Pemerintah Penjajah Israel Setujui Rencana untuk Tambah Jumlah Pemukim di Dataran Tinggi Golan

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyetujui Rencana untuk Menambah Jumlah Pemukim di Dataran Tinggi Golan
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyetujui Rencana untuk Menambah Jumlah Pemukim di Dataran Tinggi Golan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pemerintah penjajah Israel telah menyetujui rencana untuk menambah jumlah pemukim di Dataran Tinggi Golan yang diduduki secara ilegal, beberapa hari setelah merebut lebih banyak wilayah Suriah menyusul tergulingnya pemimpin lama Suriah, Bashar al-Assad.

Kantor Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pemerintah telah dengan ‘suara bulat menyetujui pengembangan demografi’ di wilayah yang diduduki, yang memiliki tujuan untuk menggandakan populasi penjajah Israel di sana.

Rencana baru ini hanya berlaku untuk sebagian Dataran Tinggi Golan yang diduduki penjajah Israel sejak tahun 1967.

Di tahun 1981, Knesset penjajah Israel bergerak untuk memberlakukan hukum penjajah Israel atas wilayah itu, dalam aneksasi yang efektif.

Baca Juga:
Hamas Tegaskan Kembali Komitmennya untuk Mengakhiri Serangan Penjajah Israel yang sedang Berlangsung di Gaza

Rencana itu tidak terkait dengan sebagian tanah Suriah yang direbut penjajah Israel setelah al-Assad digulingkan 1 minggu yang lalu.

Daerah yang direbut, yang telah didemiliterisasi sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai setelah perang 1973, juga meliputi Gunung Hermon yang menghadap Damaskus, yang merupakan ibu kota Suriah.

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu memuji rencana itu, yang menyediakan lebih dari 40 juta shekel (11 juta USD) untuk meningkatkan populasi pemukim.

Saat ini, telah ada sekitar 31.000 pemukim penjajah Israel yang tersebar di puluhan pemukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan.

Baca Juga:
Komandan Brigade Jenin Terbunuh saat Pasukan Keamanan Palestina Serbu Kamp Tepi Barat

Mereka tinggal bersama kelompok minoritas, termasuk dengan Druze, yang mayoritas mengidentifikasi diri sebagai warga Suriah.

“Memperkuat Golan berarti memperkuat penjajah Israel dan hal itu sangat penting saat ini,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya akan terus mempertahankannya, membuatnya berkembang, dan juga menetap di sana.

Media melaporkan persetujuan itu datang pada apa yang dilihat penjajah Israel sebagai momen yang tepat.

Baca Juga:
Dewan Nasional Palestina Gambarkan Pemboman Penjajah Israel terhadap Sekolah Pelanggaran Hukum Internasional

Meski pendudukan penjajah Israel atas Dataran Tinggi Golan adalah ilegal menurut hukum internasional selama masa jabatan pertamanya dari tahun 2017 hingga 2021, Donald Trump menjadikan Amerika Serikat sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui kedaulatan penjajah Israel atas wilayah itu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Hamas Tegaskan Kembali Komitmennya untuk Mengakhiri Serangan Penjajah Israel yang sedang Berlangsung di Gaza

Komitmen untuk mengakhiri agresi penjajah Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza kembali ditegaskan oleh Hamas.

Komandan Brigade Jenin Terbunuh saat Pasukan Keamanan Palestina Serbu Kamp Tepi Barat

Pasukan keamanan Palestina menyerbu kamp Tepi Barat, seorang komandan Brigade Jenin dilaporkan tewas terbunuh.

Dewan Nasional Palestina Gambarkan Pemboman Penjajah Israel terhadap Sekolah Pelanggaran Hukum Internasional

Pemboman penjajah Israel terhadap sekolah digambarkan oleh Dewan Nasional Palestina pelanggaran hukum internasional.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Rumah-Rumah di Jalur Gaza Utara hingga Rata dengan Tanah

Rumah-rumah penduduk Palestina yang terletak di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, dibakar oleh pasukan penjajah Israel hingga rata dengan tanah

Menteri Pertahanan Penjajah Israel Izinkan Pembebasan Awal Seorang Pemukim yang Membakar Properti Palestina

Seorang pemukim yang dihukum karena membakar properti Palestina dibebaskan awal oleh Menteri Pertahanan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;