Pj Bupati Parigi Moutong Bersama Istri Dalam Pusaran Dugaan Gratifikasi Investasi Durian dari Pengusaha China

Ket Foto: PJ Bupati Parigi moutong, Richard A Djanggola saat di china bersama pengusaha yang disebut menjadi pembeli durian Parigi moutong
Ket Foto: PJ Bupati Parigi moutong, Richard A Djanggola saat di china bersama pengusaha yang disebut menjadi pembeli durian Parigi moutong Source: (Foto/Dok Pribadi)

Parigi Moutong, gemasulawesi – Penjabat (Pj) Bupati Parigi moutong, Richard A Djanggola bersama istri dan sejumlah pejabat lainnya diduga menerima gratifikasi dari pengusaha asal China berupa penyediaan fasilitas gratis seperti, tiket pesawat Indonesia-China PP, Hotel dan pelayanan lainnya.

Penyediaan layanan fasilitas gratis oleh pengusaha asal China itu diduga diberikan kepada Pj Bupati Parigi moutong dan istri beserta pejabat lainnya yang ikut berangkat ke China disinyalir ada keterkaitan dengan investasi jual beli durian yang terkesan dimonopoli oleh satu pihak.

Aksi upaya monopoli pasar durian di Kabupaten Parigi Moutong, yang disinyalir dilakukan oleh sekelompok investor atau pengusaha WNA asal Negeri China, seakan mendapatkan restu dari Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola.

Bagaimana tidak, rencana ekspor perdana durian jenis montong ke Negara China, pada awal tahun 2025 nanti, telah berhasil membawa Pj Bupati Parigi Moutong dan istri untuk berangkat menengok dan memaparkan komoditas durian di hadapan para investor di Negeri Tirai Bambu itu.

Baca Juga:
Disebut Petani Durian Terancam Gulung Tikar, Begini Penjelasan Kepala Bapenda Parigi Moutong

Tak tanggung-tanggung keberangkatan selama sepuluh hari itu, disebut pembiayaannya ditanggung pihak investor atau pengusaha.

Bahkan, Pj Bupati tidak hanya memboyong istrinya, melainkan memboyong beberapa pejabat daerah yakni, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Yasir, Kabag Prokopim Setda, Sri Nur Rahma dan seorang honorer di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Parigi Moutong, yang diketahui sebagai istri dari Ka Bapenda.

Berdasarkan penelusuran gemasulawesi, dalam keberangkatan, PJ Bupati Parigi moutong yang juga anak dari mantan gubernur Sulteng dua periode itu, bersama rombongannya diduga menerima gratifikasi berupa sejumlah fasilitas mewah dari sang pengusaha atau investor asal China.

Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola yang beberapa kali dihubungi media ini lewat nomor handphone pribadinya 0811450xxx, belum memberikan keterangan apapun soal dugaan gratifikasi tersebut.

Baca Juga:
Petani Merugi Terancam Gulung Tikar, Ada Oknum Pejabat Diduga Terlibat Muluskan Aksi Investor Beli Murah Durian di Sulawesi Tengah

Hingga berita ini diterbitkan, Richard A Djanggola diketahui telah memblokir nomor wartawan media ini.

Sementara, Kepala Bapenda Parigi Moutong, Mohammad Yasir yang bertandang di Kantor media ini, Sabtu 16 November 2024, dalam klarifikasinya membenarkan terkait keberangkatan tersebut.  

Yasir mengakui keberangkatan pihaknya bersama rombongan  Pj Bupati seluruhnya dibiayai oleh pihak perusahaan asal China tersebut.

"Yang berangkat saat itu ada Pj Bupati bersama istri, Kabag Prokopim Setda, saya dan istri," ujar Yasir.

Baca Juga:
Wow! Ada Oknum Pejabat Teras Parigi Moutong Diduga Terseret Dalam Pusaran Mafia Ekspor Durian

Lanjut Yasir, keberangkatan pihaknya bersama rombongan Pj, sama sekali tidak menggunakan SPPD melainkan dibiayai perusahaan eksportir buah yang ada di Negara China.

Ia menampik jika pembiayaan tersebut masuk dalam kategori gratifikasi, karena perusahaan yang mereka kunjungi itu adalah, perusahaan yang membeli hasil ekspor durian asal Kabupaten Parigi Moutong bukan investor yang menanamkan modal di daerah.

"Perjalanan kami kemarin selama 10 hari. Status pegawai saya saat itu sedang cuti. Jadi, kami tidak menggunakan SPPD. Tetapi keberangkatan perjalanan kami full dibiayai oleh pihak perusahaan di China yang kebetulan mereka juga yang menjadi perusahaan tujuan ekspor durian Parigi Moutong," tutup Yasir. (FARA ZAENONG)

...

Artikel Terkait

wave

Disebut Petani Durian Terancam Gulung Tikar, Begini Penjelasan Kepala Bapenda Parigi Moutong

Yasir menampik jika ada petani yang terancam gulung tikar akibat rendahnya nilai jual durian kepada investor saat ekspor perdana.

Fakta dan Profil Murtala Ilyas, Gembong Narkoba yang Ikut Kabur dari Rutan Salemba, Ternyata Sudah 3 Kali Tertangkap

Berikut ini profil dan beberapa fakta terkait Murtala Ilyas, sosok gembong narkoba yang ikut kabur dari rutan Salemba Jakarta

Unik! Pelaku Perampokan Auriga Mart Tulungagung Jatim Tertangkap Bukan Karena CCTV, Begini Penjelasan Polisi

Perampok toko swalayan Auriga Mart di Tulungagung Jawa Timur sukses ditangkap pihak Kepolisian, begini penyebab tertangkapnya pelaku

Diduga Gangster dan Hendak Tawuran, Polsek Maja Lebak Banten Borgol dan Suruh Puluhan Anak di Bawah Umur Jalan Jongkok

Puluhan anak di bawah umur diamankan Polsek Maja Lebak Banten karena diduga anggota gangster dan hendak melakukan tawuran

Kronologi Terbongkarnya Tempat Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Malang Jatim, Berawal dari Kematian Anjing

Tempat penampungan calon pekerja migran ilegal di Malang, Jawa Timur baru-baru ini berhasil diungkap oleh Polisi, begini kronologinya

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;