Penjajah Israel Menyerang Kendaraan Warga Palestina dan Menyemprotkan Merica ke Penumpang di Utara Ramallah

Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Kendaraan Warga Palestina
Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Kendaraan Warga Palestina Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Penjajah Israel menyerang kendaraan warga Palestina di dekat pos kolonial ilegal Shilo, utara Ramallah, Tepi Barat.

Sumber-sumber lokal melaporkan sekelompok pemukim penjajah Israel menyerang dan merusak kendaraan warga di jalan utama dan menyemprotkan gas merica ke penumpang.

Tetapi sejauh ini tidak ada laporan korban luka akibat peristiwa di Ramallah yang terjadi pada tanggal 30 Januari 2025 waktu setempat tersebut.

Di sisi lain, UNRWA mengatakan mereka terpaksa memindahkan stafnya dari Yerusalem setelah penjajah Israel memutuskan untuk menutup kantornya di kota tersebut.

Baca Juga:
Seorang Pria Palestina Terluka Akibat Tembakan Langsung selama Serangan Penjajah Israel di Betlehem

Pada hari Kamis, tanggal 30 Januari 2025, waktu setempat, 2 UU Knesset penjajah Israel yang menargetkan pekerjaan badan itu di wilayah Palestina mulai berlaku.

Sebelumnya pada hari Rabu, Mahkamah Agung penjajah Israel menolak permintaan petisi yang diajukan oleh kelompok hak asasi manusia yang meminta perintah sementara untuk menunda pelaksanaan keputusan yang membatasi operasi UNRWA di wilayah pendudukan.

Kelompok itu menekankan UU ini melanggar HAM dasar dan tugas penjajah Israel sebagai kekuatan pendudukan.

Mereka juga memperingatkan akan adanya konsekuensi kemanusiaan yang mengerikan.

Baca Juga:
Hamas Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mohammed Deif

Di sisi lain, pasukan penjajah Israel menahan 5 warga negara Palestina dan menahan sementara 3 aktivis asing, termasuk mantan wakil presiden parlemen Eropa, Luisa Morgantini, selama kunjungan solidaritas ke Masafer Yatta, selatan Hebron.

“Pasukan penjajah Israel menahan aktivis Palestina Sami Al-Huraini dan menahan Morgantini bersama 2 aktivis solidaritas asing lainnya selama beberapa jam ketika mereka mengunjungi Khirbet al-Rakeez untuk mendukung penduduk setempat yang menghadapi kekerasan pemukim dan militer yang sedang berlangsung,” ujar aktivis Osama Makhamreh kepada media.

Para aktivis yang ditahan tersebut dibawa ke pusat interogasi di pemukiman ilegal Kiryat Arba, timur Hebron.

Pasukan penjajah Israel juga menahan 2 bersaudara Mohammad dan Maher Abu Shaker ketika mereka berada di tanah mereka di daerah Tha’a. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Pria Palestina Terluka Akibat Tembakan Langsung selama Serangan Penjajah Israel di Betlehem

Tembakan langsung pasukan penjajah Israel mengenai seorang pria Palestina di Betlehem dan menyebabkannya terluka.

Hamas Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mohammed Deif

Kematian komandan militer Hamas, Mohammed Deif, dikonfirmasi oleh Hamas setelah sebelumnya penjajah Israel menyampaikan.

Sebuah Keluarga Palestina Menderita Mati Lemas Akibat Menghirup Gas Beracun Penjajah Israel di Deir Istiya

Akibat menghirup gas beracun yang ditembakkan penjajah Israel, sebuah keluarga Palestina mati lemas di Deir Istiya, barat laut Salfit.

Kehancuran di Kompleks Medis Al-Shifa di Jalur Gaza Telah Melampaui 95 Persen Karena Genosida Penjajah Israel

Karena genosida penjajah Israel, kehancuran di Kompleks Medis Al-Shifa di Jalur Gaza dilaporkan telah melampaui 95 persen.

Beberapa Nelayan Palestina Terluka oleh Tembakan Pasukan Penjajah Israel di Laut Khan Younis Selatan Jalur Gaza

Tembakan pasukan penjajah Israel membuat beberapa nelayan Palestina terluka di laut Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Palestina.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;