Internasional, gemasulawesi – Dalam penilaian situasi Jalur Gaza terbarunya, PBB melaporkan sisa-sisa 171 warga Palestina ditemukan di reruntuhan bangunan yang dibom di Jalur Gaza antara 22 hingga 28 Januari 2025.
Pencarian mereka yang tewas selama perang penjajah Israel selama 15 bulan di Jalur Gaza terus berlanjut dengan total 354 jenazah yang telah ditemukan sejak gencatan senjata dimulai pada tanggal 19 Januari 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh OCHA atau Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengutip Kementerian Kesehatan Jalur Gaza pada tanggal 31 Januari 2025, waktu setempat.
OCHA juga melaporkan bahwa Jalur Gaza dipenuhi dengan sekitar 50 juta ton puing dan reruntuhan yang memerlukan waktu hingga 20 tahun untuk dibersihkan.
Di sisi lain, kurangnya alat berat dan juga terbatasnya akses terhadap kebutuhan pokok di Jalur Gaza mempersulit proses pemulihan jenazah dari rumah-rumah yang hancur.
Keluarga beserta relawan dan anggota pertahanan sipil berupaya semaksimal mungkin tetapi mereka kesulitan untuk menarik para korban atau apa yang tersisa dari tubuh mereka dari bawah reruntuhan.
Mereka menggunakan tangan kosong atau peralatan yang sangat sederhana karena larangan mesin berat memasuki Jalur Gaza.
Membuang puing-puing reruntuhan akan menjadi proses yang sangat panjang dan menyakitkan.
Baca Juga:
Seorang Pria Palestina Terluka Akibat Tembakan Langsung selama Serangan Penjajah Israel di Betlehem
Sementara itu, Breaking the Silence, sebuah kelompok veteran militer penjajah Israel yang memantau pelanggaran hak asasi manusia di wilayah yang diduduki, telah mengumpulkan kesaksian mengenai grafiti sistematis di rumah-rumah Palestina oleh pasukan di Jalur Gaza.
Berdasarkan kesaksian yang diberikan oleh seorang sersan satu di Brigade ke-55 penjajah Israel yang bertugas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza pada tahun 2024, coretan hinaan, ancaman, dan gambar tidak senonoh oleh tentara di dinding rumah-rumah Palestina merupakan hal yang biasa dan meluas.
“Dinding-dinding rumah warga Palestina di Jalur Gaza selalu dipenuhi dengan grafiti,” kata tentara tersebut kepada organisasi itu.
Dia menambahkan jelas sekali grafiti semacam ini tidak diperbolehkan tetapi tidak ada satu pun rumah yang dirinya tempati yang tidak dipenuhi grafiti, bahkan satu pun tidak. (*/Mey)