MoU Petani Walet Parigi Moutong dan PT FKS

<p>Penandatangan MoU- Petani walet Parigi Moutong menandatangani MoU dengan PT FKS terkait ekspor sarang burung walet. Penandatangan dilakukan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Parigi Moutong, disaksikan Wakil Bupati Parimo H. Badrun Nggai, perwakilan Mentan dan Kepala Bapenda Parimo, Senin 24 Februari 2020. GemasulawesiFoto/Anto. </p>
Penandatangan MoU- Petani walet Parigi Moutong menandatangani MoU dengan PT FKS terkait ekspor sarang burung walet. Penandatangan dilakukan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Parigi Moutong, disaksikan Wakil Bupati Parimo H. Badrun Nggai, perwakilan Mentan dan Kepala Bapenda Parimo, Senin 24 Februari 2020. GemasulawesiFoto/Anto.

Parigi moutong, gemasulawesi.comPetani walet Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menandatangani Memorandum of Understansding atau MoU dengan PT FKS selaku eksportir sarang burung walet.

“Penandatanganan MoU secara simbolis dilakukan salah satu perwakilan petani walet H.Suardi dan PT. FKS, Darwis,” ungkap Kepala Badan pendapatan daerah (Bapenda) di Rujab Wakil Bupati Parigi Moutong, Senin 24 Februari 2020.

Ia melanjutkan, terdata sebanyak 143 petani walet Parigi Moutong yang akan menandatangani MoU dengan PT FKS.

MoU itu kata dia, terkait ekspor sarang burung walet yang akan dilakukan ke salah satu negara importir yaitu China.

Namun, dalam MoU itu belum diatur tentang harga dan teknis ekspor ke China, untuk dapat mengikat kedua belah pihak.

“MoU lebih mengatur kepada kesepahaman terkait hak-hak petani untuk dapat pendampingan dan pembinaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Karantina II Palu menyebutkan dengan produksi mencapai 47 Ton per tahun, Provinsi Sulawesi Tengah berpotensi kembangkan sarang burung walet.

“Produksi sarang burung walet di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan dari semula 37 Ton. Rata-rata kenaikan produksi hingga mencapai 10 Ton,” ungkap Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas II Palu, Ida Bagus Soma Wijaya.

Ia melanjutkan, hasil produksi 47 Ton itu bersumber dari beberapa daerah penghasil walet diantaranya, dari Kabupaten Parigi Moutong, Donggala dan Toli-Toli.

Terkait ekspor sarang burung walet, Badan Karantina Pertanian berfungsi sebagai penilai dan register rumah walet. Kemudian, setelah memenuhi tata cara dan persyaratan barulah ada kegiatan pengiriman ke negara importir.

Dalam rangka kunjungan ke Parigi Moutong kata dia, merupakan tindak lanjut MoU antara pihak peternak burung walet lokal dengan pihak PT. FKS dan Pemerintah daerah (Pemda).

“Pemda memfasilitasi dan memediasi rencana kegiatan ekspor sarang burung walet. Saat ini peternak walet lokal di Kabupaten Parigi lebih banyak yang merupakan inisiatif sendiri untuk mencari siapa yang menampung produk mereka,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Menteri Pertanian, Muh Idrus Hafied mengatakan pihaknya bertugas mempercepat program Kementan sesuai dengan amanat dari Menteri Pertanian.

Program prioritas ekspor peternakan Kementan adalah ekspor sarang burung walet, program pengembangan ayam unggas dan program pengembangan domba dan kambing.

Untuk program sarang burung walet lanjut dia, sangat menguntungkan karena memiliki banyak keunggulan, sangat mudah dikembangkan, tidak memakan banyak biaya dan pasar cukup besar nilai ekspor tinggi.

“Burung walet memiliki dua jenis prospek ekspor yaitu ekspor ke Cina yang merupakan konsumsi terbesar walet dan sudah memiliki LKH. Berikutnya, ekpor ke negara lain berupa Singapura, Malaysia, Hongkong, Vietnam,” jelasnya.

Ia menerangkan, Indonesia saat ini memiliki ekspor 70 ton ke China secara resmi. FKS ingin mengambil pasar ekspor ke China. Caranya bertahap dimulai nanti dengan kedatangan tim karantina sarang burung walet dari China. Tujuannya untuk survei ternak walet.

Ia menambahkan, FKS dan Kementan akan membuat pasar baru dengan sistem untuk komoditi sarang burung walet. Hal itu juga untuk mengantisipasi banyaknya ijon di daerah lain.

Baca juga: Produksi 47 Ton, Sulawesi Tengah Potensi Bisnis Sarang Burung Walet

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Seleksi CAT CPNS Parigi Moutong Resmi Dilaksanakan

Pelaksanaan seleksi CAT CPNS Parigi Moutong secara resmi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan BKN. Berita, Poso Palu dan Banggai

Tipping Box, Cara Bapenda Parigi Moutong Genjot PAD

Alat tipping box menjadi salah satu cara Bapenda Parigi Moutong menggenjot Pendapat Asli Daerah (PAD). Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai

20 Desa, Target Pembangunan Talud DPUPRP Parigi Moutong

DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong akan merealisasikan pembangunan talud atau tanggul abrasi. Berita, Poso Palu dan Banggai Sulawesi Tengah.

Ahmad Saiful: Lokasi Ujian CAT CPNS Parigi Moutong Sudah Siap

BKPSDM Kabupaten Parigi Moutong menyebutkan lokasi ujian CAT CPNS Parigi Moutong sudah 100 persen siap. Berita, Poso Palu dan Banggai

Produksi 47 Ton, Sulawesi Tengah Potensi Bisnis Sarang Burung Walet

Produksi mencapai 47 Ton per tahun, Provinsi Sulawesi Tengah berpotensi kembangkan sarang burung walet. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Banggai

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;