Mabuk Berat! Pemuda di Sleman Mengamuk karena Kuah Gulai Habis, Karyawan Rumah Makan Padang Ini Jadi Korban Penganiayaan

Pemuda mabuk di Sleman menganiaya karyawan rumah makan Padang karena kuah gulai habis. Insiden viral di media sosial.
Pemuda mabuk di Sleman menganiaya karyawan rumah makan Padang karena kuah gulai habis. Insiden viral di media sosial. Source: Foto/Instagram @fakta.indo

Sleman, gemasulawesi - Insiden mengejutkan terjadi di sebuah rumah makan Padang di Godean, Sleman, Yogyakarta belum lama ini.

Sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk mengamuk dan menganiaya karyawan setelah mengetahui kuah gulai yang mereka pesan telah habis. 

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB, ketika tujuh pemuda selesai menyantap makanan di tempat tersebut.

Menurut keterangan karyawan berinisial S, keributan bermula ketika dua dari tujuh pemuda meminta tambahan kuah gulai. 

Baca Juga:
Tragis! Kecewa Karena Diputuskan, Pria Mabuk di Sukabumi Nekat Bakar Rumah Kekasihnya, Ini Tindakan Polisi

Saat dijelaskan bahwa kuah telah habis karena sudah larut malam, emosi mereka memuncak hingga salah satu pelaku, yang mengenakan jaket hijau, menendang dan memukul karyawan. 

“Sudah makan semua, terus itu tujuh orang kurang lebih. Salah satu yang lebih tua tanya soal kuah. Saya jelaskan memang sudah habis. Kayaknya mereka habis merayakan tahun baru, bau alkoholnya tercium, mungkin mabuk,” jelas S, dikutip pada Jumat, 3 Januari 2024.

Rekaman CCTV yang merekam insiden tersebut menunjukkan salah satu pelaku bertindak agresif, memukul meja, dan kemudian menganiaya karyawan. 

Para pelaku diduga mabuk berat, sehingga tidak dapat mengendalikan diri. Kejadian ini sempat menarik perhatian pengunjung lain di rumah makan tersebut, meski akhirnya situasi dapat diredakan oleh karyawan lain dan beberapa warga sekitar.

Baca Juga:
Jelajahi Misteri iOS 18.2: Inilah Sepuluh Fitur-fitur Rahasia yang Bisa Anda Coba di iPhone dengan OS Ini

Meski sempat terjadi kekerasan, kejadian ini diselesaikan secara damai antara pihak rumah makan dan kelompok pemuda. 

Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak melanjutkan masalah ke jalur hukum. Namun, trauma akibat kejadian tersebut masih dirasakan oleh para karyawan.

“Kami hanya bekerja sesuai dengan yang ada. Kalau memang kuah sudah habis, kami tidak bisa menyediakannya lagi. Harapannya pengunjung bisa lebih memahami situasi dan menghargai kami sebagai pekerja,” ungkap S.

Rekaman CCTV insiden ini tersebar luas di media sosial, memicu beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang mengecam tindakan para pemuda tersebut sebagai perilaku tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Rumah Seorang Warga Palestina di Tepi Barat

"Jangan mau damai, penjarakan saja," komentar akun @um***.

Sebagian besar warganet menilai bahwa mabuk bukan alasan untuk bertindak kasar terhadap pekerja.

Meski sudah diselesaikan secara kekeluargaan, pihak rumah makan mempertimbangkan untuk meningkatkan keamanan, khususnya pada malam hari. 

Kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk semua pihak, baik pengunjung maupun pekerja, agar selalu menjaga etika dan menghargai satu sama lain. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tragis! Kecewa Karena Diputuskan, Pria Mabuk di Sukabumi Nekat Bakar Rumah Kekasihnya, Ini Tindakan Polisi

Pria di Sukabumi bakar rumah kekasih akibat sakit hati. Polisi buru pelaku, ini fakta lengkap kejadian tragisnya.

Kodim Mamuju Berikan Edukasi kepada Masyarakat agar Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Bersih

Masyarakat diberikan edukasi oleh Kodim 1418 Mamuju, Sulawesi Barat, agar menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih.

Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Sebut Inflasi Bulanan pada Desember 2024 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi Nasional

Inflasi bulanan pada bulan Desember 2024 lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 0,44 persen di Sulawesi Tenggara.

Polda Sulteng Selamatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar 4,7 Miliar Rupiah dari Kasus Tindak Pidana Korupsi selama 2024

Kerugian keuangan negara sebesar 4,7 miliar rupiah dari kasus tindak pidana korupsi diselamatkan oleh Polda Sulawesi Tengah selama 2024.

Gubernur Sulteng Menonaktifkan Penugasan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Penugasan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, dinonaktifkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.

Berita Terkini

wave

Akhirnya Tampil di Bioskop Indonesia, Inilah Sinopsis Crocodile Tears, Film yang Tayang di Festival Film Internasional Toronto 202

Film Crocodile Tears yang tayang di Festival Film Internasional Toronto 2024 akhirnya akan tayang di bioskop Indonesia, berikut sinopsisnya

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi


See All
; ;