan modus pengusiran setan di rumah, korban mengalami kerugian hingga Rp500 juta

Terungkap Fakta Baru Kasus Kecelakaan di Tol Cipularang KM 92,Jumlah Korban Bertambah Hingga Pemeriksaan Sopir Truk

Berikut ini beberapa fakta baru terkait kasus kecelakaan beruntun di tol Cipularang KM 92, salah satunya penambahan jumlah korban

Layanan Halo Inspektorat Resmi Dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo

Layanan Halo Inspektorat yang diluncurkan oleh Pj Gubernur Gorontalo resmi dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;