IKAPTK Sulawesi Tengah Bagikan Ratusan Masker dan Nasi Dos

<p>SUmber Foto/Humas Protokol Setda Prov. Sulteng.</p>
SUmber Foto/Humas Protokol Setda Prov. Sulteng.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi.comIkatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan atau IKAPTK Sulawesi Tengah (Sulteng) bagikan ratusan masker serta nasi dos gratis kepada warga yang kurang mampu.

“Yang menjadi target utama pembagian masker dan paket nasi dos ini adalah para pengojek online serta mereka yang tergolong prasejahtera,” ungkap Ketua IKAPTK Hj. Derry B. Djanggola, Jumat 17 April 2020.

Ia melanjutkan, lokasi utama yang menjadi sasaran yakni ratusan pengojek online serta masyarakat prasejahtera yang mangkal di seputaran jalan Dr. Sutomo Kota Palu.

Kegiatan IKAPTK Sulawesi Tengah bagikan ratusan masker kata dia, sebagai rangkaian peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah yang ke-56.

“Pembagian masker dimaksudkan sebagai salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” jelasnya.

Selain itu lanjut dia, sebagai bentuk keprihatinan atas efek yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona. Jadi, warga diharapkan untuk berdiam diri di rumah masing-masing.

Baca juga: Wali Kota Palu Arahkan Percepatan Pencairan Dana Stimulan

Sementara itu, Wakil Ketua IKAPTK yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, H.Moh.Hidayat Lamakarate berharap semakin banyak komunitas dan kalangan pemerintah daerah yang peduli serta mau berbagi dengan masyarakat umum terutama yang terdampak dari mewabahnya virus corona.

“Saya prihatin atas efek yang ditimbulkan dari virus corona terutama bagi mereka yang terpaksa tidak dapat bekerja,” tuturnya.

Selanjutnya rombongan tim IKAPTK Sulawesi Tengah menyasar ke beberapa ruas jalan lainnya di Kota Palu dan berakhir di Jl. Balaikota tepatnya di Lapangan Vatulemo.

Di Lapangan Vatulemo, kembali tim IKAPTK membagikan masker dan nasi dos kepada puluhan petugas padat karya, petugas armada persampahan serta pemulung.

Ikut hadir pada kesempatan itu, para pengurus IKAPTK Sulawesi Tengah. Diantaranya Kepala Dinas Sosial, H.Ridwan Mumu, Kepala Dinas Perhubungan Sisliandy, Karo Bina Adm. Kewilayahan Daerah dan Pemerintahan Arfan.

Sebelumnya, aksi bagi-bagi masker juga telah dilaksanakan di beberapa daerah. Khusus di Parigi Moutong, Anleg DPRD dari Partai Gerindra, Faisan Badja juga membagikan masker kepada pedagang pasar dan ojek online.

“Mereka pedagang pasar dan ojek online sangat rentan terpapar corona. Karena aktivitas mereka yang sering bertemu dengan orang banyak. Sehingga pemakaian masker dan physical distancing wajib dilakukan,” tutupnya.

Baca juga: Transmisi Lokal Jadi Penyebar Corona di Sulawesi Tengah, Waspada!

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Ketersediaan Stok Pangan Sulawesi Tengah Dipastikan Terjaga

Ketersediaan stok pangan Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) dipastikan terjaga ditengah pandemic virus corona. Bulan Juni menjadi Puncak panen padi.

Transmisi Lokal Jadi Penyebar Corona di Sulawesi Tengah, Waspada!

Situs Berita Online Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Parigi Moutong Gugus Tugas Penanganan virus corona Sulawesi Tengah transmisi lokal media penyebaran.

Empat Orang PDP Corona Baru Kota Palu

Situs Berita Online Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Parigi Moutong Data 16 April 2020, empat PDP virus corona baru Kota Palu. saat ini berjumlah 11 orang.

Bertambah Lima Kasus PDP Corona Sulawesi Tengah

Situs Berita Online Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Parigi Moutong corona Sulawesi Tengah 16 April 2020 adalah penambahan lima PDP dengan total 30 orang.

Sulawesi Tengah Gelar Pasar Murah Tekan Harga Meroket Akibat Corona

Situs Berita online Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Parigi Moutong tekan lonjakan harga sebab corona, Disperindag Sulawesi Tengah mengelar pasar murah.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;