Menteri Pertahanan Penjajah Israel Izinkan Pembebasan Awal Seorang Pemukim yang Membakar Properti Palestina

Ket. Foto: Menhan Penjajah Israel Mengizinkan Pembebasan Awal Seorang Pemukim
Ket. Foto: Menhan Penjajah Israel Mengizinkan Pembebasan Awal Seorang Pemukim Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Israel Katz, yang merupakan Menteri Pertahanan penjajah Israel, telah mengizinkan pembebasan awal seorang pemukim yang dihukum karena terorisme.

Israel Katz diketahui memotong hukumannya 3 bulan.

Pemukim yang bernama Itiel Ben Tsurya ikut serta dalam aksi kekerasan bersama orang lain, termasuk dengan membakar properti Palestina di Desa Yatma, sebelah selatan Nablus, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki dan melakukan penyerangan di Desa Jit.

Keputusan ini diambil setelah menteri sayap kanan menangguhkan perintah penahanan administratif terhadap pemukim penjajah Israel yang dituduh menyerang warga Palestina sehingga mereka dapat menghindari tuntutan hukum.

Baca Juga:
Brigade Al Qassam Sebut Telah Menangkap 3 Pesawat Nirawak Penjajah Israel yang Lakukan Operasi Intelijen di Rafah

Keputusan ini menuai kritik tajam dari otoritas Palestina dan kelompok hak asasi manusia yang memperingatkan keputusan ini dapat memicu kekerasan yang lebih lanjut.

“Keputusan itu akan mendorong para pemukim supremasi untuk melakukan tindakan terorisme terhadap warga Palestina dan properti mereka, meningkatkan kejahatan, dan juga semakin memperkuat impunitas mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keputusan Katz.

Kementerian itu menggambarkan penangkapan para pemukim sebagai isyarat simbolis dan menuntut tindakan internasional yang efektif untuk mengekang kekerasan para pemukim dan melindungi warga Palestina.

LSM hak asasi manusia penjajah Israel Peace Now mengecam penangguhan penahanan administratif untuk para pemukim sebagai tindakan sinis dan gegabah yang menutupi dan menormalisasi terorisme Yahudi dengan kedok perang.

Baca Juga:
Seorang Anak Dilaporkan Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Furik Tepi Barat

Penjajah Israel telah lama dituduh mempertahankan sistem hukum 2 tingkat bagi mereka yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki, dengan 1 set hukum untuk warga Yahudi-penjajah Israel di bawah hukum pidana dan yang lainnya untuk warga Palestina, yang diadili berdasarkan hukum militer.

Pasukan penjajah Israel telah menangkap 12.100 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk dengan Yerusalem Timur, sejak mereka melancarkan perang di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Klub Tahanan Palestina.

Mereka menunjukkan angka itu tidak termasuk warga Palestina yang ditahan di Jalur Gaza yang diperkirakan mencapai ribuan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Brigade Al Qassam Sebut Telah Menangkap 3 Pesawat Nirawak Penjajah Israel yang Lakukan Operasi Intelijen di Rafah

3 pesawat tak berawak penjajah Israel yang melakukan operasi intelijen di Rafah, Jalur Gaza selatan, telah ditangkap oleh Brigade Al Qassam.

Seorang Anak Dilaporkan Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Furik Tepi Barat

Seorang anak Palestina dan seorang pria Palestina terluka selama serangan penjajah Israel di kota Beit Furik, Tepi Barat.

Serangan Penjajah Israel terhadap Konvoi Bantuan Kemanusiaan di Gaza Tewaskan Sedikitnya 12 Orang

Penjaga keamanan Palestina yang mengawal pengiriman bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza diserang penjajah Israel.

Sebuah Quadcopter Penjajah Israel Tewaskan Dokter Bedah Ortophedi Palestina Terakhir di Jalur Gaza Utara

Seorang dokter bedah ortophedi Palestina terakhir di Jalur Gaza utara tewas oleh sebuah quadcopter penjajah Israel dalam perjalanan ke rumah

Angkatan Laut Penjajah Israel Serang Sedikitnya 6 Kapal Perang Suriah di Pelabuhan Latakia

Sedikitnya 6 kapal angkatan laut Suriah di Pelabuhan Latakia dikabarkan diserang oleh angkatan laut penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;