Orang-Orang Terbakar Hidup-Hidup di dalam Tenda dalam Serangan Terbaru Penjajah Israel di Gaza

Ket. Foto: Orang-Orang Terbakar Hidup-Hidup di antara 34 Orang yang Tewas dalam Serangan Terbaru di Utara Jalur Gaza
Ket. Foto: Orang-Orang Terbakar Hidup-Hidup di antara 34 Orang yang Tewas dalam Serangan Terbaru di Utara Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – 34 orang telah tewas sepanjang hari sejak Kamis malam, tanggal 17 April 2025 waktu setempat, di dalam tenda mereka dan yang lainnya tewas di dalam tempat penampungan di sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di bagian utara Jalur Gaza.

Serangan terbaru penjajah Israel tersebut menyebabkan orang-orang terbakar hidup-hidup di dalam tenda mereka di antara 34 orang yang tewas. Seluruh keluarga telah musnah.

Sepanjang hari, militer penjajah Israel terus melanjutkan pembongkaran sistematis rumah-rumah di bagian utara Jalur Gaza dan bagian timur Kota Gaza.

Itulah lingkungan Shujaeya di mana banyak rumah tinggal hancur dan banyak orang yang masih terjebak di dalam area itu tidak dapat memperoleh akses yang layak terhadap makanan, air, dan perlengkapan medis yang sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup dalam situasi yang sulit ini.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina dan Mencuri 250 Domba di Wadi Qelt Sebelah Barat Jericho

Di sisi lain, Mark Carney, Perdana Menteri Kanad dan pemimpin Partai Liberal, telah menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan bagi penjajah Israel untuk mengakhiri blokade selama berminggu-minggu dan mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki daerah Jalur Gaza.

“Perlu adanya kerja sama dengan mitra internasional untuk memberikan tekanan maksimal, dorongan yang maksimal untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza, katanya, berbicara saat para pemimpin dari 4 partai utama Kanada berhadapan dalam debat terakhir mereka menjelang Pemilu negara itu akhir bulan ini.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyerukan pemulangan semua sandera dan dimulainya kembali bantuan kemanusiaan.

Di sisi lain, warga Palestina memperingati Hari Tahanan tahun ini karena mengkhawatirkan nyawa hampir 10.000 orang yang ditahan oleh penjajah Israel dan ribuan lainnya yang hilang dari Jalur Gaza sejak bulan Oktober 2023.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menyerang Tenda Pengungsian Warga Palestina di Khan Younis

Penjajah Israel mengakui bahwa 64 warga Palestina telah tewas dalam tahanannya dalam 18 bulan terakhir saja.

Jenazah mereka masih belum diserahkan kepada keluarga mereka. Organisasi HAM yakin jumlahnya jauh lebih tinggi. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina dan Mencuri 250 Domba di Wadi Qelt Sebelah Barat Jericho

Seorang penggembala Palestina diserang oleh penjajah Israel yang juga mencuri 205 dombanya di Wadi Qelt di sebelah barat Jericho.

Serangan Mematikan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menghantam Kota Gaza

Pasukan penjajah Israel kembali melakukan serangan yang mematikan di Kota Gaza yang terletak di utara Jalur Gaza, Palestina.

Pasukan Penjajah Israel Menyerang Tenda Pengungsian Warga Palestina di Khan Younis

Pasukan penjajah Israel menyerang sebuah tenda pengungsian warga Palestina di Khan Younis yang menyebabkan beberapa warga terluka.

PBB Sebut Hampir 70 Persen Warga Gaza Kini Berada di bawah Perintah Pengungsian Penjajah Israel

Menurut PBB, hampir 70 persen warga Jalur Gaza kini berada di bawah perintah pengungsian pendudukan penjajah Israel.

Lebih dari 250 Mantan Anggota Intelijen Mossad Serukan Diakhirinya Perang di Jalur Gaza

Seruan diakhirnya perang yang hingga kini masih berlangsung di Jalur Gaza dilakukan oleh lebih dari 250 mantan anggota Mossad.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;