Geger! 2 Oknum Polisi Diduga Peras Kepala Sekolah SMK di Nias, Rp400 Juta Diamankan

Ilustrasi. Dua oknum polisi terlibat pemerasan kepala sekolah SMK di Nias, Rp400 juta diamankan usai penyelidikan.
Ilustrasi. Dua oknum polisi terlibat pemerasan kepala sekolah SMK di Nias, Rp400 juta diamankan usai penyelidikan. Source: Foto/Pexels

Nias, gemasulawesi - Dua anggota polisi diduga terlibat kasus pemerasan terhadap kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nias, Sumatra Utara. 

Mereka kini telah diamankan dan ditempatkan di tempat khusus (dipatsus) oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Paminal) Polri. Dugaan pemerasan ini berkaitan dengan dana alokasi khusus yang diperuntukkan bagi kegiatan sekolah tersebut.

Kepala Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, Irjen. Pol. Cahyono Wibowo, mengungkapkan bahwa kasus ini tengah ditangani dengan serius. 

"Terkait masalah pemerasan dalam pengelolaan dana alokasi khusus untuk kegiatan sekolah SMK di Sumatra Utara. Saat ini, ada dua calon tersangka yang sudah diamankan dan dipatsus di Paminal," ujarnya, dikutip pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Baca Juga:
Raup Keuntungan Fantastis! Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Jakarta dan Bekasi Terbongkar, Polisi Tangkap 9 Pelaku

Pengungkapan kasus ini bermula dari rencana operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tim gabungan dari Kortastipidkor, Paminal, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Namun, rencana tersebut gagal terlaksana karena informasi mengenai OTT bocor sebelum eksekusi dilakukan. Akibatnya, tim penyidik harus melakukan langkah lain untuk mengusut dugaan pemerasan ini.

Meski OTT tidak berhasil, penyelidikan tetap berlanjut. Hasil investigasi mengungkap adanya tindak pidana yang mengarah pada pemerasan. 

Saat penindakan dilakukan, tim berhasil mengamankan uang sebesar Rp400 juta yang diduga merupakan hasil pemerasan dari dana sekolah.

Baca Juga:
1582 Bidang Tanah Milik Pemda Parigi Moutong Disebut Belum Miliki Sertifikat dan Beralamat Tidak Jelas

Saat ini, penyidik masih mendalami keterlibatan kedua oknum tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut serta dalam kasus ini. 

Jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi sanksi hukum yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya bertugas memberantas tindak pidana korupsi. 

Kepolisian memastikan akan menindak tegas setiap anggotanya yang terlibat dalam praktik korupsi atau pemerasan, guna menjaga integritas institusi serta kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:
Surya Paloh Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran di Era Presiden Prabowo Subianto: Kita Berprasangka Baik

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Publik pun menunggu langkah hukum selanjutnya terhadap kedua oknum yang telah diamankan. 

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi institusi pendidikan agar lebih berhati-hati dalam pengelolaan dana sekolah. 

Diharapkan, transparansi dan pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah kejadian serupa terulang. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum harus terus dijaga dengan tindakan yang adil dan transparan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

1582 Bidang Tanah Milik Pemda Parigi Moutong Disebut Belum Miliki Sertifikat dan Beralamat Tidak Jelas

BPK mensinyalir ada sejumlah bidang tanah milik Pemda Parigi moutong yang tidak memiliki alamat yang jelas sehingga diragukan keberadaannya.

Disperindag Sigi Pastikan Ketersediaan Cabai Rawit Merah Tetap Lancar dan Terkendali Menjelang Bulan Ramadhan

Ketersediaan cabai rawit merah dipastikan Disperindag Sigi tetap lancar dan terkendali menjelang bulan Ramadhan tahun 2025.

Jelang Rakor PB Alkhairaat di Parigi Moutong, Ketua Panitia Lokal Pastikan Persiapan Lancar dan Rampung

Ketua panitia lokal, Ibrahim pastikan persiapan rakor pengurus besar Alkhairaat di Parigi Moutong rampung 95 persen

Pemkab Parigi Moutong Gelar Malam Persahabatan Antar Agama untuk Pererat Kerukunan dan Jaga Keberagaman Daerah

Pemkab Parigi Moutong hadiri malam persahabatan lintas agama & Ormas di kafe Parigi, Jumat malam 14 Februari 2025.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;