Kepala UNRWA Menggambarkan Situasi di Jalur Gaza sebagai Jatuh Bebas Menuju Barbarisme

Ket. Foto: Situasi di Jalur Gaza Digambarkan oleh Kepala UNRWA sebagai Jatuh Bebas Menuju Barbarisme
Ket. Foto: Situasi di Jalur Gaza Digambarkan oleh Kepala UNRWA sebagai Jatuh Bebas Menuju Barbarisme Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menggambarkan situasi di Jalur Gaza sebagai jatuh bebas menuju barbarisme.

Pada hari Senin, tanggal 7 Oktober 2024, waktu Palestina, Philippe Lazzarini menggarisbawahi perlunya diplomasi dan juga diakhirinya kekerasan.

Pada media sosial X, Philippe Lazzarini menyatakan Jalur Gaza, yang merupakan rumah untuk 2 juta orang, telah berubah menjadi lautan puing yang tidak dapat dikenali lagi setelah 12 bulan serangan udara dan peperangan yang tiada henti.

Baca Juga:
Aktivis Palestina Berusia 66 Tahun Terbunuh setelah Dipukuli Secara Brutal oleh Pasukan Penjajah Israel

Dia mengungkapkan lebih dari 220 anggota tim UNRWA telah terbunuh selama konflik itu, yang menjadi jumlah korban tewas tertinggi dalam sejarah PBB, menyoroti kondisi mengerikan yang dialami oleh warga sipil dan juga pekerja kemanusiaan.

Dampaknya pada anak-anak sangat parah. Lebih dari 650.000 anak-anak kehilangan 1 tahun lagi pendidikan, terpaksa menghadapi trauma, kelaparan, dan kehilangan orang yang dicintai.

Sekolah dan infrastruktur penting telah hancur, dengan lebih dari 2 pertiga bangunan UNRWA terkena dampak kekerasan, mengakibatkan banyak keluarga yang berlindung tanpa perlindungan.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Memberlakukan Lockdown Menyeluruh di Tepi Barat pada Peringatan Pertama Operasi Banjir Al Aqsa

“Alih-alih berada di ruang kelas, mereka memilah-milah puing-puing dengan putus asa dan takut,” ujarnya.

Dia menambahkan setiap anak di Gaza mengalami trauma, banyak di antaranya yang mempunyai bekas luka yang tidak terlihat seumur hidup.

Dia juga menyerukan gencatan senjata, menekankan tidak ada pemenang dalam perang dan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan penderitaan yang terus berlanjut adalah lewat solusi diplomatik dan damai.

Baca Juga:
Perlawanan Irak Dilaporkan Meluncurkan Gelombang Baru Serangan terhadap Target Penjajah Israel

Philippe Lazzarini menyerukan kesepakatan yang akan menjamin pembebasan sandera yang aman, pengiriman bantuan kemanusiaan penting ke Jalur Gaza dan gencatan senjata untuk memberikan kelegaan untuk rakyat Gaza, penjajah Israel, Lebanon, dan wilayah yang lebih luas.

“Telah saatnya meletakkan senjata setelah puluhan tahun pembunuhan dan penderitaan luar biasa,” ucapnya seraya menambahkan bahwa kehancuran dan korban jiwa semakin tidak tertahankan setiap harinya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Aktivis Palestina Berusia 66 Tahun Terbunuh setelah Dipukuli Secara Brutal oleh Pasukan Penjajah Israel

Seorang pria yang merupakan aktivis Palestina berusia 66 tahun terbunuh setelah dipukuli secara brutal oleh pasukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Memberlakukan Lockdown Menyeluruh di Tepi Barat pada Peringatan Pertama Operasi Banjir Al Aqsa

Pasukan penjajah Israel dilaporkan menutup Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada peringatan pertama Operasi Banjir Al Aqsa.

Perlawanan Irak Dilaporkan Meluncurkan Gelombang Baru Serangan terhadap Target Penjajah Israel

Gelombang baru serangan terhadap target penjajah Israel dikabarkan diluncurkan oleh Perlawanan Islam di Irak atau IRI.

Penjajah Israel Dilaporkan Finalisasikan Keputusan untuk Serang Iran

Penjajah Israel telah memutuskan untuk menyerang Iran susul serangan rudal yang terjadi pekan lalu di Tel Aviv, penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Menerbitkan Buku Anak-Anak dengan Klaim Lebanon Milik Penjajah Israel

Buku anak-anak dengan klaim Lebanon milik penjajah Israel yang berjudul Alon dan Lebanon diterbitkan oleh pemukim penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;