Peringati 100 Hari Perang Gaza, Turkiye Deportasi Pemain Sepak Bola Asal Penjajah Israel

Ket. Foto: Turkiye Dilaporkan Mendeportasi Pemain Sepak Bola Asal Penjajah Israel Karena Memperingati 100 Hari Perang Palestina (Foto/X/@Uzimaster13)
Ket. Foto: Turkiye Dilaporkan Mendeportasi Pemain Sepak Bola Asal Penjajah Israel Karena Memperingati 100 Hari Perang Palestina (Foto/X/@Uzimaster13) Source: (Foto/X/@Uzimaster13)

Internasional, gemasulawesi – Pihak berwenang Turkiye diketahui melakukan deportasi pemain sepak bola atau pesepakbola asal Israel, Sagiv Jehezkel, setelah sebelumnya menangkapnya karena memperingati 100 hari perang di Jalur Gaza selama pertandingan sepak bola.

Setelah mencetak gol untuk tim yang dibelanya, Antalyaspor, pada laga melawan tim Trabzonspor pekan lalu, Sagiv Jehezkel terlihat dalam foto yang memperlihatkan perban di tangan kirinya dengan Bintang Daud dan juga kata-kata ‘100 hari’.

Karena hal tersebut, pihak kepolisian Turkiye kemudian menahan sagiv Jehezkel di kota pesisir Antalya.

Baca Juga:
Berani Ajukan Kasus Genosida Penjajah Israel ke ICJ, Asisten Profesor Gaza Ucapkan Terima Kasih kepada Afrika Selatan

Antalyaspor juga mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan keputusan dari Dewan untuk mengeluarkan Jehezkel dari skuadnya.

Alasan yang diungkapkan oleh Antalyaspor adalah Sagiv Jehezkel bertindak bertentangan dengan nilai-nilai nasional Turkiye.

“Pihak kami menunggu proses pengadilan sebelum memutus kontrak Jehezkel,” kata juru bicara Antalyaspor, Murat Ozgen.

Baca Juga:
Abaikan Jumlah Korban Tewas, Misi Palestina di PBB Kecam Postingan Menlu AS tentang 100 Hari Perang Penjajah Israel

Di kesempatan terpisah, Menteri Kehakiman Turkiye juga dilaporkan mengumumkan penyelidikan terhadap Jehezkel.

Dugaan yang dilontarkannya adalah hasutan untuk membenci.

Namun, di sisi lain, pihak berwenang Turkiye juga telah membebaskan pesepakbola SagivJehezkel.

Baca Juga:
Seorang Nenek Palestina Dibunuh, Keluarga Sebut Ditembak dengan Sengaja dan Darah Dingin oleh Tentara Penjajah Israel

Sedangkan Kementerian Luar Negeri Turkiye kemarin mengumumkan bahwa dia akan kembali ke Israel di hari yang sama.

Kejadian penangkapan dan penahanan pesepakbola asal penjajah Israel tersebut menuai kecaman dari penjajah Israel.

Menteri Pertahanan penjajah Israel, Yoav Gallant, melontarkan tuduhan yang mengatakan Turkiye berperan sebagai tangan eksekutif de facto Hamas.

Baca Juga:
Genosida, Hakim Ad Hoc Penjajah Israel di Sidang ICJ Miliki Rekam Jejak Panjang untuk Mendukung Apartheid Negara Zionis

“Saya tidak melakukan itu untuk menghasut atau memprovokasi siapapun dan saya juga bukan orang yang pro perang,” ujar Jehezkel sebelumnya.

Sagiv Jehezkel juga mengklarifikasi jika ada tentara penjajah Israel yang disandera di Jalur Gaza.

“Saya merupakan seseorang yang percaya bahwa periode 100 hari ini harus diakhiri sekarang dan saya ingin perang berakhir,” ucapnya.

Baca Juga:
Capai Tonggak Sejarah Suram Lainnya, Ini Berbagai Peristiwa Paling Signifikan dalam 100 Hari Perang Palestina

Dia menambahkan jika itu adalah sebabnya dia menunjukkan pesannya kemarin lalu.

Jehezkel juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Turki karena insiden tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengungkapkan sebelumnya jika lebih dari 10 ribu anak telah terbunuh akibat agresi yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tidak Pandang Bulu, Seorang Anak di Bawah Umur Tewas Ditembak Tentara Penjajah Israel

Laporan menyatakan seorang anak di bawah umur berusia 14 tahun tewas ditembak oleh tentara Israel di kamp pengungsi Ein Sultan di Tepi Barat

Konflik Melebar, Hizbullah Nyatakan Siap untuk Perang Tanpa Batas dengan Penjajah Israel

Sekretaris Jendeal Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyatakan pihaknya siap untuk melakukan perang tanpa batas dengan Israel.

Usaha Bertahan Hidup, Warga Palestina Berjuang Hidupkan Kembali Pasar di Kamp Pengungsi Jabalia

Warga Palestina berjuang untuk menghidupkan kembali pasar di kamp pengungsi Jabalia yang terletak di Jalur Gaza utara.

Kasus Genosida Penjajah Israel, Pengacara AS Gambarkan Sidang ICJ Sebagai Momen Bersejarah

Pengacara senior AS, Diala Shamas, menggambarkan sidang ICJ tentang kasus genosida Israel sebagai momen bersejarah.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;