Penjajah Israel Klaim Telah Membunuh Pejuang Senior Hamas

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyampaikan Telah Membunuh Pejuang Senior Hamas
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyampaikan Telah Membunuh Pejuang Senior Hamas Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara penjajah Israel menyampaikan serangan udara yang dilakukan bekerja sama dengan badan intelijen penjajah Israel, Shin Bet, di mana Majdi Aqilan, salah satu komandan yang ikut serta dalam ‘serangan’ terhadap pemukiman Nahal Oz di penjajah Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, termasuk di antara beberapa pejuang senior yang tewas.

Militer penjajah Israel mengklaim Majdi Aqilan menjabat sebagai wakil komandan Batalyon Shati di Jalur Gaza utara dan tengah.

Pernyataan itu menambahkan Ahmed Suwaidan, komandan lainnya, dan Mamdouh Mehna, anggota senior unit penggalian Hamas, juga tewas.

Baca Juga:
Menteri Keuangan Penjajah Israel Umumkan Penyitaan 5.930,5 Hektare Tanah di Tepi Barat

Hamas tidak segera menanggapi pernyataan militer penjajah Israel tersebut.

Di sisi lain, seorang mantan Menteri Pertahanan penjajah Israel kemarin, tanggal 6 Desember 2024, Gadi Eisenkot, mengatakan Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, tidak tertarik dengan perjanjian gencatan senjata yang komprehensif untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.

“Seluruh lembaga pertahanan sepakat telah waktunya mencapai kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang Gaza tetapi Benjamin Netanyahu tidak tertarik dengan hal tersebut,” katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar penjajah Israel.

Baca Juga:
Pemukim Yahudi Pasang Kawat Berduri di Sekitar Rumah Warga Palestina di Lembah Yordan Utara

Dia melanjutkan tidak ada yang perlu ditunggu.

“Toh, capaian dan kondisi di Jalur Gaza jauh lebih baik daripada di Lebanon dan ancaman dari Jalur Gaza jauh lebih kecil daripada dari Lebanon,” ujarnya.

Dia menambahkan tetapi gencatan senjata disepakati di Lebanon tetapi tidak di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Hamas Terima Usulan Mesir untuk Membentuk Komite Gabungan Palestina guna Mengelola Gaza Pasca Perang

Di sisi lain, 5 turis penjajah Israel dari Safed tewas dalam kecelakaan mobil di dekat kota Ouarzazate di selatan Maroko pada hari Jumat, tanggal 6 Desember 2024, waktu setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh lembaga penyiaran resmi penjajah Israel, Kan.

Kementerian Luar Negeri penjajah Israel membantu pemulangan jenazah mereka yang akan diangkut pertama ke Casablanca dan kemudian ke Prancis.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Melepaskan Tembakan ke dalam RS Turki di Tepi Barat

Israel Hasid, yang merupakan anggota tim tanggap darurat penjajah Israel, menggambarkan kecelakaan tersebut sebagai sangat parah dan menerangkan kendaraan tersebut terbalik dari jalan yang menyebabkan kematian. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Menteri Keuangan Penjajah Israel Umumkan Penyitaan 5.930,5 Hektare Tanah di Tepi Barat

Penyitaan 5.930,5 hektare tanah di Tepi Barat yang diduduki diumumkan oleh Menteri Keuangan penjajah Israel, Bezalel Smotrich.

Penjajah Israel Secara Intensif Menggunakan Fosfor Putih di Wilayah Selatan Lebanon

Fosfor putih digunakan secara intensif oleh penjajah Israel di wilayah selatan Lebanon yang sesuai dengan zona yang ditandai oleh tentaranya

Pemukim Yahudi Pasang Kawat Berduri di Sekitar Rumah Warga Palestina di Lembah Yordan Utara

Pemukim Yahudi ekstremis diketahui memasang kawat berduri di sekitar rumah-rumah milik warga Palestina di Lembah Yordan utara.

Hamas Terima Usulan Mesir untuk Membentuk Komite Gabungan Palestina guna Mengelola Gaza Pasca Perang

Usulan Mesir untuk membentuk komite gabungan Palestina untuk mengelola Jalur Gaza setelah perang diterima Hamas.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Melepaskan Tembakan ke dalam RS Turki di Tepi Barat

Rumah Sakit Turki yang terletak di Tubas, Tepi Barat, dikabarkan diserbu oleh pasukan penjajah Israel yang juga melepaskan tembakan.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;