Terlibat dalam Pembunuhan di Luar Hukum, AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Mantan Sersan Militer Penjajah Israel

Ket. Foto: AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Mantan Sersan Militer Penjajah Israel
Ket. Foto: AS Memberlakukan Pembatasan Visa pada Mantan Sersan Militer Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa pada mantan sersan militer penjajah Israel, Sersan Elor Azaria.

Pembatasan visa terhadap Sersan Elor Azaria adalah dikarenakan keterlibatannya dalam pembunuhan di luar hukum di Tepi Barat.

Sersan Elor Azaria menembak mati seorang warga Palestina yang terluka, Abdul Fatah al-Sharif, di Hebron pada tahun 2016.

Baca Juga:
Melalui Pesawat Pengintai, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Menyebarkan Selebaran Berisi Ancaman di Kamp Jenin

Al-Sharif telah tergeletak terluka di tanah setelah diduga menikam dan melukai seorang tentara, sebelum Azaria menghampirinya dan membunuhnya tanpa alasan yang jelas.

Insiden tersebut direkam oleh kelompok hak asasi manusia penjajah Israel, B’Tselem, dan dengan cepat menjadi viral.

Azaria divonis bersalah atas pembunuhan oleh pengadilan penjajah Israel, namun, hanya dijatuhi hukuman 18 bulan, yang kemudian dikurangi 4 bulan.

Baca Juga:
Krisis Akut, Warga Palestina di Yerusalem Mendapatkan Air Mengalir Selama 4 hingga 12 Jam per Minggu

Dia akhirnya dibebaskan dari penjara pada bulan Mei tahun 2018, setelah menjalani hukuman hampir 9 bulan.

Sementara itu, seorang pria berusia 19 tahun terluka saat pasukan penjajah Israel menembaki sekelompok warga Palestina di Beit Dajan, timur Nablus di Tepi Barat.

Kantor berita Wafa mengatakan bentrokan terjadi ketika tentara menyerbu kota, menembakkan peluru tajam, gas air mata dan bom suara.

Baca Juga:
Dibiarkan Mati Sendirian, Warga Palestina dengan Down Syndrome Dilaporkan Dianiaya Anjing Militer Penjajah Israel

Tentara penjajah juga menyerbu desa-desa Iraq Burin, Madama dan Burka, yang semuanya berada dekat Nablus.

Di sisi lain, Dewan Hubungan Amerika-Islam atau CAIR menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Matt Brooks, CEO Koalisi Yahudi Republik, adalah dukungan nyata untuk gagasan genosida pengeboman karpet di Jalur Gaza, yang menunjukkan banyak hal tentang dehumanisasi sistematis.

Dan juga rasis terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga:
Setidaknya 2 Warga Palestina Meninggal, Pesawat Penjajah Israel Dikabarkan Mengebom Sebuah Rumah di Kota Gaza

Ibrahim Hooper, yang merupakan Direktur Komunikasi Nasional CAIR, mengatakan genosida itu salah, tidak peduli siapa pun korbannya.

“Pejabat terpilih dari Partai Republik harus meninggalkan retorika genosida ini dan penggunaan uang pajak Amerika oleh pemerintah penjajah Israel untuk mengebom gereja, masjid, rumah sakit, selain itu, wanita dan juga anak-anak tidak berdosa di seluruh Jalur Gaza,” ujarnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Gunakan Truk Milik Warga Sipil yang Disamarkan dengan Plat Nomor Palestina, Lebih dari Selusin Tentara Penjajah Israel Menyusup ke Jenin

Lebih dari 12 orang tentara penjajah Israel melakukan penyusupan ke Jenin, Tepi Barat, dengan menggunakan truk milik warga sipil.

Tepis Tuduhan Penghasutan, Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Setiap Prajurit yang Bertempur di Gaza Lebih Terancam daripada Netanyahu

Pemimpin oposisi penjajah Israel yang bernama Yair Lapid menepis tuduhan penghasutan terhadap Benjamin Netanyahu.

Serukan Dukungan, Otoritas Palestina Tantang Rencana Penjajah Israel untuk Mencaplok dan Mengalihkan Kendali Situs Arkeologi

Rencana penjajah Israel untuk mencaplok dan mengalihkan kendali situs arkeologi ditantang oleh Otoritas Palestina atau PA.

Sebabkan 2 Warga Penjajah Israel Terluka, Tentara Penjajah Secara Keliru Menembaki Sebuah Kendaraan yang Mereka Duga Membawa Orang Palestina

Tentara penjajah Israel secara keliru melepaskan tembakan terhadap sebuah kendaraan yang mereka duga membawa warga Palestina.

Berusaha Lindungi Anak Istri, Seorang Pria Tewas Usai Peluru dalam Insiden Penembakan Donald Trump Menembus Kepala Korban, Ini Sosoknya

Berikut sosok korban yang tewas dalam insiden penembakan saat kampanye kandidat presiden Donald Trump di Pennsylvania.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;