Bulog Sulawesi Tengah Memulai Proses Penyerapan Beras Petani Setempat Dukung Swasembada Pangan

Ket. Foto: Bulog Sulteng Mulai Menyerap Beras Petani Setempat Mendukung Swasembada Pangan
Ket. Foto: Bulog Sulteng Mulai Menyerap Beras Petani Setempat Mendukung Swasembada Pangan Source: (Foto/ANTARA/Rangga Musabar)

Palu, gemasulawesi – Perum Bulog Sulawesi Tengah telah memulai proses penyerapan beras petani setempat sebagai bagian dari upaya mendukung target nasional swasembada pangan.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Heriswan, mengatakan upaya yang pihaknya lakukan menindaklanjuti instruksi Presiden RI menyediakan 3 juta ton beras.

Heriswan mengungkapkan penyerapan beras sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan juga ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.

“Sejak awal tahun, Bulog Sulawesi Tengah telah melakukan koordinasi dengan para petani lokal untuk memastikan hasil panen mereka dapat diserap dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Baca Juga:
Geger! 2 Oknum Polisi Diduga Peras Kepala Sekolah SMK di Nias, Rp400 Juta Diamankan

Dia menambahkan pihaknya menargetkan penyerapan beras petani sebanyak mungkin agar dapat mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

Sejak awal bulan Februari 2025, Bulog Sulawesi Tengah menyerap sekitar 290-an ton beras petani setempat.

Oleh karena itu, langkah ini terus direncanakan sehingga apa yang menjadi penugasan dapat terealisasi secara maksimal.

Dikutip dari Antara, dia menyatakan penyerapan beras petani akan terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan harga yang kompetitif.

Baca Juga:
1582 Bidang Tanah Milik Pemda Parigi Moutong Disebut Belum Miliki Sertifikat dan Beralamat Tidak Jelas

“Secara kualitas, beras petani sangat bagus seiring dengan berbagai sosialisasi dilakukan dengan pihak penggilingan untuk mempertahankan kualitas butiran beras utuh,” katanya.

Dia melanjutkan pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan instansi terkait dan juga para distributor untuk memperlancar distribusi beras ke pasar-pasar dan menjaga stok beras di gudang Bulog agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tengah.

Dia menyebutkan semua ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan stok beras tetap aman di pasar untuk menghindari kelangkaan yang dapat berimbas pada inflasi.

Dia menuturkan saat ini stok beras di gudang logistik Bulog Sulawesi Tengah sangat memadi sekitar 19 ribu ton diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama bulan Ramadhan 2025 hingga Idul Fitri nanti.

Baca Juga:
Disperindag Sigi Pastikan Ketersediaan Cabai Rawit Merah Tetap Lancar dan Terkendali Menjelang Bulan Ramadhan

“Jauh hari sebelumnya kami telah melakukan langkah antisipasi menjaga stabilitas harga dan berbagai bahan pokok,” ungkapnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Geger! 2 Oknum Polisi Diduga Peras Kepala Sekolah SMK di Nias, Rp400 Juta Diamankan

Operasi OTT bocor, dua polisi terlibat dalam aksi pemerasan dana sekolah di Nias hingga akhirnya diamankan dan dipatsus.

1582 Bidang Tanah Milik Pemda Parigi Moutong Disebut Belum Miliki Sertifikat dan Beralamat Tidak Jelas

BPK mensinyalir ada sejumlah bidang tanah milik Pemda Parigi moutong yang tidak memiliki alamat yang jelas sehingga diragukan keberadaannya.

Disperindag Sigi Pastikan Ketersediaan Cabai Rawit Merah Tetap Lancar dan Terkendali Menjelang Bulan Ramadhan

Ketersediaan cabai rawit merah dipastikan Disperindag Sigi tetap lancar dan terkendali menjelang bulan Ramadhan tahun 2025.

Jelang Rakor PB Alkhairaat di Parigi Moutong, Ketua Panitia Lokal Pastikan Persiapan Lancar dan Rampung

Ketua panitia lokal, Ibrahim pastikan persiapan rakor pengurus besar Alkhairaat di Parigi Moutong rampung 95 persen

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;