Internasional, gemasulawesi – Setidaknya 3 masjid dihancurkan dalam serangan udara penjajah Israel pada hari Senin, 24 Maret 2025 waktu setempat, di kota selatan Khan Younis.
Sebanyak 5 mobil juga dilaporkan hancur akibat pemboman. Pada hari yang sama, kendaraan sipil lainnya menjadi sasaran di Kota az-Zawayda tanpa ada korban yang dilaporkan.
Serangan dilakukan tanpa peringatan apapun kepada warga sipil di daerah itu. Sumber-sumber medis melaporkan sejak Senin fajar, 21 warga Palestina telah tewas dan jumlah korban diperkirakan bertambah.
Serangan darat oleh pasukan penjajah Israel terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza.
Baca Juga:
Penjajah Israel Membajak Lahan Pertanian di Al-Farisiya Lembah Yordan Utara
“Kontak telah terputusa dengan kru tim tanggap darurat,” kata sumber-sumber di Rafah.
Mereka tengah berupaya mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Situasi ini mencerminkan skala kebrutalan yang menghancurkan yang ditunjukkan oleh pasukan penjajah Israel selama 17 bulan pemboman mereka di Jalur Gaza.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu menuduh kepala keamanan dalam negeri penjajah Israel yang pemecatannya diblokir oleh Mahkamah Agung menyelidiki Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, tanpa persetujuannya.
Baca Juga:
Seorang Tahanan Remaja Palestina Meninggal di Penjara Megiddo Penjajah Israel
“Klaim bahwa Perdana Menteri memberi wewenang kepada kepala Shin Bet, Ronen Bar, untuk mengumpulkan bukti terhadap menteri Itamar Ben-Gvir adalah kebohongan lain yang terungkap,” ucapnya.
Dia menanggapi laporan berita bahwa Bar menghabiskan waktu berbulan-bulan secara diam-diam menyelidiki infiltrasi kelompok sayap kanan ke polisi penjajah Israel dan hubungannya dengan Ben-Gvir.
Itamar Ben-Gvir menuduh kepala Shin Bet penjajah Israel sebagai pembohong dan penjahat beberapa hari setelah Mahkamah Agung mengeluarkan perintah pembekuan sementara pemecatannya.
Dia mengatakan kepada media bahwa kepala Shin Bet seharusnya dipenjara.
Baca Juga:
Beberapa Paramedis Bulan Sabit Merah Palestina Terluka oleh Tembakan Penjajah Israel di Rafah
Dia mengklaim bahwa kepala badan intelijen dalam negeri memata-matai dirinya dan menteri lainnya.
“Menerbitkan instruksi oleh kepala Shin Bet untuk memata-matai saya dan mencari bukti terhadap saya adalah kudeta,” ungkapnya. (*/Mey)