Sering Dilakukan, Seorang Warga Tepi Barat Ceritakan Kisahnya yang Pernah Jadi Tameng Manusia untuk Tentara Penjajah Israel

Ket. Foto: Seorang Warga Palestina di Tepi Barat Menceritakan Dirinya yang Pernah Dijadikan Tameng Manusia untuk Para Tentara Penjajah Israel
Ket. Foto: Seorang Warga Palestina di Tepi Barat Menceritakan Dirinya yang Pernah Dijadikan Tameng Manusia untuk Para Tentara Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Bahaa El-Din Abu Ras yang merupakan seorang warga Tepi Barat, Palestina, yang pernah dijadikan sebagai tameng manusia untuk melindungi penjajah Israel.

Bahaa El-Din Abu Ras mengatakan jika kejadian itu terjadi di hari Senin, tanggal 15 Januari 2024 lalu, tepatnya pukul 13.30 WIB, saat sekelompok tentara penjajah Israel melakukan penyerbuan terhadap Dura yang berada di sebelah selatan Hebron, Tepi Barat.

Menurut Bahaa El-Din Abu Ras, para tentara penjajah Israel tersebut menggunakan sekitar 10 kendaraan militer dan berhenti di kawasan komersial yang berada di pusat kota.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Lakukan Lebih Banyak Serangan Udara, PM Netanyahu Serukan Penutupan UNRWA

“Saat itu, para tentara yang menggunakan topeng datang ke toko dan bertanya apakah saya menjual drone pengintai,” katanya.

Bahaa mengakui jika ada tentara yang berbicara dengan menggunakan bahasa Arab untuk bertanya padanya.

“Saat itu, saya bilang tidak, namun, mereka masuk ke dalam toko dan mulai mencari,” ujarnya.

Baca Juga:
Telah Dilakukan Beberapa Pekan, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Secara Ilegal Membakar Sejumlah Rumah di Gaza

Dia yang saat itu bersama dengan kedua pegawainya mengatakan jika dia mendengar para tentara itu membuat suara yang berisik di tokonya dan juga memecahkan barang-barang.

“Tentara yang masih berada di luar bertanya apakah saya adalah pemilik tokonya dan saat saya menjawab iya, mereka langsung menyerang saya dengan menendang dan memukul,” bebernya,

Setelah membuatnya tertelungkup di jalan bersama dengan kedua pegawainya, Bahaa menerangkan jika para tentara tersebut menendangnya dan menyuruh dia dan 2 orang pegawainya untuk bangun.

Baca Juga:
Sebut Keadaan di Jalur Gaza Menyedihkan, UNRWA Ungkap Fasilitas Mereka Telah Diserang 270 Kali

Bahaa El-Din Abu Ras memaparkan jika dia disuruh untuk berjalan di depan komandan mereka.

Saat itu, orang-orang Palestina diketahui sedang melemparkan batu ke arah para tentara yang membawa senjata lengkap.

“Saya mendapati diri saya berdiri di tengah pasar dan melindungi mereka dengan tubuh saya, itu sungguh tidak terlukiskan,” ucapnya.

Baca Juga:
Dalam Keadaan Terborgol dan Mata Ditutup, 30 Jenazah Ditemukan di Sebuah Sekolah Gaza

Bahaa El-Din Abu Ras mengungkapkan jika dia melihat begitu banyak warga Palestina yang ditembak oleh para tentara tersebut.

“Para tentara yang menggunakan saya terus menggerakkan saya ke kiri dan kanan,” jelasnya.

Bahaa El-Din Abu Ras memaparkan jika momen itu dialaminya selama sekitar satu setengah jam. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Hancurkan Mata Pencaharian, UNCTAD Sebut Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Palestina Kembali Pulih

UNCTAD menyatakan jika dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk Palestina dapat kembali pulih seperti semula.

Ikut Serta dalam Pertemuan Kabinet Perang, Kepala Mossad Beri Pengarahan Terkait Negosiasi Terbaru

Kepala Mossad, David Barnea, ikut serta dalam pertemuan dengan kabinet perang untuk memberikan pengarahan terkait negosiasi terbaru.

Tegaskan Kerja UNRWA Penting, Human Rights Watch Sebut Penangguhan Pendanaan Dapat Mempercepat Kelaparan di Gaza

Menurut Human Rights Watch, penangguhan pendanaan untuk UNRWA dapat mempercepat kelaparan di Jalur Gaza terjadi lebih cepat.

Ditangkap dari Berbagai Wilayah, Kelompok Hak Asasi Manusia Ungkap Penjajah Israel Tolak Berikan Informasi tentang Tahanan Palestina

Menurut laporan, kelompok hak asasi manusia mengungkapkan jika penjajah Israel menolak untuk memberikan informasi terkait tahanan Palestina.

Susul Kehancuran Skala Besar di Jalur Gaza, Diamnya Komunitas Internasional Disebut Sulit Dipercaya

Disebutkan jika komunitas internasional yang memilih untuk diam melihat penderitaan Palestina, sulit untuk dipercaya.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;