WHO Dilaporkan Berencana Mendatangkan Rumah Sakit Siap Pakai ke Jalur Gaza

Ket. Foto: WHO Berencana Mendatangkan Rumah Sakit Siap Pakai ke Gaza
Ket. Foto: WHO Berencana Mendatangkan Rumah Sakit Siap Pakai ke Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan pihaknya berencana untuk mendatangkan rumah sakit siap pakai ke Jalur Gaza dalam 2 bulan ke depan setelah gencatan senjata.

Gelombang bantuan diperkirakan akan memasuki Jalur Gaza setelah perjanjian mulai berlaku pada hari Minggu, tanggal 19 Januari 2025, waktu setempat.

Rehabilitasi infrastruktur daerah tersebut juga akan dimulai, termasuk memulihkan listrik, air, sanitasi, komunikasi, dan jalan, sementara peralatan yang dibutuhkan untuk menyingkirkan puing dan reruntuhan akan didatangkan.

Di sisi lain, Kepala FIDH atau Federasi Internasional Hak Asasi Manusia, Alice Mogwe, mengatakan pembunuhan seorang pekerja hak asasi manusia Palestina dan keluarganya dalam serangan udara adalah tindakan pembunuhan berdarah dingin oleh militer penjajah Israel.

Baca Juga:
Otoritas Palestina Menyatakan Telah Selesaikan Semua Persiapan untuk Memikul Tanggung Jawab Penuh di Jalur Gaza

Ihab Marwan Kamal Faisal dan istrinya serta kedua anak mereka tewas ketika berlindung di sebuah rumah di lingkungan Remal, Jalur Gaza, pada hari Kamis dini hari.

“Organisasi kami berduka atas meninggalnya Faisal dan keluarganya dan menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh staf di PCHR atau Pusat Hak Asasi Manusia tempat dia bekerja,” katanya.

Dia menambahkan pasukan penjajah Israel merasa berhak melakukan kekejaman seperti itu secara terbuka karena mereka yakin tidak akan ada konsekuensi serius.

“Seperti jutaan warga Gaza lainnya, Ihab dan Hanin tidak berdaya, mereka hanya dapat bergantung pada tentara yang dipersenjatai oleh kekuatan Barat yang bahkan tidak memberikan hak hidup kepada mereka dan anak-anak perempuan mereka,” ujarnya.

Baca Juga:
WHO Sebut Setidaknya 10 Miliar Dolar AS Diperlukan untuk Membangun Kembali Sistem Kesehatan Gaza

Di sisi lain, sebuah jajak pendapat oleh surat kabar penjajah Israel menemukan bahwa 73 persen warga penjajah Israel mendukung kesepakatan gencatan senjata dan hanya 19 persen yang menentangnya.

Lebih lanjut ditemukan bahwa 91 persen pendukung partai oposisi penjajah Israel mendukung kesepakatan itu, sementara hanya 52 persen pendukung koalisi yang mendukungnya.

Penjajah Israel akan membebaskan 737 tahanan Palestina sebagai imbalan atas pembebasan gelombang pertama tawanan penjajah Israel, sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Otoritas Palestina Menyatakan Telah Selesaikan Semua Persiapan untuk Memikul Tanggung Jawab Penuh di Jalur Gaza

Semua persiapan untuk memikul tanggung jawab penuh di Jalur Gaza telah diselesaikan oleh Otoritas Palestina atau PA.

WHO Sebut Setidaknya 10 Miliar Dolar AS Diperlukan untuk Membangun Kembali Sistem Kesehatan Gaza

Untuk membangun kembali sistem kesehatan Gaza yang hancur, WHO menyebutkan setidaknya 10 miliar dolar AS diperlukan.

Tentara Penjajah Israel Lukai 3 Remaja Palestina dalam Serangan di Kamp Pengungsi Askar Tepi Barat

Dalam serangan di Kamp Pengungsi Askar di timur Nablus, Tepi Barat, tentara penjajah Israel melukai 3 remaja Palestina.

Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Sebuah Kendaraan di Dekat Hebron Tepi Barat

Sebuah kendaraan milik warga Palestina dibakar oleh pemukim ekstremis penjajah Israel di dekat Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Akan Mulai Berlaku pada Hari Minggu, Penjajah Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Penjajah Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang akan mulai berlaku pada hari Minggu mendatang.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;