Viral Skandal Pabrik Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin, Oknum ASN dan Politisi Ikut Terlibat, Begini Kata Rektor

Ilustrasi. Kasus uang palsu di UIN Alauddin, Gowa, ungkap politisi nyaris maju Pilkada terlibat jaringan kriminal.
Ilustrasi. Kasus uang palsu di UIN Alauddin, Gowa, ungkap politisi nyaris maju Pilkada terlibat jaringan kriminal. Source: Foto/Pixabay

Gowa, gemasulawesi - Skandal pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Gowa, Sulawesi Selatan, mencuat dan menjadi sorotan publik. 

Pabrik ini beroperasi di gedung perpustakaan kampus yang terletak di Samata, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu. 

Fakta bahwa kampus dijadikan tempat produksi uang palsu memicu keprihatinan luas, terutama dari kalangan civitas akademika.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, dan seorang staf kampus terlibat langsung dalam aktivitas ilegal tersebut. 

Baca Juga:
Panik! Mobil Sedan yang Terbakar di Margonda Raya Depok Sebabkan Arus Lalu Lintas Lumpuh Sejam Lebih, Begini Kronologinya

Polisi kemudian mengungkap bahwa sindikat ini tak hanya mencetak uang palsu dalam jumlah kecil, tetapi juga membeli mesin cetak besar seharga Rp600 juta untuk memperluas operasinya.

Salah satu dari tiga tersangka yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO) adalah ASS, seorang politisi yang sempat berniat maju dalam Pilkada 2024. 

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa ASS sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar pada 2013, tetapi tidak berhasil. 

ASS juga diketahui mengajukan proposal kerja sama untuk mendanai Pilbup Barru 2024, meski ditolak oleh calon kepala daerah di sana.

Baca Juga:
Ganjar Pranowo Bingung dengan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Bakal Maafkan Koruptor: Kan Ada Proses Hukumnya

"Pabrik uang palsu ini awalnya beroperasi di rumah ASS di Jalan Sunu, Kota Makassar, dengan skala kecil. Namun, setelah mendapatkan mesin cetak lebih besar, produksinya meningkat pesat," ujar Irjen Pol Yudhiawan pada Jumat, 20 Desember 2024.

ASS diduga menjadi penyandang dana utama dalam pengadaan mesin cetak dan bahan baku untuk produksi uang palsu yang kemudian dipindahkan ke kampus UIN Alauddin.

Rektor UIN Alauddin, Hamdan Juhannis, mengaku sangat malu atas kejadian ini. Ia menyebut insiden tersebut sebagai pukulan telak bagi reputasi kampus yang selama ini dibangun dengan susah payah. 

"Saya merasa tertampar. Segala upaya untuk membangun nama baik kampus seakan runtuh dalam sekejap akibat perbuatan oknum ini," ujarnya.

Baca Juga:
Cara Mengatasi Lag Input Keyboard di Windows 10 dan 11: Perbaikan Cepat untuk Keterlambatan yang Mengganggu

Hamdan juga menyatakan dukungan penuh terhadap aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. 

Sebagai bentuk tindakan tegas, Andi Ibrahim dan staf yang terlibat langsung dalam pencetakan uang palsu telah dipecat dengan tidak hormat. 

"Keduanya sudah diberhentikan secara tidak hormat sebagai bentuk komitmen kami untuk menjaga integritas kampus," tegasnya.

Pabrik uang palsu ini diduga memiliki jaringan yang sistematis. Dalam penggerebekan, polisi menemukan sejumlah uang palsu serta bahan baku di lokasi kampus. 

Baca Juga:
Mengenal Lebih Dalam Vivo X200, dengan Zoom 100x dan Baterai 5600 mAh: Apakah Ini adalah Pilihan yang Bagus?

Kasus ini tidak hanya merusak citra UIN Alauddin, tetapi juga mencerminkan penyalahgunaan fasilitas pendidikan untuk aktivitas kriminal.

Sementara itu, polisi terus memburu ASS dan dua tersangka lainnya yang masih buron. Irjen Pol Yudhiawan menegaskan bahwa pihaknya akan menindak semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu. 

"Kami berkomitmen untuk memberantas jaringan ini dan mengembalikan kepercayaan masyarakat," ujarnya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Panik! Mobil Sedan yang Terbakar di Margonda Raya Depok Sebabkan Arus Lalu Lintas Lumpuh Sejam Lebih, Begini Kronologinya

Penyebab kebakaran mobil sedan di Margonda Raya Depok masih diselidiki. Arus lalu lintas sempat terhenti total.

Mahasiswa UIN Datokarama Palu Berhasil Meraih Juara 1 Lomba Debat yang Diadakan HMPS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Palopo

Juara 1 lomba debat yang diadakan oleh HPMS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Palopo berhasil diraih oleh mahasiswa UIN Datokarama Palu.

Sulawesi Tengah Surplus Beras Sebanyak 137.500 Ton Tahun 2024 dari Jumlah Produksi 449.675 Ton

Provinsi Sulawesi Tengah surplus beras 137.500tahun 2024 dari jumlah produksi yang sebanyak 449.675 ton beras.

KN SAR Bhisam Dikerahkan untuk Evakuasi 20 Orang Nelayan yang Alami Kecelakaan di Perairan Luwuk Banggai

Evakuasi 20 orang nelayan yang mengalami kecelakaan di perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, KN SAR Bhisam dikerahkan.

FKUB Toraja Utara Berkunjung ke FKUB Sulteng Sebagai Upaya Mengoptimalkan Pembangunan

FKUB Kabupaten Toraja Utara dilaporkan melakukan kunjungan ke FKUB Sulawesi Tengah sebagai upaya mengoptimalkan pembangunan.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;