Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Serbu Desa Palestina dan Melukai Sedikitnya 12 Orang

Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Menyerbu Desa Palestina
Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Menyerbu Desa Palestina Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Puluhan pemukim penjajah Israel bertopeng yang menyerbu desa Palestina Jinsafut dan Funduq di dekat Yerusalem melukai sedikitnya 12 orang, datang dengan persiapan untuk membakar mobil dan bangunan.

Kepala Dewan Desa Jinsafut, Jalal Bashir, mengatakan orang-orang tersebut menyerang 3 rumah, sebuah tempat pembibitan dan sebuah toko pertukangan yang terletak di jalan utama desa.

Jalal Bashir menyampaikan kepada media bahwa para pemukim tersebut bertopeng dan membawa bahan pembakar.

“Jumlah mereka besar dan belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Baca Juga:
436 Ribu Rumah Hancur atau Rusak di Jalur Gaza, Total Biaya Rekonstruksi 40 Miliar Dolar AS

Kepala Dewan Lokal di Funduq, Louay Tayem, menyatakan puluhan pemukim yang menyerbu kota tersebut melepaskan tembakan, membakar mobil, melemparkan batu, dan menyerang rumah serta toko.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengabarkan pihaknya merawat 12 warga setempat yang dipukuli oleh para pemukim.

Di sisi lain, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan di Davos bahwa dia berharap Otoritas Palestina akan kembali memainkan peran pemerintahan di Jalur Gaza setelah perang dengan penjajah Israel berakhir.

Berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Swiss, 2 hari setelah gencatan senjata yang dimediasi Qatar mulai berlaku di Jalur Gaza, dia memperingatkan warga Jalur Gaza dan bukan negara lain yang harus mendikte cara wilayah kantong itu akan diperintah.

Baca Juga:
Kepala Staf Angkatan Darat Penjajah Israel Umumkan Akan Mengundurkan Diri pada Bulan Maret

“Kami berharap PA kembali ke Jalur Gaza dan kami berharap melihat pemerintahan yang benar-benar akan menangani masalah rakyat di sana,” ujarnya.

Dia menambahkan masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk menangani Jalur Gaza dan kehancurannya.

Bagaimana Jalur Gaza akan diperintah setelah perang tidak dibahas secara langsung dalam kesepakatan antara penjajah Israel dan kelompok Hamas yang menghasilkan gencatan senjata langsung dan pembebasan sandera setelah hampir 15 bulan pembicaraan yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.

Penjajah Israel telah menolak peran pemerintahan apa pun untuk Hamas, yang memerintah Jalur Gaza sebelum perang, tetapi penjajah Israel juga menentang keras pemerintahan Otoritas Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

436 Ribu Rumah Hancur atau Rusak di Jalur Gaza, Total Biaya Rekonstruksi 40 Miliar Dolar AS

Sebanyak 436.000 rumah hancur atau rusak akibat perang atau sekitar 92 persen rumah, sementara 90 persen warga Palestina mengungsi.

Kepala Staf Angkatan Darat Penjajah Israel Umumkan Akan Mengundurkan Diri pada Bulan Maret

Pengunduran diri disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat penjajah Israel, Herzi Halevi, yang akan mengundurkan diri bulan Maret.

Pasukan Penjajah Israel Menghalangi Warga Palestina Memasuki atau Meninggalkan Kota-Kota di Tepi Barat

Warga Palestina dihalangi oleh pasukan penjajah Israel untuk memasuki atau meninggalkan kota-kota di Tepi Barat, Palestina.

Presiden AS Donald Trump Cabut Sanksi terhadap Pemukim Penjajah Israel yang Melakukan Kekerasan di Tepi Barat

Sanksi terhadap pemukim penjajah Israel yang melakukan kekerasan di Tepi Barat dicabut oleh Presiden AS, Donald Trump.

Perusahaan Listrik Gaza Perkirakan Kerugian yang Dialami Akibat Perang Penjajah Israel Sekitar 450 Juta USD

Kerugian yang dialami oleh sektor listrik akibat perang penjajah Israel yang terjadi di Jalur Gaza diperkirakan sekitar 450 juta USD.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;