Enam Prioritas Pembangunan DIY 2026 Fokus Percepatan Ekonomi dan Peningkatan SDM

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Source: (Foto/ANTARA)

Daerah, gemasulawesi – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan enam prioritas utama dalam agenda pembangunan wilayah untuk tahun 2026 mendatang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan enam prioritas pembangunan tersebut saat menyampaikan penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah DIY mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD DIY yang digelar di Gedung DPRD DIY.

“Saya menekankan bahwa kebijakan ini fokus pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM. Pertumbuhan yang diharapkan bukan hanya kuantitatif, tapi juga berkualitas, merata, dan inklusif agar seluruh lapisan masyarakat bisa sejahtera,” ujar Sultan.

Sultan menjelaskan bahwa salah satu fokus pembangunan adalah menurunkan tingkat kemiskinan dan mengembangkan kehidupan ekonomi yang layak.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wakil Menteri Baru Kabinet Merah Putih

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengurangan ketimpangan sosial dan kewilayahan juga menjadi prioritas.

Selanjutnya, fokus pembangunan juga mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup yang aman serta berkelanjutan.

Enam fokus tersebut diambil berdasarkan tema Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DIY 2026, yaitu "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi secara Optimal."

Tema ini memuat tiga poin utama, yakni percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal.

Baca Juga:
Ada Oknum Pimpinan DPRD Disebut Bekingi Kades Sipayo Akibatkan Surat Bupati Jadi Teguran Ringan

Sultan menjelaskan, “Percepatan pertumbuhan ekonomi bertujuan mempercepat pembangunan yang sejalan dengan target nasional. Penguatan sektor unggulan fokus pada pariwisata, pertanian, dan manufaktur. Sedangkan pemanfaatan teknologi informasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor strategis.”

Ia memaparkan proyeksi indikator makroekonomi DIY tahun 2026, dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,1 persen hingga 5,9 persen, inflasi berada di kisaran 2,1 persen sampai 3,5 persen, serta tingkat kemiskinan diperkirakan antara 9,97 persen hingga 10,38 persen.

Target Pendapatan Daerah ditetapkan sebesar Rp5,22 triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,79 triliun, Pendapatan Transfer sebesar Rp3,41 triliun, dan pendapatan sah lainnya sekitar Rp7,85 miliar.

Sementara itu, rencana Belanja Daerah mencapai Rp5,50 triliun, terbagi menjadi belanja operasi sebesar Rp3,60 triliun, belanja modal Rp794,91 miliar, belanja tidak terduga Rp15 miliar, serta belanja transfer Rp1,08 triliun.

Baca Juga:
KAI Daop 1 Jakarta Berlakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara Antisipasi Demonstrasi

Dengan struktur tersebut, terjadi defisit anggaran sebesar Rp282,69 miliar yang akan ditutupi melalui penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp442,69 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp160 miliar.

Sri Sultan menjelaskan bahwa kebijakan pembiayaan diarahkan untuk memperkuat investasi daerah, terutama melalui pengeluaran pembiayaan yang mendukung kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Fokus kebijakan ini tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Tiga Jasad WNI Korban Kecelakaan Helikopter di Tanah Bumbu Berhasil Teridentifikasi

Tim DVI Polda Kalsel identifikasi tiga WNI korban helikopter BK117 D3, sementara dua jasad lainnya masih menunggu kepastian.

DPRD Sulsel Gunakan Kantor Sementara Usai Kebakaran

DPRD Sulsel mulai berkantor di BMBK sementara, sambil menunggu renovasi gedung utama pasca-insiden kebakaran.

Mengejar Tunggakan, Jurus Jemput Bola Bapenda Parigi Moutong

Bapenda tengah menyiapkan skema "pembersihan" tunggakan pajak guna mengamankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam tiga tahun ke depan

Pemkab Bantul Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Temuan Ulat dan Jangkrik

Pemkab Bantul melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan MBG bagi siswa.

Lapas Kediri Cabut Hak Narapidana Pelaku Asusila, Korban Dipaksa Telan Benda Asing

Lapas Kediri menindak tegas napi pelaku asusila dengan mencabut haknya, korban dipaksa menelan benda asing, kasus dilaporkan.

Berita Terkini

wave

Dilema Regulasi CSR Parimo Disorot DPRD, Pengusaha Udang Siap Bayar Tapi Pemda Tak Punya Dasar Hukum

Pemda Parimo dilarang Kemenkeu pungut langsung CSR tambak udang Rp200/kg. Perda baru disiapkan agar penyaluran dana sosial tetap legal.

Menakar Dampak Ekonomi RTRW Parigi Moutong bagi Pembukaan Lapangan Kerja yang Jadi Atensi DPRD

Kejelasan aturan RTRW menjadi syarat mutlak menarik investasi, menjamin kepastian hukum usaha, dan membuka lapangan kerja di Parigi Moutong.

DPRD Soroti Ancaman Bencana Mengintai, Pentingnya Aturan RTRW Lindungi Zona Resapan Air

Penataan tata ruang wilayah yang buruk berisiko memicu bencana alam. Simak pentingnya RTRW berbasis lingkungan demi keselamatan warga.

Sempat Disorot DPRD, Pentingnya Peta RTRW bagi Pemilik Lahan dan Pelaku Usaha Masa Kini

Pahami fungsi penting RTRW bagi keabsahan hukum tanah warga, syarat perizinan usaha digital, dan keamanan investasi properti daerah.

Cara Kerja Kode QR Pertamina Pembendung Utama Penyelewengan Solar Subsidi yang Jadi Sorotan DPRD

Pahami cara kerja sistem e-rekomendasi dan kode QR Pertamina dalam mencegah data fiktif serta penyelewengan solar subsidi.


See All
; ;