Ribuan Warga Palestina yang Mengungsi Mulai Kembali ke Jalur Gaza Utara melalui Jalan Rashid

Ket. Foto: Ribuan Warga Palestina Mulai Kembali ke Jalur Gaza Utara
Ket. Foto: Ribuan Warga Palestina Mulai Kembali ke Jalur Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Ribuan warga Palestina yang mengungsi mulai kembali ke Kota Gaza dan Jalur Gaza utara pada hari Senin, tanggal 27 Januari 2025 waktu setempat, melalui Jalan Rashid di Jalur Gaza tengah.

Pada pukul 9 pagi waktu setempat, para pengungsi diizinkan melakukan perjalanan dengan kendaraan ke Jalur Gaza utara setelah diperiksa melalui Jalan Salah al-Din.

Ribuan orang diketahui menghabiskan 2 malam terakhir di tempat terbuka di Jalan Rashid dan Salah al-Din meski cuaca sangat dingin, menunggu pasukan penjajah Israel mengizinkan mereka kembali ke rumah setelah memaksa mereka pergi dan melarikan diri ke selatan.

Mayoritas pengungsi berjalan kaki melewati Jalan Rashid yang jaraknya sedikitnya 7 kilometer.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Perketat Prosedur Pemeriksaan di Gerbang Masjid Al Aqsa

Jalan Pesisir Rashid membentang dari Jalur Gaza utara ke bagian selatannya serta menjadi saksi puluhan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel terhadap warga yang sedang dalam perjalanan melarikan diri dari utara ke selatan selama 470 hari agresi.

“Saya akan mulai membangun kembali rumah saya, bata demi bata, dinding demi dinding,” ujar salah seorang warga Palestina ke media.

Dia menambahkan pihaknya akan mulai dengan menyingkirkan puing-puing dan membangunnya kembali.

Media melaporkan ada rasa kegembiraan dan kebahagiaan meningkat setelah penjajah Israel mengumumkan waktu untuk warga untuk kembali ke rumah merkea di utara.

Baca Juga:
Buldozer Penjajah Israel Merobohkan Sebuah Rumah di Timur Nablus Tepi Barat

“Kami melihat perubahan suasana hati setiap orang. Kami belum pernah melihat orang sebahagia itu dalam 15 bulan terakhir,” ucap media.

Media tersebut menyatakan orang-orang menggambarkan momen ini sebagai momen yang bersejarah.

“Mereka mengatakan momen ini sama pentingnya dengan pengumuman gencatan senjata. Bagi mereka, ini adalah hari kemenangan,” kata mereka.

Hamas menyebut pemulangan tersebut sebagai kemenangan bagi Palestina, sementara Jihad Islam Palestina mengatakan hal itu adalah respons untuk semua orang yang bermimpi menggusur rakyat Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Perketat Prosedur Pemeriksaan di Gerbang Masjid Al Aqsa

Prosedur pemeriksaan di gerbang Masjid Al Aqsa diperketat oleh pasukan penjajah Israel setelah warga Palestina datang.

Buldozer Penjajah Israel Merobohkan Sebuah Rumah di Timur Nablus Tepi Barat

Sebuah rumah yang terletak di timur Nablus dirobohkan oleh buldozer penjajah Israel dan mengeluarkan perintah pembongkaran baru.

Pasukan Penjajah Israel Mencegah Petani Palestina Mengolah Tanah Mereka di Deir Istiya Tepi Barat

Petani Palestina dilaporkan dicegah untuk mengolah tanah mereka di Deir Istiya di Tepi Barat oleh pasukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Membunuh Seorang Gadis Palestina Berusia 2 Tahun dalam Serangan di Tepi Barat

Seorang gadis Palestina berusia 2 tahun ditembak dan dibunuh oleh pasukan penjajah Israel dalam serangan di Tepi Barat.

WHO Salurkan 70.000 Liter Bahan Bakar untuk Menjaga Fasilitas Kesehatan di Jalur Gaza

Untuk menjaga 20 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza, WHO menyalurkan 70.000 liter bahan bakar.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;