Penjajah Israel Bunuh 19 Orang Tak Lama setelah Batas Waktu Gencatan Senjata

Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Membunuh 19 Orang Tidak Lama setelah Batas Waktu Gencatan Senjata
Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Membunuh 19 Orang Tidak Lama setelah Batas Waktu Gencatan Senjata Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Serangan udara penjajah Israel menewaskan sedikitnya 19 warga sipil di Jalur Gaza dan melukai 36 lainnya pada hari Minggu dini hari, 19 Januari 2025, waktu setempat, tidak lama setelah gencatan senjata dijadwalkan dimulai.

Gencatan senjata kemudian berlaku setelah penundaan penjajah Israel atas daftar nama tawanan yang akan dibebaskan oleh Hamas.

“Warga sipil tewas dalam serangan di Jalur Gaza, termasuk Beit Lahiya, Al-Bureij, dan Kota Gaza,” kata Departemen Pertahanan Sipil Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyatakan 1 orang tewas di Rafah, 6 di Khan Younis, 9 di Kota Gaza, dan 3 di utara.

Baca Juga:
7 Warga Palestina Terluka oleh Pasukan Penjajah Israel di Luar Penjara Ofer

Meski gencatan senjata mulai berlaku, penembakan penjajah Israel terjadi di Kota Gaza dan di wilayah lain di Jalur Gaza utara.

Media melaporkan Khan Younis dan Nuseirat telah menjadi sasaran dan tentara penjajah Israel melepaskan tembakan di sebelah timur lingkungan Shujaiya dan Zeitoun di Kegubernuran Gaza.

Daerah di sekitar Rumah Sakit Al-Quds juga menjadi sasaran tembakan karena pasukan penjajah Israel terus menargetkan tempat-tempat di dekat fasilitas medis.

Sumber medis di Rumah Sakit Baptis mengungkapkan 3 warga Palestina tewas di Kota Gaza.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Serbu Sejumlah Desa Palestina di Tepi Barat dan Membakar Properti

Pada saat yang sama, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa salah satu paramedisnya terluka setelah tentara penjajah Israel menargetkan ambulans yang mengevakuasi yang terluka di Khan Younis, selatan Jalur Gaza.

Militer penjajah Israel menyatakan pihaknya terus melancarkan serangan dan mengatakan Hamas masih belum memberikan daftar tawanan yang akan dibebaskan.

Hamas menyampaikan keterlambatan dalam memberikan nama-nama itu disebabkan oleh alasan teknis dan menambahkan daftar tersebut akan diberikan kapan saja.

Sejak itu, Hamas merilis nama 3 tawanan wanita, Romi Gonen, Emily Damari, dan Doron Steinbrecher.

Baca Juga:
Kementerian Keuangan Penjajah Israel Umumkan Pendudukan Menderita Kerugian Besar Akibat Perang Gaza

Berdasarkan daftar tersebut, penjajah Israel mengonfirmasi gencatan senjata akan dimulai pukul 11.15 waktu setempat dan mediator Gaza mengonfirmasi gencatan senjata telah dimulai. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

7 Warga Palestina Terluka oleh Pasukan Penjajah Israel di Luar Penjara Ofer

Dalam serangan yang dilakukan personel keamanan penjajah Israel, setidaknya 7 warga Palestina terluka di luar Penjara Ofer.

Pemukim Penjajah Israel Serbu Sejumlah Desa Palestina di Tepi Barat dan Membakar Properti

Puluhan serangan terjadi ketika pemukim penjajah Israel menyerbu desa-desa Palestina dan membakar properti di Tepi Barat.

Kementerian Keuangan Penjajah Israel Umumkan Pendudukan Menderita Kerugian Besar Akibat Perang Gaza

Pendudukan, disebutkan Kemenkeu penjajah Israel, menderita kerugian yang besar akibat perang yang pecah di Jalur Gaza.

Pasukan Polisi Akan Dikerahkan di Semua Provinsi Gaza Segera setelah Gencatan Senjata Berlaku

Pasukan polisi, disebutkan Kementerian Dalam Negeri Gaza, akan dikerahkan di semua provinsi Gaza setelah gencatan senjata.

WHO Dilaporkan Berencana Mendatangkan Rumah Sakit Siap Pakai ke Jalur Gaza

Rumah sakit siap pakai direncanakan didatangkan WHO ke Jalur Gaza dalam 2 bulan ke depan setelah gencatan senjata di Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;