Qatar Kutuk Penerbitan Peta oleh Penjajah Israel yang Mengklaim Wilayah Arab

Ket. Foto: Qatar Mengutuk Penerbitan Peta yang Mengklaim Wilayah Arab oleh Penjajah Israel
Ket. Foto: Qatar Mengutuk Penerbitan Peta yang Mengklaim Wilayah Arab oleh Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Qatar, yang merupakan mediator gencatan senjata Gaza, mengutuk penerbitan peta oleh pemerintah penjajah Israel yang mengklaim wilayah Arab, yakni Palestina, Yordania, Lebanon, dan Suriah, sebagai bagian dari penjajah Israel.

Dalam sebuah postingan di X pada tanggal 8 Januari 2025, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pihaknya memperingatkan bahwa penerbitan peta yang diduga akan menghalangi peluang perdamaian di kawasan itu.

“Kami menekankan perlunya masyarakat internasional untuk melaksanakan tanggung jawab hukum dan moralnya guna memaksa pendudukan penjajah Israel untuk mematuhi resolusi legitimasi internasional,” ujar mereka.

Sebelumnya, Yordania juga mengecam peta yang dipublikasikan di media sosial resmi ‘penjajah Israel bersejarah’ yang mencakup wilayah negara-negara tetangga, pada hari Selasa, tanggal 7 Januari 2025, waktu setempat.

Baca Juga:
Rumah Sakit Nasser di Khan Younis Ditutup Sebagian Karena Kekurangan Bahan Bakar

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Sufian Qudah, mengatakan tindakan-tindakan yang menghasut dan klaim-klaim tidak berdasar ini, yang dipromosikan oleh para ekstremis dalam pemerintahan penjajah Israel, melanggengkan kekerasan dan ketidakstabilan.

Di sisi lain, Natan Eshel, mantan Direktur kantor Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, dan salah satu orang kepercayaannya telah menyerukan agar perang di Jalur Gaza segera diakhiri, dengan menyampaikan perang itu tidak mempunyai tujuan militer atau keamanan untuk penjajah Israel.

“Tidak ada gunanya melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza, jadi pertempuran tersebut harus segera dihentikan,” ucapnya.

Dia malah menyerukan pengepungan terhadap wilayah Palestina. Menurutnya, sangat disayangkan kehilangan lebih banyak tentara atau mereka akan diamputasi anggota tubuhnya atau kehilangan matanya, selain ribuan orang yang telah membayar harganya dan akan membayar harga tambahan sebagai akibat dari pertempuran yang tidak perlu di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Tembakkan Gas Air Mata ke Guru dan Siswa di Sekolah Tepi Barat

Dia menegaskan perang di Jalur Gaza tidak akan membawa kembali para tawanan dan juga tidak akan mendatangkan keuntungan militer atau keamanan.

“Menurut saya, perang harus segera dihentikan. Karena Jalur Gaza dikepung, satu-satunya solusi adalah memberlakukan blokade yang menyeluruh,” tandasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis Ditutup Sebagian Karena Kekurangan Bahan Bakar

Dilaporkan Pusat Informasi Palestina, karena mengalami kekurangan bahan bakar, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis ditutup sebagian.

Pasukan Penjajah Israel Tembakkan Gas Air Mata ke Guru dan Siswa di Sekolah Tepi Barat

Gas air mata ditembakkan oleh pasukan penjajah Israel ke guru dan siswa di sebuah sekolah yang terletak di sebelah timur Betlehem, Tepi Bara

Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Lukai 3 Pejuang Palestina di Tepi Barat

3 orang pejuang Palestina dalam serangan oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina di sebelah utara Tulkarem, Tepi Barat.

Buldozer Penjajah Israel Hancurkan Sebuah Rumah Milik Seorang Warga Palestina di Yerusalem Timur

Sebuah rumah milik warga Palestina yang terletak di lingkungan Jabal Mukaber di Yerusalem Timur dihancurkan oleh buldozer penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Cegat Konvoi Menteri Otoritas Palestina dan Menyita Kendaraannya di Tepi Barat

Konvoi Menteri Otoritas Palestina dicegat oleh pemukim penjajah Israel dan juga menyita kendaraannya ketika dia melakukan kunjungan di Tepi

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;