Kepala Bidang Kesehatan PPIH dari Debarkasi Makassar Imbau Jemaah Haji yang Tiba dan Alami Gejala Sakit Segera Memeriksakan Diri

Ket. Foto: Kepala Bidang Kesehatan PPIH dari Debarkasi Makassar Mengimbau Jemaah Haji yang Mengalami Gejala Sakit untuk Segera Memeriksakan Diri
Ket. Foto: Kepala Bidang Kesehatan PPIH dari Debarkasi Makassar Mengimbau Jemaah Haji yang Mengalami Gejala Sakit untuk Segera Memeriksakan Diri Source: (Foto/ANTARA/ HO-Debarkasi Makassar)

Makassar, gemasulawesi – dr M Imran, Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Daerah Kerja Makkah dari Debarkasi Makassar, mengimbau para jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air dan mengalami gejala sakit untuk segera memeriksakan diri.

Dalam keterangan persnya di Makassar, M Imran menyatakan jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air dan mengalami gejala sakit seperti sesak, batuk, demam, flu, dan sebagainya yang diimbau untuk segera periksa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

“Gejala sakit itu bisa timbul karena kondisi yang kurang fit setelah perjalanan ibadah haji,” ujarnya.

Dia menambahkan apabila gejala itu dirasakan kurang dari 14 hari sejak tiba dari Tanah Suci, segera diperiksa dokter dengan menceritakan riwayat perjalanan hajinya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:
Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong Puji Aksi FKPAPT yang Menanam 1000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Teluk Tomini

Dikutip dari Antara, dia mengimbau pada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan menjelang pemulangan ke Tanah Air.

Adanya gangguan penyakit pada jemaah haji yang rentan tidak terlepas dari kondisi cuaca di tanah suci Makkah dan juga Madina yang kini sedang memasuki masa puncak musim panas.

Sebagian jemaah haji yang masih melanjutkan ibadahnya di Tanah Suci, baik Makkah maupun Madinah diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang mencapai 47 derajat celsius.

Dia menyatakan pihaknya mengingatkan bahwa Arab Saudi saat ini telah memasuki puncak panas, yaitu bulan Juni-Juli.

Baca Juga:
Polda Bali Sebut Pelaku Penembakan Dua WNA Australia di Badung Diduga Adalah Warga Australia Sendiri

“Di mana pada hari ini saja, suhu di Makkah mencapai 45 derajat celsius,” ungkapnya.

Dia melanjutkan sementara itu, suhu di Madinah telah mencapai 47 derajat celsius dan ini akan terasa lebih panas karena keringnya udara dan juga kelembapan yang rendah.

Menurutnya, panasnya cuaca ini tentu akan memberikan dampak terhadap kesehatan jemaah haji. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong Puji Aksi FKPAPT yang Menanam 1000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Teluk Tomini

Aksi FKPAPT yang menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir pantai Teluk Tomini dipuji oleh Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong.

Polda Bali Sebut Pelaku Penembakan Dua WNA Australia di Badung Diduga Adalah Warga Australia Sendiri

Polisi menemukan titik terang dalam penyelidikan kasus penembakan terhadap dua warga negara Australia di Badung, Bali

Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Empat Sekolah di Donggala usai Terdampak Banjir Bandang

Kemendikdasmen RI menyerahkan bantuan kepada guru dan murid yang terkena dampak bencana banjir di Donggala Sulawesi Tengah

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumut pada 15-17 Juni 2025, Nelayan Perlu Waspadai Hal ini

BMKG menyampaika potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Provinsi Sumatera Utara pada 15-17 Juni 2025

Heboh 2 Turis Asal Australia Jadi Korban Penembakan di Vila Mewah Badung Bali, Satu Korban Tewas di Tempat

Kabar mengejutkan warga negara asing asal Australia menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal di Badung, Bali

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;