Penderitaan Bertambah, Kementerian Kesehatan Palestina Sebut 700 Ribu Orang di Gaza Kini Derita Penyakit Menular

Ket. Foto: Kementerian Kesehatan Palestina Menyatakan Sekitar 700 Ribu Orang di Jalur Gaza Sekarang Menderita Penyakit Menular
Ket. Foto: Kementerian Kesehatan Palestina Menyatakan Sekitar 700 Ribu Orang di Jalur Gaza Sekarang Menderita Penyakit Menular Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa sekitar 700.000 orang di Jalur Gaza kini menderita penyakit menular.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, penyakit-penyakit menular tersebut termasuk dengan penyakit kulit, diare dan juga penyakit kuning.

Selain itu, diare juga termasuk ke dalam penyakit menular yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

Baca Juga:
Tegaskan Tidak Setuju untuk Hentikan Perang, Menteri Keuangan Penjajah Israel Serukan Pemerintahan Militer di Jalur Gaza

“Ini diakibatkan oleh padatnya tempat penampungan, kekurangan makanan dan juga air yang para pengungsi Palestina derita sekarang,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qudra.

Dia juga menambahkan jika kurangnya perawatan medis yang rakyat Palestina butuhkan menjadi salah satu faktor tersebarnya penyakit menular.

Dalam pertemuannya dengan para awak media di luar Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan yang terletak di kota Rafah yang berada di sebelah selatan Jalur Gaza, kini sekitar 2 juta pengungsi Palestina harus hidup dalam pengungsian di tempat=tempat penampungan yang penuh sesak.

Baca Juga:
Tentara dan Pemukim Penjajah Israel Bersama Lakukan Kekerasan, Seorang Pakar Sebut Masyarakat Palestina Paham Semua Saling Terkait

“Ini diperparah dengan kondisi yang memburuk karena kondisi musim dingin,” jelasnya.

Al-Qudra menerangkan jika Kementerian Kesehatan Palestina telah membuka sekitar 47 titik kesehatan yang tersebar di dekat kamp-kamp penampungan yang berada di Rafah.

“Kami juga telah meminta beberapa lembaga internasional untuk sesegera mungkin melakukan intervensi yang diperlukan,” terangnya.

Baca Juga:
Agresi Tidak Berhenti, Seorang Pakar Sebut Perjuangan dengan Dukungan Hukum Internasional Kunci dari Kemenangan Palestina

Ashraf Al-Qudra menegaskan jika Kementerian Kesehatan Palestina juga meminta lembaga-lembaga internasional tersebut untuk menyediakan lebih banyak lagi pusat kesehatan untuk merawat rakyat Palestina yang membutuhkan.

“Permintaan kami termasuk dengan menyediakan obat-obatan, terutama untuk wanita hamil, anak-anak dan juga penyakit kronis,” jelasnya.

Di sisi lain, agresi yang dilakukan penjajah Israel kini telah membuat lebih dari 26 ribu orang rakyat Palestina meninggal dengan sebagian besar adalah anak-anak dan kaum perempuan.

Baca Juga:
Penjajah Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza, Puluhan Orang Dilaporkan Tewas dalam 24 Jam Terakhir

60% infrastruktur yang berada di wilayah Jalur Gaza juga telah rusak dan hancur yang menyebabkan wilayah tersebut tidak dapat dihuni.

Jutaan warga Jalur Gaza telah menjadi pengungsi internal dan harus hidup di bawah situasi musim dingin yang terkadang menusuk. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pendanaan UNRWA oleh Sejumlah Negara Ditangguhkan, Warga Palestina Akui Terkejut

Warga Palestina mengakui mereka terkejut mendengar penangguhan pendanaan untuk UNRWA oleh sejumlah negara di dunia.

Gerebek Kamp Pengungsi, Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Saluran Listrik dan Air

Menurut laporan, pasukan penjajah Israel menghancurkan saluran air dan juga listrik dalam penggerebekan yang mereka lakukan di kamp pengungs

Desak Tindakan Internasional, Menlu Turkiye Peringatkan Akan Ada Bencana Besar di Gaza

Menteri Luar Negeri Turkiye baru-baru ini mengatakan akan ada bencana besar di Jalur Gaza dan mendesak tindakan dari dunia internasional.

Bertambah, Austria dan Jepang Kini Ikut Tangguhkan Pendanaan untuk UNRWA

Laporan menyebutkan jika Austria dan Jepang menjadi negara baru yang ikut menangguhkan pendanaan mereka untuk UNRWA.

Dilakukan di Tengah Pembatasan Masuk, Sejumlah Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Masjid Al Aqsa

Menurut laporan, sejumlah pemukim penjajah Israel melakukan penyerbuan terhadap Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;