Tegas! BKSDA Kalimantan Timur Sebut Tak Akan Evakuasi Orang Utan Setinggi Rumah yang Sempat Viral di Media Sosial, Ini Alasannya

Orang utan setinggi rumah menghebohkan warga Kaltim, BKSDA memastikan habitatnya masih terjaga dan dalam kondisi baik. Source: Foto/Tangkap layar X @Khoirulqomarudin

Kalimantan Timur, gemasulawesi - Penampakan seekor orang utan berukuran besar di permukiman warga di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, telah menggegerkan masyarakat setempat. 

Orang utan yang dilaporkan memiliki tinggi hampir setinggi rumah tersebut terlihat berusaha mencari pohon untuk bergelantung di sekitar area perumahan warga.

Video pertama kali diunggah oleh akun X @Khoirulqomarudin, menunjukkan orang utan yang diperkirakan memiliki berat puluhan kilogram berada di sekitar rumah-rumah warga. 

Dalam video tersebut, orang utan besar ini tampak kebingungan dan berusaha mencari tempat yang nyaman untuk berlindung. 

Baca Juga:
Waduh! Pengendara Motor di Karawang Timur Ini Viral Usai Diduga Berpura-pura Kesurupan Jadi Macan untuk Menghindari Tilang Polisi

Kejadian ini diperkirakan terjadi karena orang utan tersebut tersesat ke permukiman warga akibat kondisi hutan tempat tinggalnya yang semakin tidak memadai. 

Penebangan liar yang masif diduga kuat menjadi penyebab utama hilangnya habitat alami orang utan ini.

Menanggapi hal ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa orang utan tersebut tidak akan dievakuasi karena habitatnya masih dalam kondisi baik.

Binatang yang biasanya memiliki tinggi 150 sentimeter itu dikatakan masih hidup di habitat hutan yang terjaga.

Baca Juga:
Tuai Kecaman! Pedagang Roti yang Sudah Lanjut Usia Ini Didorong Kasar oleh Petugas Satpol PP di Medan hingga Mengenai Warga Lain

"Hutannya (habitat orang utan) pun masih bagus kondisinya," ungkap Ari.

Menurutnya, orang utan tersebut hanya sesekali keluar dari hutan. 

Dalam video viral yang beredar, orang utan itu tampak hendak memakan buah ceri yang pohonnya berada di depan rumah warga.

Ari Wibawanto menegaskan bahwa orang utan tersebut tidak jauh meninggalkan habitatnya. 

Baca Juga:
Mengejutkan! Joe Biden Mundur dari Pencalonan Pilpres 2024 Setelah Insiden Penembakan Donald Trump, Ini Sosok yang Didukungnya untuk Maju

"Jadi informasi yang kami dapat dari masyarakat memang orang utan itu sesekali keluar dari kawasan hutan ke pinggir jalan dan tujuannya ya cuma ke pohon ceri itu, lalu kembali ke hutan lagi," ujarnya. 

Ia juga menyatakan bahwa orang utan akan kembali ke hutan setelah memakan buah ceri tersebut.

Kemunculan orang utan di permukiman ini menimbulkan berbagai spekulasi. Salah satu teori menyebutkan bahwa orang utan tersebut tersesat ke permukiman warga akibat kondisi hutan tempat tinggalnya yang semakin tidak memadai. 

Penebangan liar yang masif diduga kuat menjadi penyebab utama hilangnya habitat alami orang utan ini.

Baca Juga:
Tuai Kecaman! Oknum Juru Parkir Liar Patok Tarif Rp25 Ribu per Mobil di Taman Budaya Yogyakarta, Begini Nasibnya Sekarang

Situasi ini menimbulkan keprihatinan serius di kalangan masyarakat dan pemerhati lingkungan, yang khawatir bahwa kondisi hutan yang semakin terdegradasi akan terus memaksa satwa liar keluar dari habitat aslinya untuk mencari makanan dan tempat berlindung di permukiman manusia.

Upaya pelestarian hutan dan pengelolaan habitat yang lebih baik menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa liar seperti orang utan.

Penampakan orang utan di permukiman warga di Kalimantan Timur adalah pengingat akan pentingnya pelestarian hutan dan perlindungan satwa liar. 

Meski orang utan tersebut masih memiliki habitat yang baik, kerusakan hutan akibat penebangan liar tetap menjadi ancaman serius yang perlu diatasi. 

Baca Juga:
Sebut Teknologi Canggih Saat Ini Mengubah Cara Bekerja, Gubernur Sulteng Dikabarkan Membuka Workshop Moderasi Beragama

Upaya konservasi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan keseimbangan ekosistem dan keselamatan satwa liar. (*/Shofia)

Bagikan: