Ibu Bawa Dua Bayinya Jalani Masa Tahanan di Rutan Makassar

<p>Foto/Istimewa</p>
Foto/Istimewa

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Seorang ibu bawa dua bayinya jalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dua bayi tersebut terpaksa ikut ibunya karena masih menyusui atau ASI.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan, Suprapto, mengatakan pada Sabtu 3 September bahwa bayi itu terpaksa ikut bersama ibunya, yang menjalani hukumannya di Rutan Makassar. karena masih menyusui.

Ia menjelaskan bahwa ibu yang ditahan yang mengajukan agar bayinya dibawa ikut ke Rutan Kelas 1 Makassar. Jadi Rutan tidak bisa menolak karena bayi yang masih menyusui.

Kedua bayi tersebut diperkirakan berusia antara satu hingga dua tahun. Namun, Suprapto mengaku belum bisa memastikan identitas sang ibu, termasuk kasus yang menjeratnya di balik jeruji besi.

“Tapi kalau ibu mengajukan keringanan kenapa tidak saat ditahan polisi dan kejaksaan. Jadi harus dilihat dulu kasusnya agar lebih jelas,” katanya.

Selanjutnya, Suprapto menjelaskan, Rutan hanya menjalankan putusan pengadilan. Jika memang ingin keringanan hukuman, sebaiknya sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Baca: Pasca Kenaikan BBM, Polisi Patroli Malam di SPBU

Pejabat Humas Rutan Kelas I dari Makassar, Nunung mengatakan, keluarga bayi merawat anak tersebut selama berada di Rutan. Rutan Kelas I Makassar hanya menyediakan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan bayi atau balita pada umumnya.

“Dari segi kesehatan, kami hanya bekerjasama dengan pihak Puskesmas. Kami melakukan pemeriksaan terhadap anak kecil atau bayi, misalnya mau vaksinasi. Pihak Puskesmas datang ke klinik dan anak diperiksa,” katanya.

Nunung mengaku merekomendasikan sang ibu untuk membawa anaknya ke Rutan, apalagi jika dia adalah ibu dari anak tersebut. (*/Ikh)

Baca: Pasca Harga BBM Naik, Mahasiswa Makassar Lakukan Demo

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Pasca Harga BBM Naik, Mahasiswa Makassar Lakukan Demo

Pasca Harga bahan bakar minyak (BBM) naik, mahasiswa di Makassar, Provinsi Sulawsi Selatan, lakukan demo di beberapa

Relawan Musisi Palu-Parigi Salurkan Bantuan Korban Banjir Torue

Relawan musisi Palu-Parigi, komunitas pegiat seni musik salurkan bantuan sebanyak 150 paket pendidikan bagi anak-anak korban banjir bandang

Pergi Mencari Ikan, Nelayan di Luwu Utara Ditemukan Tewas

nelayan bernama Ahmad Riadi 28 tahun sempat dilaporkan hilang, ditemukan tewas di perairan muara Tamuku, Desa Munte, Luwu Utara

Warga Makassar Digegerkan Penemuan Bayi Terbungkus Sarung

Provinsi Sulawesi Selatan digegerkan dengan penemuan bayi yang terbungkus sarung di selokan JL Bonto Cani, Kecamatan Tamalate

Harga Telur Melonjak, Spiderman Parepare Kembali Beraksi

Harga telur melonjak di Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, dari sebelumnya hanya Rp 35 ribu per rak menjadi

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;