Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Merusak Rumah Sakit Baptis di Jalur Gaza

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Merusak Rumah Sakit Baptis di Gaza
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Merusak Rumah Sakit Baptis di Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara penjajah Israel menargetkan Rumah Sakit Baptis di Jalur Gaza pada hari Minggu, tanggal 29 Desember 2024, waktu setempat, meningkatkan kerusakan yang sedang berlangsung di wilayah utara Jalur Gaza.

Saksi mata mengatakan kepada media bahwa peluru artileri penjajah Israel menghantam lantai atas Rumah Sakit Baptis.

Rumah Sakit Baptis tetap menjadi fasilitas medis terakhir yang berfungsi Jalur Gaza utara setelah Rumah Sakit Kamal Adwan tidak dapat dioperasikan lagi setelah tentara penjajah Israel menghancurkan dan juga membakar sebagian Rumah Sakit Kamal Adwan.

Di bulan Oktober 2023 lalu, Rumah Sakit Baptis dibom oleh tentara penjajah Israel, menewaskan 500 orang warga Palestina.

Baca Juga:
Bom Dilaporkan Ditanam di Kamar Ismail Haniyeh di Teheran Iran untuk Membunuhnya

Di sisi lain, seorang bayi yang baru berusia 20 hari meninggal di hari Minggu, tanggal 29 Oktober 2024, karena kedinginan yang parah dan kurangnya pemanas di tenda-tenda pengungsian di Jalur Gaza tengah.

“Bayi itu, Jumaa al-Batran, meninggal dunia karena cuaca dingin yang ekstrem di kota Deir el-Balah,” ujar Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Mereka menambahkan saudara kembarnya masih dirawat intensif di unit perawatan intensif neonatal di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Jalur Gaza tengah.

Kematian baru ini menambah jumlah bayi yang mati kedinginan di Jalur Gaza menjadi 5 dalam seminggu terakhir.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya di Tepi Barat

Hal itu menurut otoritas kesehatan setempat.

Sementara itu, tahanan Palestina lainnya dari Gaza meninggal di sebuah rumah sakit penjajah Israel di hari Minggu, tanggal 29 Desember 2024.

Tahanan tersebut, yang bernama Ashraf Fakhri Abu Warda, yang berusia 51 tahun menghembuskan nafas terakhirnya di Soroka Medical Center di kota selatan Beersheba, 2 hari setelah dia dipindahkan dari Penjara Gurun Negev di penjajah Israel selatan.

Hal tersebut disampaikan Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan bersama.

Baca Juga:
Penjajah Israel Gunakan Pengangkut Personel Lapis Baja untuk Menetralisir Alat Peledak Rakitan di Jalur Gaza

Keluarganya mengatakan bahwa Abu Warda, yang ditahan oleh pasukan tentara penjajah Israel di Jalur Gaza pada 20 November 2023, tidak mempunyai masalah kesehatan yang diketahui sebelum penahanannya.

Kematiannya membuat jumlah warga Palestina yang meninggal dalam tahanan penjajah Israel sejak tanggal 7 Oktober 2023 menjadi 50. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Bom Dilaporkan Ditanam di Kamar Ismail Haniyeh di Teheran Iran untuk Membunuhnya

Kamar Ismail Haniyeh di Teheran Iran, yang merupakan mantan kepala biro politik Hamas, dikabarkan ditanami oleh bom.

Tentara Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya di Tepi Barat

Seorang warga Palestina yang bernama Ibrahim Mashahra dipaksa oleh tentara penjajah Israel untuk menghancurkan rumahnya di Tepi Barat.

Penjajah Israel Gunakan Pengangkut Personel Lapis Baja untuk Menetralisir Alat Peledak Rakitan di Jalur Gaza

Pengangkut personel lapis baja digunakan oleh tentara penjajah Israel untuk menetralisir alat peledak rakitan yang dipasang di Gaza.

Tentara Penjajah Israel Memperluas Koridor Militer yang Membelah Gaza Menjadi Dua

Koridor militer yang membelah Jalur Gaza menjadi 2, Koridor Be’eri, diperluas besar-besaran oleh militer penjajah Israel.

Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Fasilitas di Perlintasan Janta di Perbatasan Suriah dan Lebanon

Fasilitas yang diketahui terletak di perlintasan Janta di perbatasan Suriah dan Lebanon dilaporkan diserang oleh penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;