Palestina Memperingatkan Penjajah Israel tentang Bahaya Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Situs Arkeologi di Betlehem

Ket. Foto: Penjajah Israel Diperingatkan Palestina tentang Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Sebuah Situs Arkeologi di Betlehem
Ket. Foto: Penjajah Israel Diperingatkan Palestina tentang Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Sebuah Situs Arkeologi di Betlehem Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – PLO atau Organisasi Pembebasan Palestina memperingatkan penjajah Israel tentang bahaya mendirikan pos pemukiman ilegal di sebuah situs arkeologi di Betlehem, Tepi Barat selatan.

Dalam sebuah pernyataan, Biro Nasional Pertahanan Tanah PLO menyampaikan pendirian pos terdepan Nahal Helitz yang ilegal di tanah desa Battir di Betlehem membahayakan warisan desa itu, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Biro itu menyoroti bahwa Menteri Keuangan penjajah Israel, Bezalel Smotrich, mengumumkan pendirian pos paling depan ilegal itu pada awal bulan September 2024.

Baca Juga:
Kepala Militer Penjajah Israel Dilaporkan Berencana Mengundurkan Diri pada Bulan Desember

Biro tersebut menunjukkan bahwa Nahal Helitz merupakan 1 dari 5 pemukiman ilegal jauh di dalam Tepi Barat yang diduduki yang disetujui oleh pemerintah pendudukan penjajah Israel pada tanggal 27 Juni 2024 untuk menghubungkan Yerusalem dan pemukiman ilegal lainnya dengan blok pemukiman ilegal Gush Etzion.

Biro itu menerangkan pembangunan pos paling depat itu akan mengisolasi Battir, dengan warisa budayanya.

“Beserta desa-desa Palestina di sekitarnya, dari Betlehem dan wilayah Tepi Barat lainnya yang diduduki, yang jelas-jelas melanggar piagam global untuk melestarikan situs warisan dunia,” ujar mereka.

Baca Juga:
Mantan Direktur Shin Bet Penjajah Israel Membela Hak Warga Palestina untuk Melawan Pendudukan

UNESCO pada tahun 2014 menyatakan Battir sebagai Situs Warisan Dunia dalam tindakan darurat sebab rencana pada saat itu untuk membangun tembok pemisah penjajah Israel lewat tanahnya.

Diketahui jika desa ini menonjol sebab praktik pertanian tradisional dan teras pertaniannya yang menakjubkan.

Di bulan Mei, organisasi hak asasi manusia penjajah Israel, B’Tselem, mengungkapkan pemerintah penjajah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, telah berencana untuk mengusir para penggembala dan petani Palestina dari tanah mereka di Tepi Barat bekerja sama dengan pemukim ilegal penjajah Israel.

Baca Juga:
Pemukim Ekstremis Penjajah Israel Dilaporkan Meracuni dan Membunuh Puluhan Domba di Komunitas Badui Arab Al-Malihat Tepi Barat

B’Tselem menekankan ini merupakan bagian dari sistem apartheid penjajah Israel.

Menurut perkiraan Tel Aviv, lebih dari 720.000 pemukim ilegal penjajah Israel tinggal pemukiman ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Warga Palestina memandang Tepi Barat sebagai bagian integral dari negara merdeka masa depan mereka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, yang telah diduduki oleh penjajah Israel sejak tahun 1967. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Kepala Militer Penjajah Israel Dilaporkan Berencana Mengundurkan Diri pada Bulan Desember

Kepala Militer penjajah Israel dikabarkan berencana untuk mengundurkan diri dari posisinya pada bulan Desember tahun ini.

Mantan Direktur Shin Bet Penjajah Israel Membela Hak Warga Palestina untuk Melawan Pendudukan

Hak warga atau masyarakat Palestina untuk melawan pendudukan dibela oleh mantan Direktur Shin Bet penjajah Israel.

Pemukim Ekstremis Penjajah Israel Dilaporkan Meracuni dan Membunuh Puluhan Domba di Komunitas Badui Arab Al-Malihat Tepi Barat

Puluhan domba di Komunitas Badui Arab Al-Malihat, Tepi Barat, diracuni dan dibunuh oleh pemukim ekstremis penjajah Israel.

Kota Paling Selatan Gaza, Militer Penjajah Israel Sebut Telah Menyelesaikan Penghancuran Brigade Hamas di Rafah

Militer penjajah Israel menyebutkan telah menyelesaikan penghancuran brigade Hamas di Rafah, kota paling selatan Jalur Gaza.

Sambut Penjahat Terpidana dan Agitator Sayap Kanan, Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Puji Serangannya terhadap Pengunjuk Rasa Anti Pemerintah

Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel memuji penjahat terpidana atas serangannya terhadap pengunjuk rasa anti pemerintah.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;