Pasukan Penjajah Israel Tembak Mati Seorang Wanita Palestina saat Panen Zaitun di Tepi Barat

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menembak Mati Seorang Wanita Palestina di Tepi Barat
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menembak Mati Seorang Wanita Palestina di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang wanita Palestina ditembak mati oleh pasukan pendudukan penjajah Israel saat sedang memanen zaitun di Tepi Barat utara.

Rumah Sakit Khusus Ibnu Sina di Jenin mengumumkan kematian wanita itu dan menyatakan dia meninggal karena luka-luka yang dideritanya di kota Faqqu’a, sebelah utara Jenin.

Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina menyampaikan dalam sebuah pernyataan timnya di Jenin telah dipanggil untuk merawat seorang wanita yang berusia 59 tahun dari Faqqu’a yang ditembak dari belakang.

Baca Juga:
Penduduk Zanuta Tepi Barat Dilaporkan Kembali ke Desa yang Hancur tetapi Tidak Mempunyai Rumah

“Kami mencoba menyadarkannya tetapi dia kemudian meninggal,” kata mereka.

Saksi mata melaporkan wanita itu ditembak saat bekerja di ladang zaitun saat bekerja di ladang zaitun dekat Tembok Pemisah penjajah Israel yang ilegal.

Sebelumnya, pemukim penjajah Israel menembaki pemetik zaitun Palestina di kota Kafr Al-Labad di Tulkarem.

Baca Juga:
Penjajah Israel Telah Membunuh Seorang Dokter Palestina dan Melukai Beberapa Paramedis di Gaza Utara

Seorang aktivis anti-pemukiman, Ayman Gharib, menyatakan pasukan penjajah Israel tiba di lokasi kejadian setelah penembakkan dan menembakkan gas air mata ke arah petani Palestina, menyebabkan beberapa dari mereka menderita sesak nafas.

Menurut data OCHA PBB, sejak awal bulan Oktober 2024, tercatat 51 serangan terkait pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka, termasuk 32 serangan yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan properti atau keduanya, yang terjadi di 57 komunitas di seluruh wilayah Tepi Barat.

Sebagian besar insiden terkait dengan musim panen zaitun, di mana pemukim penjajah Israel menyerang warga Palestina atau mencegah mereka untuk memasuki tanah mereka dam merusak pohon, mencuri tanaman dan juga peralatan panen.

Baca Juga:
Penjajah Israel Klaim Pasukannya Telah Membunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Jalur Gaza

Sejak tanggal 1 Oktober 2024, 54 warga Palestina terluka dalam konteks serangan pemukim terhadap warga Palestina, termasuk 44 orang oleh pemukim penjajah Israel dan 10 orang oleh pasukan penjajah Israel.

Sekitar 600 pohon dan anakan pohon, terutama pohon zaitun, dibakar, digergaji, hasil panennya dicuri atau dirusak, yang berdampak pada petani Palestina di sekitar 15 komunitas di Tepi Barat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penduduk Zanuta Tepi Barat Dilaporkan Kembali ke Desa yang Hancur tetapi Tidak Mempunyai Rumah

Penduduk Desa Zanuta yang terletak di Tepi Barat kembali ke desa mereka yang hancur tetapi tidak memiliki rumah.

Penjajah Israel Telah Membunuh Seorang Dokter Palestina dan Melukai Beberapa Paramedis di Gaza Utara

Seorang dokter Palestina dibunuh oleh penjajah Israel di Jalur Gaza utara dan beberapa paramedis lainnya juga terluka.

Penjajah Israel Klaim Pasukannya Telah Membunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Jalur Gaza

Penjajah Israel mengklaim telah membunuh Yahya Sinwar, yang merupakan pemimpin Hamas, di Jalur Gaza.

Viral Mobil Terbakar Jalan Sendiri di India Hebohkan Warganet, Melaju Tanpa Sopir Hingga Bikin Penonton Berhamburan

Sebuah video viral yang menampilkan mobil yang sudah terbakar tiba-tiba jalan sendiri hingga membuat orang-orang panik

Kepala UNRWA Sebut Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis

Disebutkan Kepala UNRWA operasi UNRWA di Jalur Gaza hampir mencapai titik kritis karena semakin rumitnya persyaratan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;