Seorang Pemuda Tewas setelah Pasukan Penjajah Israel Menembaki Sebuah Toko Komersial di Qalqilya

Ket. Foto: Seorang Pemuda Palestina Tewas Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Qalqilya
Ket. Foto: Seorang Pemuda Palestina Tewas Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Qalqilya Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang pemuda tewas pada hari Selasa pagi, tanggal 25 Maret 2025 waktu setempat, setelah pasukan pendudukan penjajah Israel menembaki sebuah toko komersial di Kota Qalqilya.

Sumber-sumber lokal mengonfirmasi bahwa Baraa Yousef Maskawi dibunuh oleh pasukan penjajah Israel di Qalqilya sebelum pasukan penjajah Israel menyita jasadnya.

“Warga lainnya terluka,” ujar sumber-sumber keamanan.

Pasukan khusus penjajah Israel yang disertai bala bantuan militer menyerbu kota dari pintu masuk timur dan utara, menyerbu lingkungan al-Naqqar dan mengepung sebuah toko komersial di bagian barat tempat pemuda yang terbunuh tersebut berada.

Baca Juga:
17 Warga Palestina Tewas dan Lainnya Terluka Akibat Pengeboman Rumah dan Tenda Pengungsi di Jalur Gaza

Mereka menuntut agar dia menyerah melalui pengeras suara.

Pasukan penjajah Israel melepaskan tembakan gencar ke toko yang terkepung diikuti dengan tembakan rudal Energa hingga Maskawi terbunuh dan kemudian jasadnya disita.

Maskawi diketahui adalah mantan tahanan yang dibebaskan akhir tahun lalu setelah sebelumnya menghabiskan 22 bulan di tahanan.

Selama penggerebekan tersebut dan juga penggunaan peluru tajam secara besar-besaran, seorang warga terluka di kaki oleh peluru tajam.

Baca Juga:
3 Masjid Dihancurkan dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Khan Younis

Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah Darwish Nazzal di kota tersebut untuk menjalani perawatan. Cederanya digambarkan sebagai sadang.

Sementara itu, pemuda lainnya ditahan setelah terluka dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

Di sisi lain, PBB mengumumkan akan mengurangi jumlah tim internasionalnya di lapangan di Jalur Gaza setelah serangan baru di wilayah Palestina oleh pasukan penjajah Israel yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk personel PBB.

Stephan Dujarric, juru bicara PBB, menyampaikan dalam jumpa pers bahwa sekitar 30 dari sekitar 100 staf internasional PBB akan meninggalkan Jalur Gaza minggu ini.

Baca Juga:
Penjajah Israel Membajak Lahan Pertanian di Al-Farisiya Lembah Yordan Utara

Dia mengakui bahwa penarikan pasukan tersebut terjadi pada saat kebutuhan kemanusiaan meningkat dan kekhawatiran atas perlindungan warga sipil meningkat.

“Tindakan sementara itu merupakan keputusan sulit yang diambil oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, karena alasan keamanan dan operasional,” ungkapnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

17 Warga Palestina Tewas dan Lainnya Terluka Akibat Pengeboman Rumah dan Tenda Pengungsi di Jalur Gaza

Pengeboman rumah dan tenda pengungsi yang dilakukan oleh penjajah Israel di Jalur Gaza menyebabkan 17 warga Palestina tewas.

3 Masjid Dihancurkan dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Khan Younis

Serangan udara yang dilakukan penjajah Israel menghancurkan setidaknya 3 masjid di kota selatan Khan Younis.

Penjajah Israel Membajak Lahan Pertanian di Al-Farisiya Lembah Yordan Utara

Puluhan dunam lahan pertanian milik Palestina di Al-Farisiya yang terletak di Lembah Yordan utara dibajak oleh penjajah Israel.

Seorang Tahanan Remaja Palestina Meninggal di Penjara Megiddo Penjajah Israel

Seorang tahanan remaja Palestina yang berusia 17 tahun dilaporkan meninggal dunia di Penjara Megiddo penjajah Israel.

Beberapa Paramedis Bulan Sabit Merah Palestina Terluka oleh Tembakan Penjajah Israel di Rafah

Tembakan penjajah Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, menyebabkan beberapa paramedis dari Bulan Sabit Merah Palestina terluka.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;