Staf dan Peralatan Tersedia Sedikit, Dokter di Rumah Sakit Jalur Gaza Harus Prioritaskan Pasien yang Paling Mungkin Bertahan Hidup

Ket. Foto: Dokter di Rumah Sakit yang Berada di Jalur Gaza Dilaporkan Harus Memprioritaskan Pasien yang Paling Mungkin Bertahan Hidup
Ket. Foto: Dokter di Rumah Sakit yang Berada di Jalur Gaza Dilaporkan Harus Memprioritaskan Pasien yang Paling Mungkin Bertahan Hidup Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Laporan menyebutkan dikarenakan persediaan staf dan peralatan sangat sedikit di rumah sakit-rumah sakit yang berada di Jalur Gaza, termasuk dengan Rumah Sakit Eropa, para dokter dan juga tim medis harus membuat keputusan sulit tentang siapa pasien yang akan diterima mereka.

Laporan yang sama menyampaikan jika para dokter Palestina tersebut harus memprioritaskan dan juga membuat prioritas tentang siapa pasien yang paling mungkin untuk bertahan hidup.

“Hal ini menyebabkan banyak pasien yang memiliki luka parah yang mengancam jiwa pada akhirnya tidak mendapatkan perawatan,” kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:
Masih Perang hingga Sekarang, Arab Saudi Tegaskan Tidak Ada Hubungan Diplomatik dengan Penjajah Israel Tanpa Negara Palestina

Diketahui jika Rumah Sakit Eropa yang berada di kota selatan Khan Younis awalnya hanya dapat menampung sekitar 240 orang saat pembangunan dan saat operasional sebelum perang terjadi.

Namun, kini, dilaporkan jika RS Eropa harus merawat sekitar 1.000 pasien.

“Sementara itu, banyak pengungsi lainnya yang juga ikut berlindung di koridor rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga:
Dibawa ke Lokasi yang Dirahasiakan, PRCS Sebut Pasukan Penjajah Israel Menahan 2 Staf Senior RS Al Amal

Salah satu ahli bedah plastik RS Eropa, Ahmed El Mokhallalati, menyebutkan jika banyak hari yang harus dilalui dimana para pasien harus membuat prioritas pasien.

“Hal ini berarti berfokus pada mereka yang memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat bertahan hidup untuk ke depannya dan juga mengabaikan mereka yang berada dalam situasi yang lebih buruk dari yang membutuhkan banyak perawatan,’ jelasnya.

Ahmed mengakui dia dan koleganya kehilangan banyak pasien karena tidak dapat memberikan layanan yang dibutuhkan.

Baca Juga:
Penjajah Israel Tolak Transfer Dana Pajak yang Dialokasikan untuk Gaza, Otoritas Palestina Sebut Akan Bayar Gaji Pekerja Sektor Publik

“Dalam 1 titik, kami bahkan tidak menerima pasien yang datang dengan luka bakar yang luas di area tubuhnya karena kami tahu jika kapasitas ICU yang terbatas,” akunya.

Ahli bedah plastik tersebut juga menuturkan jika dia sering menangis karena kami tidak dapat memberikan perawatan yang sesuai yang dibutuhkan para pasien.

Seorang ahli bedah wajah, Thaer Daifallah, mengatakan jika dia juga mengeluhkan kekurangan barang-barang yang paling mendasar sekalipun di rumah sakit. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Simulasikan Pemukim Culik Warga Palestina di Tepi Barat, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Meminta Maaf

Militer penjajah Israel menyampaikan permintaan maafnya karena membuat simulasi mengenai tentara penjajah Israel menculik warga Palestina.

Dijatuhi Sanksi AS Karena Serang Warga Palestina, Sejumlah Bank di Penjajah Israel Telah Bekukan Rekening Beberapa Pemukim Sekarang

Menurut laporan, beberapa bank penjajah Israel sekarang ini telah membekukan rekening milik sejumlah pemukim penjajah Israel.

Terkait dengan Perang Palestina, Perusahaan Jepang Dikabarkan Akan Memutuskan Hubungan dengan Produsen Senjata Penjajah Israel

Perusahaan Jepang, Itochu Corp, dikabarkan akan memutuskan hubungan dengan produsen senjata penjajah Israel, Elbit Systems.

Foto Pria Palestina Terluka dan Diborgol Tersebar, Netizen Membandingkannya dengan Insiden Penjara Abu Ghraib di Irak

Netizen diketahui membandingkan foto pria Palestina yang ditelanjangi dan terluka dengan insiden penjara Abu Ghraib di Irak.

Dampak Perang, UNRWA Sebut Sekitar 100 Ribu Orang Tewas, Terluka atau Hilang di Jalur Gaza

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, menyebutkan jika sekitar 100.000 orang tewas, terluka dan hilang di Gaza karena perang.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;