Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Pagar Laut di Tangerang, Denny Siregar: Berarti Bukan Kaleng-kaleng yang Bangun

Foto pegiat medsos, Denny Siregar yang baru-baru ini menyoroti perintah Presiden Prabowo untuk cabut pagar laut di Tangerang
Foto pegiat medsos, Denny Siregar yang baru-baru ini menyoroti perintah Presiden Prabowo untuk cabut pagar laut di Tangerang Source: (Foto/Instagram/@dennysirregar)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Denny Siregar menyoroti kasus pagar misterius di pesisir laut Tangerang Banten, yang menyebabkan Presiden Prabowo Subianto harus turun tangan.

Diketahui pagar yang terbuat dari bambu ini menimbulkan pertanyaan besar karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas pembangunannya.

Selain itu, keberadaan pagar ini disebut merugikan nelayan setempat, yang aktivitasnya terganggu akibat terhalang oleh struktur tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pencabutan pagar tersebut.

Baca Juga:
Cendikiawan NU Nadirsyah Hosen Soal Muhammadiyah yang Polisikan Pemasang Pagar Laut Tangerang: Alhamdulillah

"Pertama, itu disegel. Kemudian yang kedua beliau (Presiden Prabowo) perintahkan untuk dicabutkan," ujar Muzani di Jakarta.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan permasalahan yang mengganggu masyarakat segera selesai.

Pegiat media sosial, Denny Siregar, dalam unggahan di akun Instagram resminya @dennysiregar pada Kamis, 16 Januari 2025, menyoroti langkah Presiden Prabowo ini dengan rasa heran.

Ia mempertanyakan mengapa kasus pagar laut ini sampai memerlukan intervensi langsung dari Presiden.

Baca Juga:
Luhut Usul Family Office Dibentuk Februari 2025, Eks Stafsus Menkeu RI: Rasanya Kita Akan Dijauhi Investor

"Gile, masalah gini aja sampe Presiden yang harus turun langsung. Berarti bukan kaleng-kaleng yg bangun," tulis Denny.

Unggahannya ini juga disertai dengan berita mengenai perintah Presiden Prabowo terkait pencabutan pagar tersebut, yang semakin memancing diskusi di kalangan warganet.

Tanggapan warganet atas unggahan Denny juga cukup beragam, mulai dari yang mendukung langkah Presiden hingga yang mengkritisi pihak di balik pembangunan pagar itu.

Salah satu komentar dari akun @yus*** menulis, "Monggo pak Prab...waktu dan tempat dipersilahkan, semua yang miring-miring butuh ketegasan bapak untuk meluruskan."

Baca Juga:
Anggota DPD Komeng Sampaikan Candaan Saat Tanggapi Pagar Laut di Tangerang, Said Didu: Kali Ini Gak Lucu

Sementara itu, akun @mar*** menyampaikan rasa kagumnya, "Presiden loh sampe turun langsung soal begini."

Ada juga yang menduga bahwa ada kekuatan besar di balik proyek ini, seperti yang diungkapkan oleh akun @ket***, "Yang bangun ada bekingnya ... Yang dihadapi macan Asia... Sampai dimana drama ini."

Kasus ini menunjukkan bagaimana persoalan di tingkat lokal bisa menjadi perhatian nasional, terlebih jika menyangkut dampak signifikan bagi masyarakat.

Langkah Presiden Prabowo untuk mengatasi masalah ini diharapkan dapat segera memberikan solusi bagi nelayan yang terdampak, sekaligus mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik proyek pagar misterius tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Cendikiawan NU Nadirsyah Hosen Soal Muhammadiyah yang Polisikan Pemasang Pagar Laut Tangerang: Alhamdulillah

Cendikiawan NU, Nadirsyah Hosen menanggapi kabar Muhammadiyah yang akan melaporkan pemasang pagar misterius di laut Tangerang

Luhut Usul Family Office Dibentuk Februari 2025, Eks Stafsus Menkeu RI: Rasanya Kita Akan Dijauhi Investor

Mantan staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menanggapi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengusulkan pembentukan family office

Anggota DPD Komeng Sampaikan Candaan Saat Tanggapi Pagar Laut di Tangerang, Said Didu: Kali Ini Gak Lucu

Said Didu menanggapi komentar dari anggota DPD, Komeng terkait pagar misterius sepanjang 30 km di laut Tangerang, Banten

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Seminggu, Rocky Gerung Sebut Pemerintah Harus Terima Kritik Habis-habisan

Rocky Gerung menyebut pemerintah harus terbuka dengan banyak kritik terhadap program makan bergizi gratis yang sudah seminggu berjalan

Adi Prayitno Soal Siswa SD Medan yang Dihukum Belajar di Lantai Karena Nunggak SPP: Salahnya Para Pejabat Publik

Pengamat politik, Adi Prayitno salahkan para pejabat publik ketika soroti kasus siswa SD yang dihukum belajar di lantai karena nunggak SPP

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;