Pertempuran Sengit Terjadi di Sekitar, OCHA Sebut RS Nasser dan Al Amal Derita Kekurangan Oksigen yang Serius

Ket. Foto: Badan Kemanusiaan PBB, OCHA, Menyatakan RS Nasser dan RS Al-Amal di Khan Younis Menderita Kekurangan Oksigen yang Serius Karena Perang
Ket. Foto: Badan Kemanusiaan PBB, OCHA, Menyatakan RS Nasser dan RS Al-Amal di Khan Younis Menderita Kekurangan Oksigen yang Serius Karena Perang Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Badan Kemanusiaan PBB, OCHA, menyatakan jika pertempuran sengit terus berlanjut di sekitar RS Nasser dan RS Al-Amal yang terletak di Khan Younis.

Menurut OCHA, pertempuran tersebut menyebabkan ancaman bahaya untuk keselamatan staf medis, pasien yang sedang mendapatkan perawatan dan juga para pengungsi internal yang ikut mencari perlindungan di kedua rumah sakit tersebut.

“Selain itu, terdapat laporan yang menyebutkan jika kedua rumah sakit tersebut menderita kekurangan oksigen yang serius untuk merawat para pasien,” ujar mereka.

Baca Juga:
Dilakukan Larut Malam, Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Merusak 450 Pohon Zaitun dan Almond di Tepi Barat

Laporan lainnya yang disampaikan OCHA adalah ribuan warga Palestina juga terus mengungsi ke Rafah.

“Rafah kini menampung lebih dari separuh populasi di Jalur Gaza yang jumlahnya mencapai sekitar 2,3 juta orang,” tambah mereka.

Lebih lanjut, OCHA memaparkan jika menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 118 rakyat Palestina dilaporkan tewas dan 190 lainnya luka-luka untuk periode sore hari dari tanggal 31 Januari 2024 hingga tanggal 1 Februari 2024.

Baca Juga:
Serang Komunitas Palestina di Tepi Barat, AS Jatuhkan Sanksi untuk Beberapa Pemukim Penjajah Israel

Di sisi lain, mengingat kekerasan juga mengalami peningkatan di Tepi Barat, pemukim penjajah Israel telah melalukan upaya untuk membakar mobil yang berada di pinggiran kota Al-Sawiya yang berada di sebelah selatan Nablus, Tepi Barat.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, para pemukim penjajah Israel juga menuliskan ancaman pembunuhan di dinding rumah-rumah milik rakyat Palestina.

Sebelumnya, Departemen Keuangan penjajah Israel juga dilaporkan telah memberikan sanksi untuk 4 pemukim penjajah Israel yang menyerang komunitas Palestina di Tepi Barat.

Baca Juga:
Bertemu Keluarga Tawanan, Netanyahu Sebut Akan Setujui Kesepakatan Pembebasan dengan Hamas

Hal tersebut terjadi tidak lama setelah perintah eksekutif dikeluarkan oleh pemerintah AS yang mengizinkan untuk menindak orang-orang yang merusak perdamaian, stabilitas dan juga keamanan di Tepi Barat.

Di sisi lain, saat ini dilaporkan jika korban tewas akibat agresi penjajah Israel telah mencapai lebih dari 27 ribu jiwa dengan lebih dari 66 ribu lainnya dinyatakan terluka, baik ringan, sedang atau berat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Harus Jalani Amputasi, Kisah Warga Palestina di Gaza Utara yang Kehilangan 1 Kaki Akibat Serangan Penjajah Israel

Ini adalah kisah dari Ahed Bseiso, seorang warga Gaza utara yang harus kehilangan 1 kakinya akibat agresi yang dilakukan penjajah Israel.

Sering Dilakukan, Seorang Warga Tepi Barat Ceritakan Kisahnya yang Pernah Jadi Tameng Manusia untuk Tentara Penjajah Israel

Seorang warga Tepi Barat mengisahkan tentang dirinya yang pernah menjadi tameng manusia untuk tentara penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Lakukan Lebih Banyak Serangan Udara, PM Netanyahu Serukan Penutupan UNRWA

PM penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan menyerukan penutupan UNRWA yang merupakan badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Telah Dilakukan Beberapa Pekan, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Secara Ilegal Membakar Sejumlah Rumah di Gaza

Menurut laporan, tentara penjajah Israel selama beberapa pekan terakhir ini membakar rumah-rumah yang berada di Jalur Gaza.

Sebut Keadaan di Jalur Gaza Menyedihkan, UNRWA Ungkap Fasilitas Mereka Telah Diserang 270 Kali

UNRWA menyatakan jika fasilitas milik mereka telah diserang oleh penjajah Israel sebanyak 270 kali dan menyebabkan ratusan orang tewas.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;