Ketua Majelis Hakim sedang Sakit dan Dirawat di Rumah Sakit, Sidang Eksepsi Syahrul Yasin Limpo Dilaporkan Ditunda

Ket. Foto: Sidang Eksepsi Syahrul Yasin Limpo Ditunda Dikarenakan Ketua Majelis Hakim sedang Dirawat di Rumah Sakit
Ket. Foto: Sidang Eksepsi Syahrul Yasin Limpo Ditunda Dikarenakan Ketua Majelis Hakim sedang Dirawat di Rumah Sakit Source: (Foto/Instagram/@syasinlimpo)

Hukum, gemasulawesi – Menurut laporan, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk menunda sidang eksepsi Syahrul Yasin Limpo.

Disebutkan jika penundaan sidang eksepsi atau nota keberatan Syahrul Yasin Limpo tersebut dikarenakan ketua majelis hakim, Rianto Adam Pontoh, sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Fahzal Hendri, yang merupakan hakim anggota, mengungkapkan harapannya agar ketua majelis hakim dapat segera sehat seperti sebelumnya.

Baca Juga:
Sidang Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Diagendakan Sampaikan Eksepsi Hari Ini

Menurut Fahzal, hakim Rianto diduga kelelahan dikarenakan beban kerja yang cukup banyak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Oleh karena itu, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan,” katanya.

Fahzal menambahkan jika majelis hakim sepakat untuk menunda sidang untuk pekan depan.

Baca Juga:
Tanggapi Desakan Penahanan, Kapolri Sebut Pemeriksaan Firli Bahuri Masih Berjalan

“Sidang ditunda hingga hari Rabu, tanggal 13 Maret 2024 dengan agenda pembacaan keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa,” ujarnya.

Sebelumnya, diketahui jika mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, terlibat dalam kasus dugaan pemerasan, gratifikasi dan juga tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

Di antara ketiga kasus tersebut, kasus TPPU masih dalam penyidikan KPK, sedangkan kasus pemerasan dan gratifikasi telah berada dalam tahap persidangan.

Baca Juga:
Terkait Belum Ditahannya Firli Bahuri, PN Jakarta Selatan Ungkap 3 Pemohon Ajukan Gugatan Pra Peradilan terhadap Polda Metro Jaya

Untuk kasus pemerasan dan gratifikasi, Syahrul Yasin Limpo (SYL) didakwa bersama dengan 2 anak buahnya, yaitu Kasdi Subagyono yang merupakan mantan Sekjen Kementerian Pertanian dan Muhammad Hatta yang adalah Direktur Alat dan Mesin Pertanian.

Diketahui pada sidang pembacaan dakwaan yang digelar di hari Rabu, tanggal 28 Februari 2024, ketiganya dilaporkan hadir.

Dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut, jaksa KPK juga mengungkapkan nasib yang dialami oleh mantan Sekjen Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, yang tidak dapat menyetorkan uang kepada SYL.

Baca Juga:
Surati Kapolri, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Firli Bahuri Ditahan Terkait Kasus Dugaan Pemerasan

Menurut jaksa KPK, SYL menyampaikan kepada jajaran yang ada di bawahnya jika permintaan terdakwa tidak dapat dipenuhi, maka jabatannya berada dalam bahaya,” jelasnya.

Jaksa KPK menerangkan jika pada akhirnya, Kasdi menggantikan posisi Momon Rusmono sebagai Sekjen Kementerian Pertanian. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tidak Meniadakan, Mahkamah Konstitusi Tegaskan Ambang Batas Parlemen Tetap Diperlukan

Mahkamah Konstitusi atau MK menekankan jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tetap diperlukan.

Bentuk Komando Operasi Habema, Panglima TNI Sebut untuk Satukan Pola Operasi dengan Polri Tangani Konflik di Papua

Panglima TNI, menerangkan Komando Operasi Habema dibentuk untuk menyatukan pola operasi TNI dan Polri menangani konflik di Papua.

Tunggu KPK, Nasdem Pastikan Akan Kembalikan Aliran Dana dari Syahrul Yasin Limpo

Partai Nasdem menegaskan jika pihaknya memastikan akan mengembalikan aliran uang yang diperoleh dari Syahrul Yasin Limpo.

Tindak Lanjut Putusan Pra Peradilan, KPK Siapkan Sprindik Baru terhadap Eddy Hiariej

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, menyatakan jika KPK sedang menyiapkan sprindik baru terhadap mantan Wamenkumham, Eddy Hiariej.

Didampingi Kuasa Hukum dan Kolega, Syahrul Yasin Limpo Dilaporkan Menghadiri Sidang Perdana Kasus Gratifikasi serta Pemerasan

Syahrul Yasin Limpo dilaporkan menghadiri sidang perdananya untuk kasus gratifikasi dan pemerasan hari ini.

Berita Terkini

wave

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.


See All
; ;