Viral di Media Sosial! Aksi Sekelompok Pekerja Migran Indonesia di Jepang Kian Meresahkan, Bentuk Geng dan Bikin Keributan di Tempat Umum

Geng Pemulih Harga Diri dari PMI di Jepang bikin geger dengan aksi meresahkan. Kementerian Luar Negeri dan pihak berwenang diharapkan turun tangan.
Geng Pemulih Harga Diri dari PMI di Jepang bikin geger dengan aksi meresahkan. Kementerian Luar Negeri dan pihak berwenang diharapkan turun tangan. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @fakta.indo

Internasional, gemasulawesi - Baru-baru ini, masyarakat Jepang dihebohkan oleh tindakan sekelompok Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang membentuk geng dan menimbulkan kekacauan di area tempat mereka bekerja. 

Kelompok yang dikenal dengan nama "Pemulih Harga Diri" ini viral di media sosial setelah video mereka yang mengganggu ketertiban umum tersebar luas. 

Dalam video tersebut, tampak anggota geng berkumpul di trotoar, menghalangi pejalan kaki, serta membawa senjata tajam dan bersepeda dengan bendera komunitas mereka.

Video yang diunggah oleh akun @minako_satou menunjukkan bagaimana kelompok ini mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga:
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Gorontalo Sebut Kepala Daerah yang Saat Ini Tengah Menjabat dan Akan Maju Kembali di Pilkada Wajib Menjalani CLTN

Dalam unggahan tersebut, akun @minako_satou membagikan empat video pendek yang memperlihatkan kegiatan geng Pemulih Harga Diri di Osaka, Jepang. 

Salah satu video yang paling mengkhawatirkan menunjukkan seorang anggota geng yang memamerkan senjata tajam berupa celurit berukuran besar. Aksi ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat lokal.

"Di Jepang, ada beberapa oknum PMI yang bikin resah dengan bikin geng. Mereka mengganggu ketertiban dan bikin orang-orang 

jadi susah lewat. Hal memalukan kayak gini seharusnya jangan dibawa ke negara orang," kritik akun X @minako_satou. 

Baca Juga:
Dalam Kunjungan Evaluasi, Tim KemenPAN-RB Menemui Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo

Ia menambahkan bahwa tindakan geng ini juga berdampak negatif bagi warga Indonesia lainnya yang telah berusaha berintegrasi dengan baik di Jepang.

Kekhawatiran masyarakat Jepang mengenai keberadaan geng ini semakin meningkat. 

Salah satu warga Jepang yang mengomentari situasi ini melalui akun X bernama @parsonalsecret menyatakan keprihatinannya terhadap kurangnya liputan media Jepang tentang kelompok tersebut. 

Ia memperingatkan bahwa tindakan geng ini bisa berkembang menjadi ancaman keamanan yang lebih serius.

Baca Juga:
Kepala Dinkes Gorontalo Membuka Regional Immunization Champions Workshop Pediatrics Association Advocacy for Immunization Priorities

"Mereka sering memamerkan senjata tajam di jalanan bersama anggota gengnya itu. Pasti cepat atau lambat mereka akan jadi masalah besar. Semoga pihak kepolisian bisa segera mengetahui hal ini," tulis @parsonalsecret.

Kelompok Pemulih Harga Diri awalnya terdiri dari pemuda-pemuda yang terafiliasi dengan perguruan silat di Indonesia. 

Seiring waktu, kelompok ini menyebar ke berbagai wilayah, termasuk ke luar negeri. 

Kini, mereka tidak hanya mencemari citra warga Indonesia di Jepang tetapi juga memperburuk situasi bagi PMI yang bekerja dengan baik di negara tersebut.

Baca Juga:
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Sukses Mengadakan Sosialisasi Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Terdampak Bencana

Menanggapi permasalahan ini, pihak Pemulih Harga Diri Jepang telah mengunci akun media sosial mereka untuk menghindari tekanan lebih lanjut. 

Meski demikian, tangkapan layar dari akun mereka masih beredar luas di media sosial. 

Dalam salah satu pernyataan terakhir mereka, kelompok ini menegaskan, "Kami pertegas lagi. Apabila kalian mau menghina atau menjelekkan golongan ini, kami rasa tidak apa-apa. Tapi apabila kami tahu bahwa kalian menghina nama besar yang sudah selama ini kami jaga, jangan sesekali salahkan kami jika kalian kami cari. Kami tidak akan tinggal diam."

Pernyataan tersebut mencerminkan ketegangan yang terjadi dan menambah kekhawatiran mengenai potensi konflik yang bisa timbul akibat tindakan kelompok ini. 

Baca Juga:
Bertujuan untuk Menggali Praktik Terbaik dalam Regenerasi Petani, Tim Utusan Khusus Presiden Memulai Perjalanan Dinas ke Hanoi Vietnam pada Akhir Agustus

Pihak berwenang di Jepang diharapkan dapat segera menanggapi situasi ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban di masyarakat. (*/Shofia)

...

Tags

Artikel Terkait

wave
Wabup Resmikan Gedung Markas PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Wabup Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, H Badrun Nggai, meresmikan gedung Markas PMI berlokasi di Jalan Pakabata Desa Boyantongo.

IFRC: PMI Dibekali Kemampuan Penanganan Covid19

IFRC Reftalina Rahman mengatakan, PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah dibekali dengan berbagai kemampuan penanganan covid19.

PMI Parimo Minta Dukungan Pemda Bangun Unit Transfusi Darah

PMI Parimo, Sulawesi Tengah minta dukungan Pemda bangun unit transfusi darah, mengingat kebutuhan darah masalah setiap tahun bagi resipien

Jamkes Masuk Empat Isu Strategis Perlindungan PMI

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memaparkan, empat isu strategis perlindungan PMI. Salah satu diantaranya, terkait Jamkes.

PMI Ajak Relawan Tingkatkan Kinerja Kemanusiaan

PMI mengajak relawan di seluruh tanah air, senantiasa meningkatkan kinerja kemanusiaan untuk memberikan bantuan dan pertolongan.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;