Pilu! Kakak Beradik Berusia 5 dan 3 Tahun Ditemukan Tewas Usai Tenggelam di Kali Bekasi, Begini Kata Ibu Korban

Dua kakak beradik tenggelam di Kali Bekasi saat bermain. Tim SAR berhasil menemukan jasad setelah pencarian intensif.
Dua kakak beradik tenggelam di Kali Bekasi saat bermain. Tim SAR berhasil menemukan jasad setelah pencarian intensif. Source: Foto/Pexels

Bekasi, gemasulawesi - Peristiwa tragis terjadi di Kali Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur dan meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. 

Dua bocah kakak beradik, Muhammad Azril Ramdhani (5) dan Muhammad Hafiz Akhtar (3), dilaporkan tenggelam setelah bermain di sekitar bantaran sungai. 

Insiden ini memicu perhatian karena kedua korban diketahui sempat pamit kepada orang tuanya sebelum kejadian.

Orang tua korban, Winda, mengatakan kedua anaknya meminta izin bermain di depan rumah pada pagi hari. Ia juga telah memperingatkan mereka agar tidak pergi jauh.

Baca Juga:
Heboh! Ratusan Ijazah Alumni Stikom Bandung dari Tahun 2018 Mendadak Ditarik oleh Pihak Kampus, Ini Pelanggaran yang Ditemukan

“Saya bilang jangan main ke lapangan. Mereka mengiyakan, tetapi beberapa saat kemudian saya tidak lagi mendengar suara mereka,” ungkap Winda, pada Jumat, 17 Januari 2025.

Ketika mencari keberadaan anak-anaknya, Winda menemukan sandal dan pakaian mereka di tepi Kali Bekasi. Ia pun segera meminta bantuan warga sekitar.

Ketua RT setempat langsung menghubungi tim SAR gabungan dari Damkar dan BPBD Kota Bekasi untuk melakukan pencarian. 

Pencarian dimulai dengan penyisiran menggunakan perahu karet dan pengamatan visual dari darat sejauh lima kilometer dari titik awal tenggelam. 

Baca Juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Pagar Laut di Tangerang, Denny Siregar: Berarti Bukan Kaleng-kaleng yang Bangun

Pada Kamis sore, Muhammad Azril Ramdhani ditemukan terlebih dahulu dalam kondisi tak bernyawa, tersangkut di ranting pohon sekitar satu kilometer dari lokasi awal.

Rahmat, salah satu anggota Tim Rescue Damkar Bekasi, menjelaskan bahwa medan pencarian cukup menantang karena arus sungai yang deras dan rintangan di sepanjang aliran sungai. 

“Korban pertama ditemukan di antara ranting, kondisinya sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Pencarian Muhammad Hafiz Akhtar dilanjutkan hingga Jumat hari ini. Akhirnya, jasad Hafiz ditemukan mengapung sekitar dua kilometer dari lokasi awal tenggelam. 

 

Warga yang sedang mencari ikan melaporkan penemuan tersebut kepada Tim SAR. 

Rizky Dwianto, Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi terapung di permukaan air. 

"Korban ditemukan oleh warga di radius dua kilometer dari lokasi tenggelam," ujar Rizky.

Jenazah kakak beradik itu langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Kedua korban akan dimakamkan di kampung halaman mereka di Tegal, Jawa Tengah.

Insiden tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area berbahaya seperti sungai. 

Pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan pengamanan di lokasi rawan, termasuk pemasangan rambu-rambu bahaya di sepanjang aliran Kali Bekasi. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tragedi ini telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada dan peduli terhadap keselamatan anak-anak. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh! Ratusan Ijazah Alumni Stikom Bandung dari Tahun 2018 Mendadak Ditarik oleh Pihak Kampus, Ini Pelanggaran yang Ditemukan

Stikom Bandung membatalkan ijazah 233 alumni akibat kejanggalan akademik, termasuk ketidaksesuaian SKS dan tes plagiasi skripsi.

Sempat Cium Bau Lauk Basi, Siswa SD di Sukoharjo Keracunan usai Santap Menu Program Makan Bergizi Gratis

Sejumlah siswa di SDN Dukuh 03 Sukoharjo mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program makan bergizi gratis

BPMP dan AWI Sulawesi Tenggara Berikan 87 Paket Makan Bergizi Gratis kepada Murid SD di Pesisir Kota Kendari

87 paket makan bergizi gratis diberikan oleh BPMP dan AWI Sulawesi Tenggara kepada murid SD di pesisir Kota Kendari.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Menebar 1.000 Terumbu Karang Buatan di Pesisir Perairan Kabupaten Mamuju

Sebanyak 1.000 terumbu karang buatan ditebar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di pesisir perairan Kabupaten Mamuju.

Bupati Sigi Terus Mendorong Pelestarian Budaya Lokal Seperti Melalui Lomba Karapan Sapi

Pelestarian budaya lokal seperti melalui lomba karapan sapi terus didorong oleh Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;