Menkeu Penjajah Israel Umumkan Rencana untuk Hilangkan Garis Hijau dengan Memperluas Proyek Pemukiman

Ket. Foto: Rencana Hilangkan Garis Hijau Diumumkan oleh Menkeu Penjajah Israel
Ket. Foto: Rencana Hilangkan Garis Hijau Diumumkan oleh Menkeu Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Bezalel Smotrich, yang merupakan Menteri Keuangan penjajah Israel, menyampaikan negara pendudukan akan menghapus Garis Hijau dengan memajukan proyek pertanian mengacu pada Garis Gencatan Senjata 1949 yang dibuat setelah Nakba 1948 dan berdirinya negara penjajah Israel.

Bezalel Smotrich mengatakan penjajah Israel bertujuan untuk menghentikan upaya Palestina untuk memperluas kendali ilegal mereka atas tanah di Tepi Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Bezalel Smotrich ketika melakukan tur ke pertanian di pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

“Pertanian di Tepi Barat adalah tujuan yang strategis untuk melestarikan tanah dan juga mencegah perampasannya,” katanya.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Serang Warga Palestina di 2 Desa yang Berada Dekat Ramallah Tepi Barat

Dia menyoroti upayanya untuk memberi mereka dukungan keuangan untuk pertama kalinya lewat Kementerian Pertanian, serupa dengan yang ditawarkan kepada petani di wilayah lain di penjajah Israel.

Dia menambahkan selama bertahun-tahun, pertanian di Yudea dan Samaria (Tepi Barat yang diduduki) telah diperlakukan sebagai ‘kelas dua’ dan para petani di wilayah itu telah menghadapi diskriminasi yang terus-menerus.

“Pemerintah kami sedang memperbaiki ketidakadilan historis ini dan juga memperkuat pertanian,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa kebijakan kami memiliki tujuan untuk melestarikan cadangan lahan, menciptakan kesinambungan teritorial yang aman dan strategis, serta mengekang upaya Palestina untuk memperluas kendali ilegal mereka atas lahan di wilayah itu.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Meledakkan Gedung-Gedung di Jalur Gaza Bagian Tengah

Di sisi lain, sebuah klip video yang diunggah di media sosial oleh seorang jurnalis Palestina menggambarkan seorang ayah yang sedang berduka atas kematian putranya yang masih kecil setelah dia tewas dalam serangan udara penjajah Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Ayah dari anak laki-laki yang bernama Yamen tersebut membelai putranya yang sedang dibalut oleh selimut sambil berkata ‘Tidurlah, sayangku. Kekasihku, tubuhmu hangat, bukan?’.

Jurnalis foto yang mendokumentasikan kejadian itu menuliskan bahwa adegan seperti ini tidak perlu kata-kata, karena ini mengisahkan kisah rakyat Palestina yang menanggung penderitaan sehari-hari, kehilangan orang-orang yang mereka sayangi tetapi tidak pernah kehilangan harga diri atau tekad untuk bertahan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pemukim Penjajah Israel Serang Warga Palestina di 2 Desa yang Berada Dekat Ramallah Tepi Barat

Warga Palestina yang ada di Desa Al-Mughair dan Sinjil di dekat Ramallah di Tepi Barat diserang oleh pemukim penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Meledakkan Gedung-Gedung di Jalur Gaza Bagian Tengah

Gedung-gedung di Jalur Gaza dikabarkan dilakukan peledakan oleh pasukan penjajah Israel, tepatnya di Jalur Gaza bagian tengah.

Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Merusak Rumah Sakit Baptis di Jalur Gaza

Rumah Sakit Baptis yang terletak di Jalur Gaza, Palestina, dikabarkan dilakukan pengrusakan oleh tentara penjajah Israel.

Bom Dilaporkan Ditanam di Kamar Ismail Haniyeh di Teheran Iran untuk Membunuhnya

Kamar Ismail Haniyeh di Teheran Iran, yang merupakan mantan kepala biro politik Hamas, dikabarkan ditanami oleh bom.

Tentara Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya di Tepi Barat

Seorang warga Palestina yang bernama Ibrahim Mashahra dipaksa oleh tentara penjajah Israel untuk menghancurkan rumahnya di Tepi Barat.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;