Targetkan Investor untuk Industri Durian, Anggota DPRD Parigi Moutong Ajak Semua Pihak Jaga Kenyamanan di Daerah

Ilustrasi buah durian hasil panen di salah satu kebun durian di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
Ilustrasi buah durian hasil panen di salah satu kebun durian di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Source: (Foto/Pixabay/@najibzamri)

Parigi Moutong, gemasulawesi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Yushar, mengajak semua pihak untuk bekerja sama menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan aman di daerah.

Ajakan ini bertujuan agar investor lebih tertarik menanamkan modalnya, khususnya dalam industri durian di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Keberadaan investasi yang aman dan nyaman dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Yushar menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi investor agar mereka dapat menjalankan usaha dengan lancar.

Baca Juga:
Geger! WNA Australia Bentrok dengan Sekuriti Finns Beach Club di Bali, Ini Kronologi Lengkapnya

Menurut anggota DPRD dari Fraksi Hanura tersebut, masuknya investor dalam sektor industri durian akan mendatangkan berbagai manfaat, termasuk terbukanya peluang kerja bagi warga setempat.

"Kita harus bisa memastikan bahwa investasi durian di Parigi Moutong ini berjalan dengan lancar dan aman. Ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," jelas Yushar atau yang akrab disapa Ago, sebagaimana keterangan yang diterima Gemasulawesi pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Pernyataan ini disampaikan Yushar setelah adanya peristiwa penyampaian aspirasi oleh masyarakat Desa Lebo kepada salah satu pabrik durian yang berlokasi di wilayah tersebut.

Masyarakat menyampaikan harapan agar lebih banyak warga desa dapat bekerja di pabrik yang dimaksud.

Baca Juga:
Bank Indonesia Siapkan Uang Kebutuhan Ramadhan hingga Idul Fitri di Provinsi Sulawesi Tengah Senilai 2,24 Triliun Rupiah

Menanggapi hal tersebut, Yushar menilai bahwa peristiwa tersebut telah selesai dengan baik melalui jalur musyawarah.

Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak perlu dibesar-besarkan karena sudah mendapat respons dari pihak terkait.

"Peristiwa kemarin adalah penyampaian aspirasi masyarakat terhadap keinginan mereka untuk bisa bekerja di pabrik yang dimaksud. Saya juga kemarin mewakili DPRD Parigi Moutong menghadiri musyawarah di Kantor Desa Lebo. Musyawarah itu dihadiri pihak Polres, Kapolsek Parigi, pihak Koramil, pihak pabrik Minxing, Pemerintah Desa Lebo, dan masyarakat Desa Lebo," kata Yushar.

Lebih lanjut Yushar menjelaskan bahwa berdasarkan data pekerja di Pabrik Minxing, tercatat bahwa dari total 100 tenaga kerja, sebanyak 72 orang merupakan warga Desa Lebo.

Baca Juga:
Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah Melakukan Koordinasi ke Ditjen AHU dalam Upaya Mengoptimalkan Layanan Administrasi Hukum

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pekerja di pabrik tersebut berasal dari desa setempat, mencapai 72% dari total tenaga kerja yang dipekerjakan.

Menurut Yushar, angka ini menunjukkan bahwa pihak perusahaan telah mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja dari masyarakat lokal, meskipun tetap ada persyaratan tertentu untuk beberapa posisi yang membutuhkan keahlian khusus. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bank Indonesia Siapkan Uang Kebutuhan Ramadhan hingga Idul Fitri di Provinsi Sulawesi Tengah Senilai 2,24 Triliun Rupiah

Uang kebutuhan masyarakat pada bulan puasa hingga Lebaran 2025 di Provinsi Sulteng disiapkan BI senilai 2,24 triliun rupiah.

Geger! WNA Australia Bentrok dengan Sekuriti Finns Beach Club di Bali, Ini Kronologi Lengkapnya

Kericuhan di Finns Beach Club Bali antara sekuriti dan WNA Australia berujung pengeroyokan. Polisi mengungkap kronologi lengkapnya.

Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah Melakukan Koordinasi ke Ditjen AHU dalam Upaya Mengoptimalkan Layanan Administrasi Hukum

Koordinasi ke Ditjen AHU dilakukan Kanwil Kemenkum Sulteng dalam upaya mengoptimalkan layanan administrasi hukum.

Viral di Sosmed! Puluhan Siswa SMP Kabupaten Jember Kesurupan Hingga Berteriak Histeris Usai Upacara Bendera, Ini Faktanya

Viral di kanal sosial media puluhan siswa SMP Jember mengalami kesurupan setelah upacara bendera di pagi hari.

Aksi Kecelakaan Maut di Jember Libatkan Mobil Pikap dan Sepeda Motor Hingga 2 Korban Sepasang Kekasih Tewas, Begini Kronologinya

Aksi kecelakaan antara mobil pikap dan sepeda motor sebabkan dua orang tewas yang merupakan sepasang kekasih di Kabupaten Jember.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;