Perang Masih Berlanjut, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Melakukan Penangkapan Massal di RS Nasser

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Melakukan Penangkapan Massal di RS Nasser
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Melakukan Penangkapan Massal di RS Nasser Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, pasukan penjajah Israel telah melakukan penangkapan massal terhadap lebih dari 20 orang yang mereka sebut dengan teroris di RS Nasser.

RS Nasser diketahui merupakan salah satu rumah sakit yang berada di Khan Younis yang berada di sebelah selatan Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, militer penjajah Israel menyampaikan bahwa operasi militer yang dilakukan mereka di RS Nasser didasarkan pada informasi intelijen yang mengindikasikan adanya aktivis teroris oleh Hamas di RS Nasser.

Baca Juga:
Bantuan Kemanusiaan Sedikit, Mayoritas Warga Palestina di Rafah Dilaporkan Kelaparan

“Warga Palestina yang ditangkap terlibat dalam Operasi Banjir Al-Aqsa,” kata mereka.

Lebih lanjut, militer penjajah Israel menambahkan jika puluhan tersangka lainnya telah ditahan untuk diinterogasi.

“Selama dilakukan penggeledahan di rumah sakit, pasukan penjajah Israel menemukan mortir, granat dan juga senjata yang lainnya yang merupakan milik Hamas,” ujar mereka.

Baca Juga:
Penjajah Israel Tingkatkan Serangan ke Rafah, Australia, Selandia Baru dan Kanada Serukan Gencatan Senjata Segera

Di sisi lain, ketua Konferensi Keamanan Munich, Christoph Heusgen, mengatakan jika seratus lima puluh wilayah di PBB meminta gencatan senjata di Jalur Gaza.

“Dan jika publik melihat seruan organisasi PBB, saya pikir satu-satunya jalan keluar adalah dengan meminta gencatan senjata untuk dapat mengakhiri penderitaan rakyat Palestina,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Nahed Abu Taima, yang merupakan direktur RS Nasser, menyatakan jika situasi di rumah sakit adalah bencana.

Baca Juga:
Semakin Banyak yang Terbunuh, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Mengancam Akan Menyerang Nablus di Tepi Barat

Dr Nahed Abu Taima mengakui jika semua pasien, termasuk mereka yang terluka terpaksa dipindahkan ke gedung lama RS Nasser.

“Pasukan penjajah Israel mengumpulkan pasien dan juga masyarakat sipil yang berlindung di rumah sakit,” terangnya.

Dr Nahed Abu Taima menerangkan jika listrik diputus di seluruh kompleks medis.

Baca Juga:
Masih Lakukan Agresi, Menlu Italia Sebut Penjajah Israel Membunuh Terlalu Banyak Warga Sipil

“Banyak pasien yang dirawat di ICU dan mereka yang mendapatkan pasokan oksigen, serta mereka yang menjalani dialisis harus berjuang untuk hidup mereka sejak jam 3 pagi kemarin,” paparnya.

Dr Nahed Abu Taima menerangkan jika para pegawai rumah sakit hanya dapat berdiri tidak berdaya dan tidak mampu memberikan bantuan medis dalam bentuk apapun untuk mereka yang membutuhkannya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Agresi Belum Berhenti, Kamera Pengenal Wajah Dilaporkan Dipasang Penjajah Israel di Gerbang Timur RS Nasser

Menurut laporan, kamera pengenal wajah dilaporkan dipasang oleh penjajah Israel di gerbang timur RS Nasser yang berada di Jalur Gaza.

Perang Palestina, Afrika Selatan Peringatkan Serangan Penjajah Israel ke Rafah Abaikan Keputusan ICJ

Afrika Selatan mengeluarkan peringatan bahwa serangan penjajah Israel ke Rafah berarti mengabaikan keputusan yang diumumkan ICJ.

Kini dalam Kondisi Kritis, Sekjen PBB Kutuk Serangan yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap 2 Jurnalis Gaza

Sekjen PBB, Antonio Guterres, dilaporkan mengutuk serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap 2 orang jurnalis di Jalur Gaza.

Putuskan Kembali ke Rumahnya, Seorang Warga Gaza Sebut Perjalanan Pulang Panjang dan Traumatis

Seorang warga Gaza yang memutuskan untuk kembali ke rumahnya mengatakan jika perjalanan untuk pulang panjang dan traumatis.

Terjadi Peningkatan Kekerasan, Otoritas Palestina Serukan Sanksi Internasional terhadap Pemukim Penjajah Israel

Laporan menyebutkan jika Otoritas Palestina menyerukan sanksi internasional terhadap para pemukim penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;