Faktor Kehamilan Remaja Tingkatkan Resiko Kematian Bayi

<p>Pertemuan Orientasi Konselor sebaya pada pelaksanaan posyandu remaja Dinkes.</p>
Pertemuan Orientasi Konselor sebaya pada pelaksanaan posyandu remaja Dinkes.

Parigi Moutong, gemasulawesi.com Faktor kehamilan pada remaja ternyata dapat meningkatkan resiko kematian bayi atau Balita (Bayi lima tahun).

“Remaja belum memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dr. Revi JN Tilaar saat pembukaan kegiatan pertemuan orientasi konselor sebaya pada pelaksanaan posyandu remaja, di Hotel Lidya, Minggu 1 Maret 2020.

Ia melanjutkan, masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri sendiri ataupun lingkungan. Sehingga, remaja dapat berakhir pada berbagai masalah kesehatan yang begitu kompleks sebagai akibat dari perilaku beresiko yang mereka lakukan.

Selain dapat meningkatkan resiko kematian bayi, kehamilan pada remaja juga berpengaruh pada kondisi fisik, mental dan sosial remaja.

Kehamilan pada remaja kata dia, adalah salah satu perilaku yang dapat memberikan dampak luas pada Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan berujung kasus aborsi.

“Remaja membutuhkan tempat yang dapat diakses dengan mudah. Untuk menyelesaikan dan mendiskusikan masalah kesehatannya,” jelasnya.

Adanya konselor sebaya dan pembentukan Posyandu Remaja diharapkan menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah.

Kemudian, Konselor juga dapat membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR. Terutama bagi remaja daerah yang memeliki keterbatasan akses.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, dapat menjadi contoh untuk teman-temannya. Sehingga setiap anak memiliki kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat demi terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Tim Fasilitator Kesehatan Remaja Provinsi Sulawesi Tengah Fadilla muchtar mengatakan, diharapkan seluruh Puskesmas dapat melaksanakan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Tujuannya, sebagai rujukan dari permasalahan remaja yang ada di Posyandu Remaja dan UKS.

Puskesmas PKPR kata dia, menyelenggarakan kesehatan remaja dengan memenuhi tiga kriteria. Kriterianya antara lain memiliki tenaga kesehatan terlatih dan terorientasi PKPR, memiliki pedoman PKPR dan melakukan pelayanan konseling pada remaja.

“PKPR dapat dilaksanakan di dalam gedung dan di luar gedung,” tutupnya.

Baca juga: Belasan Kuda Uji Coba Lintasan Pacu Baliara Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Belasan Kuda Uji Coba Lintasan Pacu Baliara Parigi Moutong

Belasan kuda peserta Lomba Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2020, uji coba lintasan pacu. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Banggai PORDASI

Ratusan Peserta Ujian CAT CPNS Parigi Moutong Tidak Lulus

Ratusan peserta ujian CAT CPNS Kabupaten Parigi Moutong dinyatakan tidak lulus. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Seleksi CPNS Parigi Moutong Dijamin Tanpa KKN

Seleksi kompetensi dasar CPNS di Kabupaten Parigi moutong dijamin tanpa tindakan KKN. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Empat Desa Ikuti Reses Amelia, Anleg DPRD Parigi Moutong

Empat desa ikuti reses Anleg DPRD Parigi Moutong, Amelia Santrillah Rahman untuk tahun kerja 2020. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Gempa Magnitudo 4,7 Kembali Getarkan Parigi Moutong

Gempa bumi bermagnitudo 4,7 kembali menggetarkan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;