Bertambah, Austria dan Jepang Kini Ikut Tangguhkan Pendanaan untuk UNRWA

Ket. Foto: Austria dan Jepang Kini Ikut Menangguhkan Pendanaan Mereka untuk UNRWA
Ket. Foto: Austria dan Jepang Kini Ikut Menangguhkan Pendanaan Mereka untuk UNRWA Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Jepang dan Austria kini menjadi negara terbaru yang menangguhkan pendanaan mereka kepada UNRWA.

Dilaporkan jika Austria dan Jepang melakukan hal tersebut sambil menunggu penyelidikan untuk klaim yang dituduhkan penjajah Israel kepada UNRWA bahwa beberapa stafnya terlibat dalam Operasi Banjir Al-Aqsa.

Sebelumnya, sekitar 9 negara juga telah menangguhkan pendanaan untuk UNRWA.

Baca Juga:
Dilakukan di Tengah Pembatasan Masuk, Sejumlah Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Masjid Al Aqsa

Kementerian Luar Negeri Austria dalam pernyataannya menyebutkan jika pihaknya menyerukan UNRWA dan juga PBB untuk melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut yang komprehensif, lengkap dan cepat.

Dari 13.000 staf yang dimiliki UNRWA, 12 orang dituduh terlibat dalam Operasi Banjir Al-Aqsa oleh penjajah Israel.

Menurut laporan, meskipun sebelumnya beberapa pihak telah memperingatkan tentang situasi di Gaza yang telah menjadi sasaran agresi selama beberapa bulan terakhir ini dan menyampaikan jika kelaparan serta wabah penyakit massal akan segera terjadi, namun, itu tidak mencegah sejumlah negara melakukan hal tersebut.

Baca Juga:
Pelabuhan Jadi Pusat Demonstrasi, Aktivis Australia Pro Palestina Dikabarkan Terus Menargetkan Kapal Penjajah Israel

“Bantuan tambahan untuk UNRWA akan dihentikan untuk sementara waktu ini, sementara UNRWA melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut,” kata Maki Kobayashi yang merupakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kobayashi menambahkan jika Jepang merasa sangat prihatin dengan tuduhan tersebut.

“Kami mendesak UNRWA untuk menyelidiki kasus tersebut dan juga menerapkan langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga:
Kakak Beradik Tewas Ditembak Penjajah Israel di Khan Younis, Ini yang Sebenarnya Terjadi Menurut Keluarga

Di kesempatan terpisah, Philippe Lazzarini yang merupakan kepala UNRWA, mendesak beberapa negara untuk tidak melakukannya.

“Keputusan yang seperti itu mengancam pekerjaan kemanusiaan kami yang sedang dilakukan di wilayah ini, terutama di Jalur Gaza,” ucapnya.

Di sisi lain, Norwegia menyambut baik untuk dilakukan langkah penyelidikan, namun, mereka menegaskan akan terus memberikan dukungan yang diperlukan untuk rakyat Palestina melalui UNRWA.

Baca Juga:
Besarnya Bias Media yang Pro Penjajah Israel, Seorang Jurnalis AS Sebut Suara Palestina Jarang Dimuat

“Kita perlu membedakan apa yang telah dilakukan oleh individu dan apa yang diperjuangkan UNRWA selama ini,” tulis Kantor Perwakilan Norwegia untuk Palestina di media sosial X.

Sementara itu, negara-negara Arab juga mengecam penangguhan pendanaan yang dilakukan beberapa negara untuk UNRWA yang disebutkan merupakan penyambung hidup jutaan pengungsi Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sejumlah Negara Barat Menangguhkan Pendanaan, Apakah Penjajah Israel Ingin Menghancurkan UNRWA?

Apakah penjajah Israel ingin menghancurkan UNRWA yang telah menyediakan sejumlah layanan untuk rakyat Palestina?

Tuntut Pengunduran Diri Netanyahu, Pengunjuk Rasa Bentrok dengan Polisi di Penjajah Israel

Dilaporkan jika terjadi bentrokan antara para pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian di wilayah penjajah Israel.

Sejumlah Negara Barat Tangguhkan Pendanaan, Kepala UNRWA Sebut Itu Merupakan Hukuman Kolektif untuk Rakyat Palestina

Terkait penangguhan pendanaan oleh sejumlah negara Barat, ketua UNRWA menyatakan itu adalah hukuman kolektif Barat untuk rakyat Palestina.

Menentang Semua Tindakan Darurat, Uganda Tegaskan Keputusan Hakim Julia Sebutinde di ICJ Tidak Wakili Posisi Negara Mereka

Uganda menegaskan jika sikap yang ditunjukkan hakim ICJ, Julia Sebutinde, di ICJ tidak mewakili posisi pemerintah Uganda.

Masih Perang, Warga Amerika Keturunan Arab Sebut Merasa Dikhianati dengan Dukungan Biden terhadap Penjajah Israel

Menurut laporan, warga Amerika keturunan Arab mengakui mereka merasa dikhianati untuk dukungan Joe Biden kepada penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;