7 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel yang Menargetkan Sekolah di Jalur Gaza Barat

Ket. Foto: 7 Orang Warga Palestina Meninggal dalam Serangan Penjajah Israel terhadap Sebuah Sekolah di Jalur Gaza Barat
Ket. Foto: 7 Orang Warga Palestina Meninggal dalam Serangan Penjajah Israel terhadap Sebuah Sekolah di Jalur Gaza Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Setidaknya 7 orang warga Palestina, termasuk dengan anak-anak dan wanita, tewas pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2024, waktu Palestina, dalam serangan udara penjajah Israel yang menargetkan sekolah yang dikelola UNRWA di Jalur Gaza barat yang menyediakan tempat berlindung untuk keluarga-keluarga terlantar.

Menurut petugas medis Palestina yang berbicara kepada media, serangan penjajah Israel terhadap sekolah tersebut menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka, sementara yang terluka dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Serangan udara itu menargetkan sekolah Asma di kamp pengungsi Shati, yang saat ini menampung ribuan warga Palestina yang mengungsi,” kata para saksi mata.

Baca Juga:
Drone dari Lebanon Dilaporkan Targetkan Kediaman Benjamin Netanyahu di Penjajah Israel

Sekolah itu digunakan sebagai tempat perlindungan untuk keluarga yang melarikan diri dari pemboman yang sedang berlangsung di Jalur Gaza utara.

Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2024, kembali menyerukan kepada penjajah Israel untuk mematuhi hukum internasional saat memerangi kelompok Hamas dan Hizbullah.

Dia menegaskan penjajah Israel memiliki hak untuk membela diri dan harus mematuhi hukum internasional.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Mengepung dan Menembaki RS Indonesia di Beit Lahiya Jalur Gaza

“Ini merupakan persyaratan yang jelas dan juga telah lama menjadi bagian dari kebijakan luar negeri negara Jerman,” ujarnya.

Dia menyampaikan pernyataan itu pada konferensi pers pertama dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, setelah pertemuan di Istanbul, di mana kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan isu-isu internasional.

Dia mengakui Berlin dan Ankara mempunyai pandangan yang berbeda mengenai serangan militer penjajah Israel, tetapi menggarisbawahi mereka mempunyai keprihatinan yang sama tentang penderitaan warga sipil dan perlunya gencatan senjata.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Memanggil Brigade Cadangan Tambahan untuk Misi Operasional di Wilayah Utara Lebanon

“Kami sepakat bahwa de-eskalasi, gencatan senjata, dan juga solusi politik dibutuhkan untuk mencegah konflik di Timur Tengah,” ucapnya seraya menegaskan bahwa hanya solusi 2 negara yang dinegosiasikan yang dapat membawa perdamaian dan juga keamanan untuk penjajah Israel dan Palestina.

Dia melanjutkan perlu ada proses politik yang kredibel menuju solusi 2 negara, negara penjajah Israel dan negara yang layak untuk Palestina.

“Itulah sebabnya kami terus berjuang untuk ini, terlepas dari semua kemunduran yang telah kami alami sejauh ini,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Drone dari Lebanon Dilaporkan Targetkan Kediaman Benjamin Netanyahu di Penjajah Israel

Sebuah drone dari Lebanon diluncurkan menuju kediaman Benjamin Netanyahu yang terletak di Kaisarea, penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Mengepung dan Menembaki RS Indonesia di Beit Lahiya Jalur Gaza

Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahiya dikabarkan dikepung dan juga ditembaki oleh pasukan penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Memanggil Brigade Cadangan Tambahan untuk Misi Operasional di Wilayah Utara Lebanon

Brigade cadangan tambahan dikabarkan dipanggil oleh tentara penjajah Israel untuk misi operasional di Lebanon sebelah utara.

Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Kendaraan Warga Palestina di Tepi Barat Utara

Kendaraan milik warga Palestina di selatan Nablus, Tepi Barat utara, dikabarkan diserang oleh pemukim penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Tembak Mati Seorang Wanita Palestina saat Panen Zaitun di Tepi Barat

Seorang wanita Palestina ditembak mati oleh pasukan penjajah Israel saaat sedang melakukan panen zaitun di Tepi Barat utara.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;