Tragis! Wanita Ini Ditemukan Tewas Dibunuh Pacar di Hotel Surabaya, Diduga Hamil 16 Minggu, Begini Kronologinya

Viral seorang wanita berusia 24 tahun ditemukan tewas lantaran dibunuh oleh kekasihnya di sebuah hotel
Viral seorang wanita berusia 24 tahun ditemukan tewas lantaran dibunuh oleh kekasihnya di sebuah hotel Source: Pixabay/Ilustrasi jenazah

Surabaya, gemasulawesi - Tragis seorang wanita berusia 24 tahun berinisial MA ditemukan tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri. 

Kekasih berinisial MIP berusia 26 tahun, peristiwa tersebut terjadi di sebuah hotel Jalan Tunjungan Plaza, Kota Surabaya. 

Disebutkan korban MA sedang mengandung berusia 16 minggu dari sang kekasihnya. 

Baca Juga:
Soroti Sosok Buzzer Rudi Valinka yang Diangkat Menkomdigi Jadi Stafsus, Geisz Chalifah: Dia Memang Pecundang

Pihak kepala Polsek Genteng, Grandika Indera mengungkapkan fakta yang mengejutkan berdasarkan hasil otopsi dari korban MA yang dilakukan di RSUD Dr. Soetomo. 

Baca Juga:
Program Makan Bergizi Gratis Sebabkan Siswa di Sukoharjo Keracunan, Begini Reaksi Presiden Prabowo Subianto

'Ternyata ada fakta berdasarkan dari hasil pemeriksaan otopsi korban MA, jadi di sana ditemukan janin yang usianya sekitar 12-16 minggu,' ungkapnya. 

Namun, pihak polisi belum dapat memastikan apakah janin tersebut benar dari hasil hubungan pelaku dengan korban.

'Untuk membuktikan hal ini, kami juga memerlukan hasil pemeriksaan tes DNA, apakah janin ini merupakan hasil hubungan dari pelaku atau bukan, dan hasil tes DNA tersebut belum keluar,'sebutnya.

Baca Juga:
Komentari Program Makan Bergizi Gratis, Darius Sinathrya Sarankan Pemerintah Gandeng Ibu-ibu Kantin SekSekol

MIP merupakan seorang warga Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Baca Juga:
Hilmi Firdausi Tanggapi Usulan Makan Bergizi Gratis Pakai Dana Zakat: Kesalahan Besar, Jangan Dipaksakan

Dirinya pun mengakui bahwa tidak mengetahui apabila pihak MA tengah mengandung saat melakukan tindakan kekerasan berujung kematian tersebut. 

'Pernyataan pelaku bahwa pelaku sama sekali tidak mengetahui korban sedang hamil, terlebih lagi saat dirinya melakukan tindakan pembunuhan terhadap korban,' katanya. 

Dari hasil otopsi korban MA meninggal dunia lantaran dicekik oleh pelaku. 

Baca Juga:
Hilmi Firdausi Tanggapi Usulan Makan Bergizi Gratis Pakai Dana Zakat: Kesalahan Besar, Jangan Dipaksakan

Sebab tim forensik menemukan bagian luka di bagian lehernya yang mengindikasikan penyebab dari kematian tersebut. 

'Dari hasil otopsi tersebut memang benar korban meninggal dunia karena dicekik dan ada bekas yang menunjukkan luka di arah sana, jadi sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh pelaku,' imbuhnya. 

Dari perbuatannya tersebut, pelaku MIP pun mendapatkan hukuman pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan, yang mengancamnya hingga lima belas tahun penjara. 

Sebelumnya pihak polisi menerima laporan adanya kasus pembunuhan di lokasi pada saat pukul 04.00 WIB. (*/Ayu Sisca Irianti) 

...

Artikel Terkait

wave

Tanggapi Pemprov Jakarta yang Terbitkan Aturan Tentang Poligami Bagi ASN, Denny Siregar: Apa Perlunya?

Denny Siregar memberikan tanggapan terhadap Pemprov Jakarta yang menerbitkan aturan terkait poligami bagi ASN di wilayahnya

Dinas Sosial Sulawesi Selatan Membentuk Forum OPD di 24 Kabupaten dan Kota Sebagai Upaya Peningkatan SDM

Forum OPD Dinas Sosial di 24 kabupaten dan kota dibentuk oleh Dinas Sosial Sulawesi Selatan sebagai upaya peningkatan SDM.

Dinas TPH Sulteng Sebut Sekitar 55.628 Hektare Lahan Ditargetkan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan Jagung

Sekitar 55.628 hektare lahan, disebutkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, ditargetkan untuk pengembangan jagung.

Bulog Sulawesi Tenggara Sebut Penyerapan Beras Petani Sebanyak 33 Ribu Ton Sepanjang Tahun 2024

Penyerapan beras petani di wilayah Bumi Anoa, disebutkan Bulog Sulawesi Tenggara, sebanyak 33 ribu ton sepanjang tahun 2024.

Viral Siswa di Lampung Terpaksa Naik Perahu Saat Berangkat Sekolah, Pembangunan Jembatan Mangkrak Jadi Penyebab

Viral sejumlah siswa di Lampung Timur teraksa naik perahu saat hendak berangkat ke sekolah, hal itu karena jembatan penghubung mangkrak

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;