Baru Bongkar 50 Persen Pagar Laut Tangerang, TNI AL Ungkap Adanya Kendala yang Menyulitkan Proses Pembongkaran

Potret para anggota TNI AL ketika melakukan pembongkaran pagar laut di Tangerang
Potret para anggota TNI AL ketika melakukan pembongkaran pagar laut di Tangerang Source: (Foto/Instagram/@tni_angkatan_laut)

Tangerang, gemasulawesi - TNI Angkatan Laut (TNI AL) baru-baru ini mengungkapkan adanya beberapa kendala dalam proses pembongkaran pagar laut di perairan Tangerang, Banten.

Proses ini menjadi perhatian publik setelah pagar sepanjang 30,16 kilometer yang berada di wilayah 16 desa di enam kecamatan Kabupaten Tangerang mulai dibongkar atas perintah Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Pembongkaran pagar ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta nelayan setempat.

Namun, dalam pelaksanaannya, tim menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Baca Juga:
Bekerja di Pertambangan Emas Tanpa Izin Sukabumi, 6 Penambang Liar Ditangkap, Begini Kata Polisi usai Tangkap Pelaku

Hal ini menyulitkan kapal-kapal yang bertugas untuk menarik bambu yang digunakan sebagai pagar laut. 

Selain itu, banyaknya keramba menjadi hambatan dalam manuver kapal.

"Banyaknya keramba berukuran besar mengganggu manuver kapal menarik bambu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama I Made Wira Hady pada Selasa, 28 Januari 2025.

Hingga saat ini, proses pembongkaran pagar laut telah melebihi 50 persen dari total panjang pagar.

Baca Juga:
Ada Dugaan Penggelapan Dana KIP Siswa di SMK Negeri 52 Jakarta, Begini Tanggapan dari Disdik Jakarta

Di mana diketahui sudah 18,7 kilometer pagar yang terbongkar, dari total panjang keseluruhan 30.16 kilometer.

Berdasarkan laporan TNI AL, sebanyak 18,7 kilometer pagar telah berhasil dibongkar oleh tim gabungan. Wilayah yang telah mengalami pembongkaran berada di sekitar perairan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Mauk, dan Kronjo.

Untuk mempercepat proses pembongkaran, TNI AL telah mengerahkan sejumlah peralatan, termasuk dua kapal jenis Kal/Patkamla, enam Sea Rider, 12 PK, lima RBB, dan dua RHIB.

Selain itu, puluhan kapal nelayan juga turut membantu dalam upaya ini.

Baca Juga:
Petugas Lapas Kelas IIA Baubau Menemukan 8 Ponsel saat Melaksanakan Razia Blok Hunian Narapidana

Kehadiran berbagai alat dan kapal ini diharapkan dapat mempermudah tim dalam menyelesaikan pembongkaran pagar laut yang masih tersisa.

Keberadaan pagar laut ini sempat mengundang perhatian luas karena dinilai mengganggu aktivitas nelayan di wilayah tersebut.

Setelah muncul berbagai keluhan dan diskusi publik, akhirnya TNI AL melakukan pembongkaran atas perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proses ini dapat segera diselesaikan demi kepentingan nelayan dan kelancaran aktivitas perairan di wilayah tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bekerja di Pertambangan Emas Tanpa Izin Sukabumi, 6 Penambang Liar Ditangkap, Begini Kata Polisi usai Tangkap Pelaku

Polres Sukabumi baru-baru ini mengamankan enam orang terduga penambang emas liar di kawasan pertambangan emas tanpa izin di Sukabumi

Ada Dugaan Penggelapan Dana KIP Siswa di SMK Negeri 52 Jakarta, Begini Tanggapan dari Disdik Jakarta

Begini tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan Jakarta terkait adanya dugaan penggelapan dana KIP di SMK Negeri 52 Jakarta

Petugas Lapas Kelas IIA Baubau Menemukan 8 Ponsel saat Melaksanakan Razia Blok Hunian Narapidana

Sebanyak 8 ponsel dikabarkan ditemukan oleh petugas Lapas Kelas IIA Baubau ketika melaksanakan razia blok hunian narapidana.

Pemkot Makassar Alokasikan Anggaran 100 Miliar Rupiah untuk Pembangunan Infrastruktur

Anggaran infrastruktur sebesar 100 miliar rupiah disiapkan oleh Pemkot Makassar untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan.

Bermain Air di Pantai Drini Gunungkidul, Belasan Pelajar dari SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak Besar, Begini Kronologinya

Ombak besar di Pantai Drini menyapu 14 siswa, tiga meninggal dunia, satu hilang, dan sembilan lainnya berhasil diselamatkan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;