Sebut Gerebek Infrastruktur Teroris, Tentara Penjajah Israel Lakukan Operasi Baru di Khan Younis

Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Melakukan Operasi Baru di Khan Younis
Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Melakukan Operasi Baru di Khan Younis Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, tentara penjajah Israel menyatakan jika pasukannya melakukan operasi baru di lingkungan Hamad yang berada di Khan Younis, Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, militer penjajah Israel menyebutkan jika pasukannya menggerebek infrastruktur teroris di lingkungan tersebut.

Militer penjajah Israel juga mengakui jika mereka menemukan senjata.

Baca Juga:
Krisis Kelaparan Memburuk, Anak Palestina dengan Tubuh yang Kurus Banyak Terlihat di Rumah Sakit Gaza

“Tentara berupaya untuk mengevakuasi warga dari daerah pertempuran sambil menangkap para pejuang Palestina,” kata mereka.

Militer penjajah Israel menyebutkan jika mereka terus melakukan operasi di tengah daerah tersebut, dimana mereka menewaskan sekitar 20 pejuang dengan menggunakan penembak jitu, peluru tank dan juga pesawat berawak jarak jauh.

Lebih dari 50 sasaran Hamas dilaporkan diserang oleh angkatan udara di seluruh Jalur Gaza, termasuk dengan lokasi peluncuran, gudang senjata, terowongan dan juga bangunan militer lainnya.

Baca Juga:
Akui Khawatir, Kepala Hak Asasi Manusia PBB Peringatkan Perang Gaza Dapat Memicu Konflik Regional

Sementara itu, serangan yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap para pencari bantuan di dekat Kota Gaza disebutkan semakin menambah penderitaan masyarakat Jalur Gaza.

Tidak hanya orang-orang di Jalur Gaza sebelah utara yang meninggal dikarenakan dehidrasi dan kelaparan, namun, anggota keluarga mereka dan kerabat mereka juga akan dibunuh saat mencoba mendapatkan makanan untuk keluarga mereka.

Penjajah Israel juga menyerang kamp pengungsi Jabalia di utara, yang merupakan sebuah blok pemukiman padat penduduk yang terkena tembakan artileri berat dan serangan udara.

Baca Juga:
Gambarkan Sebagai Bencana yang Luar Biasa, Kementerian Kesehatan Gaza Ungkap Telah Deteksi Sekitar 1 Juta Kasus Penyakit Menular

Sejauh ini, sekitar 8 orang dilaporkan tewas dan lebih banyak lagi orang yang masih tertimbun oleh reruntuhan.

Dilaporkan ada upaya yang dilakukan untuk menemukan orang-orang yang mungkin masih hidup, namun, seiring berjalannya waktu, harapan tersebut semakin menipis.

Di daerah Jalur Gaza bagian tengah, semua kamp pengungsi, yakni Nuseirat, Maghazi dan Bureij, terus menerus mendapatkan serangan artileri berat.

Baca Juga:
UNRWA Kemungkinan Berhenti Beroperasi, Penduduk di Tepi Barat Khawatir Akan Hilangnya Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri penjajah Israel, Israel Katz, mengecam Sekjen PBB, Antonio Guterres, dengan menyatakan jika Guterres membawa PBB ke tingkat yang paling rendah.

Pernyataan tersebut muncul setelah penjajah Israel menuduh PBB berusaha diam atas laporan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Hamas.

Namun, Hamas sendiri telah membantah tuduhan tersebut. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Jalani Berbagai Perawatan untuk Menjadi Ibu, Seorang Wanita Palestina Ceritakan Kisahnya Kehilangan Bayi Kembarnya Karena Perang

Salah seorang wanita Palestina menceritakan kisahnya harus kehilangan bayi kembarnya karena perang yang terus berlangsung hingga sekarang.

Pasukan Penjajah Israel Kepung Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis, Warga yang Terjebak Meminta Evakuasi

Warga yang terjebak di Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis dikabarkan meminta evakuasi karena pengepungan yang dilakukan penjajah Israel

Kekurangan Gizi dan Dehidrasi, 15 Anak Palestina Dilaporkan Meninggal di RS Kamal Adwan

Menderita kekurangan gizi dan juga dehidrasi, 15 orang anak dilaporkan meninggal di RS Kamal Adwan yang berada di Kota Gaza.

Ketegangan Dekati Titik Didih, Warga Palestina di Lydd Dilaporkan Takut dengan Ancaman Kekerasan dari Penjajah Israel

Menurut laporan, warga Palestina yang berada di Lydd dilaporkan takut dengan ancaman kekerasan dari penjajah Israel.

Banyak yang Terjebak pada Reruntuhan, Serangan Penjajah Israel di Rafah Tewaskan Sedikitnya 14 Warga Palestina

Serangan yang dilakukan oleh penjajah Israel di Rafah diketahui menewaskan sedikitnya 14 orang warga Palestina.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;