Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi Tell Ma’in di Masafer Yatta Selatan Hebron

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi Tell Ma’in
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi Tell Ma’in Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Penjajah Israel pada hari Jumat, tanggal 14 Maret 2025 waktu setempat, menyerbu situs arkeologi Tell Ma’in di Masafer Yatta, selatan Hebron.

Pada saat yang sama, warga penjajah Israel lainnya melepaskan ternak mereka ke lahan pertanian Palestina.

“Para penjajah Israel secara berkelompok menyerbu situs arkeologi Tell Ma’in dan melakukan ritual Talmud di dalamnya,” kata aktivis media, Osama Makhamri.

Dia melanjutkan para penjajah Israel selanjutnya melepaskan ternak mereka ke lahan pertanian milik Ali Ismail Al-Hamamdeh di daerah Tell Ma’in.

Baca Juga:
Penjajah Israel Membakar 3 Rumah Warga Palestina dan 2 Kendaraan di Desa Duma Selatan Nablus

Dia menunjukkan bahwa kolonisasi pastoral secara sistematis maju ke wilayah barat, dekat dengan rumah warga di Masafer Yatta dengan tujuan menggusur warga dan secara paksa meninggalkan rumah mereka untuk kepentingan ekspansi nasional.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan penjajah Israel telah berdiskusi dengan 3 pemerintah Afrika timur mengenai pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza ke Sudan, Somalia, dan wilayah yang memisahkan diri, Somaliland.

Laporan pada hari Jumat menyampaikan bahwa pejabat dari Sudan mengklaim telah menolak tawaran dari Amerika Serikat, sementara pejabat dari Somalia dan Somaliland mengatakan kepada media bahwa mereka tidak mengetahui adanya kontak apapun.

Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas inisiatif diplomatik rahasia, pejabat AS dan penjajah Israel mengonfirmasi kontak dengan Somalia dan Somaliland, sementara pejabat AS mengonfirmasi Sudan juga.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Tembaki Rumah-Rumah Warga Palestina di Kota Gaza

Mereka mengatakan tidak jelas seberapa besar kemajuan yang dicapai atau pada tingkat apa diskusi tersebut berlangsung.

Perkembangan ini terjadi lebih dari sebulan setelah Donald Trump melontarkan gagasan untuk menggusur paksa warga Palestina dan mengambil alih Jalur Gaza.

Gagasan ini ditolak mentah-mentah oleh warga Palestina dan negara-negara di Timur Tengah dengan banyak yang menggambarkannya sebagai pembersihan etnis.

Tidak ada reaksi langsung terhadap laporan tersebut dari Amerika Serikat atau penjajah Israel.

Baca Juga:
Mayoritas Mantan Tahanan, Pasukan Penjajah Israel Menahan 12 Warga Palestina dari Kota Hebron

Tetapi Menteri Keuangan penjajah Israel, Bezalel Smotrich, mengatakan minggu ini bahwa penjajah Israel tengah berupaya mengidentifikasi negara-negara yang akan menerima mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Membakar 3 Rumah Warga Palestina dan 2 Kendaraan di Desa Duma Selatan Nablus

3 rumah warga Palestina dan 2 kendaraan yang berada di Desa Duma, selatan Nablus, dilaporkan dibakar oleh penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Tembaki Rumah-Rumah Warga Palestina di Kota Gaza

Rumah-rumah milik warga Palestina yang terletak di lingkungan Shujaeya, Kota Gaza, ditembaki oleh pasukan penjajah Israel.

Mayoritas Mantan Tahanan, Pasukan Penjajah Israel Menahan 12 Warga Palestina dari Kota Hebron

Sebanyak 12 warga Palestina dari Kota Hebron dengan sebagian besar adalah tahanan yang dibebaskan ditahan oleh penjajah Israel.

Sekelompok Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi yang Terletak di Pinggiran Barat Daya Artah

Situs arkeologi Putri Yacoub yang terletak di pinggiran barat daya Artah di selatan Tulkarm diserbu oleh sekelompok penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Menghancurkan Infrastruktur di Kota Qabatiya Selatan Jenin

Infrastruktur yang terdapat di Kota Qabatiya, selatan Jenin, seperti jalan dan kios dilaporkan dihancurkan oleh tentara penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;