Kementerian Kesehatan Gaza Memperingatkan Adanya Penurunan dalam Donor Darah

Ket. Foto: Kemenkes Gaza Memperingatkan Adanya Penurunan Donor Darah
Ket. Foto: Kemenkes Gaza Memperingatkan Adanya Penurunan Donor Darah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kementerian Kesehatan Gaza baru saja mengeluarkan seruan mendesak yang memperingatkan adanya penurunan dalam donor darah karena krisis kemanusiaan semakin dalam akibat pemboman gencar penjajah Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan ada peningkatan yang berkelanjutan dalam jumlah korban luka dan cedera.

“Sementara itu, kemampuan warga untuk menyumbangkan darah telah menurun tajam karena kekurangan gizi yang meluas dan runtuhnya layanan dasar,” ujar mereka.

Kementerian itu menyatakan rumah sakit di sektor ini menghadapi kekurangan unit darah yang akut dan serius, menghubungkan krisis itu dengan pengepungan penjajah Israel yang dilakukan secara intens yang mencegah masuknya pasokan medis.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menutup Pintu Masuk Utama Desa al-Lubban al-Sharqiya di Selatan Nablus

Pernyataan tersebut menyerukan kepada badan-badan kemanusiaan global, termasuk WHO dan ICRC atau Komite Palang Merah Internasional untuk mengambil tindakan segera.

Mereka menegaskan pihak mereka mengimbau perlunya intervensi segera seraya mendesak tekanan pada otoritas penjajah Israel agar segera mengizinkan impor unit darah dan perlengkapan medis dalam jumlah yang cukup.

Kementerian tersebut mengimbau masyarakat internasional dan kelompok HAM untuk mengambil tanggung jawab moral dan kemanusiaan mereka, serta bertindak segera untuk menyelamatkan ratusan nyawa orang yang sakit dan terluka.

Di sisi lain, Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berterima kasih kepada Italia karena telah meneirma 17 anak Jalur Gaza yang terluka.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mencabut Pohon Zaitun Milik Seorang Penduduk Desa Oadla Selatan Nablus

Dia menyatakan WHO berharap lebih dari 10.000 pasien lainnya di Jalur Gaza yang masih memerlukan perawatan khusus yang mendesak akan diizinkan untuk dievakuasi dengan cepat lewat semua rute yang memungkinkan.

“Itu termasuk melalui Tepi Barat dan Yerusalem Timur,” ungkapnya dalam sebuah postingan di X.

Dia menambahkan WHO akan terus mendukung evakuasi medis untuk menyelamatkan nyawa.

Sebelumnya, dilaporkan 17 warga Palestina yang terluka telah dibawa ke Italia untuk menerima perawatan.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Terus Memindahkan Paksa Ribuan Warga Palestina dari Wilayah Utara Jalur Gaza

Di antaranya adalah Adam al-Najjar yang berusia 11 tahun, yang ayah dan 9 saudara kandungnya tewas dalam serangan penjajah Israel di rumah mereka bulan lalu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Menutup Pintu Masuk Utama Desa al-Lubban al-Sharqiya di Selatan Nablus

Pintu masuk utama Desa al-Lubban al-Sharqiya di sebelah selatan Nablus ditutup oleh penjajah Israel untuk hari kelima berturut-turut.

Pasukan Penjajah Israel Mencabut Pohon Zaitun Milik Seorang Penduduk Desa Oadla Selatan Nablus

Pohon zaitun yang merupakan milik seorang penduduk Desa Oadla di selatan Nablus dicabut oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Terus Memindahkan Paksa Ribuan Warga Palestina dari Wilayah Utara Jalur Gaza

Pemindahan paksa ribuan warga Palestina dari wilayah utara Jalur Gaza terus dilakukan oleh tentara pendudukan penjajah Israel.

2 Warga Palestina Menderita Luka-Luka dalam Serangan Penjajah Israel di Desa Osarin Selatan Kota Nablus

Serangan penjajah Israel di Desa Osarin di sebelah selatan Kota Nablus membuat sebanyak 2 warga Palestina menderita luka-luka.

WHO Umumkan Rumah Sakit Al-Amal di Jalur Gaza Selatan telah Berhenti Beroperasi

Rumah Sakit Al-Amal yang terletak di Khan Younis Jalur Gaza selatan diumumkan oleh Direktur WHO telah berhenti beroperasi.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;